Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 34 bertemu


__ADS_3

Sesampainya di supermarket, Jhoni dengan pelan menghentikan mobilnya.


" Mas Ana belanja dulu ya " Kata Ana sambil mencium tangan suaminya, saat hendak keluar dari mobil tiba tiba saja Dion menariknya dan mencium bibirnya sekilas. Ana sungguh kaget dan malu karena Jhoni pasti melihat mereka.


" Mas,,,apasih ada pak Jhoni" kata Ana dengan malunya.


" Ga apa apa sayang, dia ngakk lihat kok" kata Dion dengan santainya.


" Dasar tuan mesum" kata Ana


" Ya udah kamu cepetan belanjanya,nanti pulangnya diantar pak Jhoni"


" Ngakk usah mas, Ana bisa pulang sendiri kok, nanti Ana pesan ojek online saja" kata Ana.


" Ngakk boleh, kamu ngakk boleh dibonceng orang lain lagian naik motor itu ngakk aman sayang, apalagi sama cowok lain" kata Dion menunjukkan kecemburuan nya.


" Bilang aja mas cemburu" kata Ana menggoda Dion.


" Ngakk kok, mas cuman ngakk ingin kamu kenapa napa" kata Dion membela diri.Ana hanya tertawa melihat tingkah Dion.


" Ya udah terserah mas saja, nanti suruh pak Jhoni jemput Ana 2 jam lagi"


" Ya udah mas berangkat ya sayang nanti biar pak Jhoni yang jemput kamu"


" Baiklah mas, cepatan gih berangkat nanti terlambat " kata Ana sambil keluar dari mobil dan segera masuk ke supermarket tersebut.


Ana yang sedang sibuk memilih barang barang untuk kebutuhan tiba tiba dikejutkan oleh suara yang sangat dikenalnya.

__ADS_1


" Sayang,,,,"


Ana pun menoleh ke asal suara tersebut, dan betapa terkejutnya Ana melihat sosok yang ada dihadapannya. Sosok yang namanya hampir hilang dari hati Ana, kini sosok itu muncul dan dengan refleks segala kenangan masa lalu kembali muncul jelas dalam ingatnya.


" Mas Antoni" desis Ana dengan wajah yang luar biasa kaget.


" Sayang mas rindu sama kamu" Kata Antoni yang ingin memeluk Ana namun dengan segera Ana menjauh darinya.


" Kenapa sayang, kamu ngakk rindu sama mas, mas cariin kamu kemana mana, mas hubungin kamu tapu nomor kamu ngakk aktif"


Ana hanya berdiri mematung manatap wajah yang pernah mengisi hari harinya, tubuh Ana bergetar hebat, perasaan nya dipenuhi rasa takut dan rasa bersalah yang bercampur menjadi satu.


" Apa yang harus aku lakukan? apa yang harus ku kata kan? Mengapa Tuhan mempertemukan kami saat keadaan seperti ini?? begitu banyaknya pertanyaan yang muncul di benak Ana.


" Sayang" kata Antoni sambil mencoba memegang tangan Ana yang hanya berdiri mematung namun Ana segera menepisnya.


" Boleh mas minta waktunya, mas mau ngomong sama kamu" kata Antoni dengan wajah yang penuh harap. Ana berpikir sebentar.


" Baiklah Ana kasih waktu 30 menit dan Ana ngakk mau ada kontak fisik diantara kita dan tolong jangan panggil Ana sayang lagi" kata Ana.


" Baiklah mas ngakk akan nyentuh dan panggil kamu sayang lagi" kata Antoni dengan serius.


Mereka pun duduk di cafe yang tak jauh dari restauran tersebut.


" Gimana kabarmu sa eh ..An" kata Antoni tergagap hampir saja dia menyebut Ana dengan panggilan sayang.


" Baik, mas,,," Kata Ana, tiba- tiba saja Ana merasa canggung duduk berdekatan dengan Antoni

__ADS_1


" Apa kamu bahagia Ana?? tanya Antoni dengan sedih,dia berusaha untuk menahan air mata yang hendak jatuh dari matanya.


Ana tidak menjawabnya pertanyaan dari Antoni dalam diam dia memperhatikan wajah Antoni yang menunjukkan guest kesedihan yang mendalam, wajah ini sama persis dengan wajah saat Antoni kehilangan adik perempuan nya dua tahun lalu.


" Mas kok bisa ada disini? kata Ana mencoba mengalihkan pembicaraan.


" Iya mas ada rapat sekitar sini, pas mas mau balik mas lihat kamu keluar dari mobil"


" Itu mobil suamimu ya?? tanya Antoni penasaran.


" Iya mas" kata Ana


" Bibimu menjodohkan mu pasti karena dia kaya kan?? kata Antoni yang mengenal betul tabiat bibi Lita.


" Hmm mungkin saja mas, tapi keluarga suamiku telah banyak menolong paman dan bibiku sejak lama"


" Mas,,,ngakk bisa lupain kamu An, bayangan mu seakan hadir disetiap hari hari mas, bahkan setelah mes dengar kamu menikah, mas pindah ke luar kota tapi mas ngakk bisa An tetap saja mas datang lagi untuk menemui mu Ana. Mas ngakk sanggup kehilangan Ana "kata Antoni


" Ana sudah menikah mas, Ana mohon agar mas bisa lupain Ana, Ana bukan jodoh mas"


" Kamu bahagia?? kata Antoni sambil memandang Ana.


" Aku bahagia mas, jadi mas harus lupain aku" kata Ana yang hendak beranjak pergi.


" Aku ngak yakin kamu secepat itu melupakan Aku Ana" kata Antoni dengan dengan suara yang keras membuat orang orang sekitar mereka.


Author agak lemas nih up-nya soalnya like komen dan vote nya kurang banget.Toling dibantu ya para readers sekalian....

__ADS_1


__ADS_2