
Dikediaman Yahya grup
Mora tampak sangat khawatir dan gelisah, sesekali ia melihat jam dan melihat keluar berharap menantunya segera kembali.
Suara mobil dari luar membuat Mora seketika berlari ke arah luar dan melihat siapa yang datang. Ternyata yang datang adalah Andra beserta dengan yang lainnya.
Begitu keluar Andra segera menghampiri ibunya yang kelihatan gusar sekali.
" Ma, apa Sely udah pulang??"
" Belum nak, mama udah coba hubungi dia tapi tidak ada jawaban, mama harus cari kemana mama ngakk kenal sama teman teman Sely" kata Mora dengan panik sambil meremas remas jati tangannya.
" Lebih baik kita masuk dulu Tante, kita bicarakan di dalam"
Belum lagi mereka masuk mabil yang dikendarai Ray juga sudah tiba di rumah Andra. Begitu sampai di halaman Ray, Ana dan Dion pun langsung turun dan menyusul mereka kedalam rumah.
" Ini semua gara gara kalian, kalau tidak menantuku pasti tidak akan kabur" kata Mora dengan marah
" Ma, jangan begitu " kata Andra sambil menenangkan ibunya.
" A..aku minta maaf Tante" kata Ana dengan tertunduk,ia merasa semua masalah yang terjadi disebabkan oleh dirinya.
" Semenjak kamu masuk ke dalam kehidupan anak saya, banyak derita yang harus dialami Andra dan sekarang sudah menikah pun kamu datang dengan membawa masalah" kata Mora dengan kesal.
" Ma udalah, ini semua salah Andra jangan salahkan Ana, kasihan dia kondisi nya sedang tidak baik saat ini"
" Tapi kamu lihat sampai sekarang Sely belum juga kembali, apa yang harus kita lakukan?? apalagi dia sedang hamil!!"
" Iya Andra tau tapi mama ngakk berhak salahin Ana seperti itu" kata Andra
" Ma apa yang dikatakan mas Andra itu benar" kata Sely yang tiba tiba saja ada disana dan semua orang yang ada disana langsung menatap ke arahnya.
" Se...Sely!!!" kata Andra, dia lalu menghampiri Sely dan memeluknya namun Sely tidak merespon nya malah ia melepaskan pelukan Andra.
" Sampai segitunya kamu belain Ana mas" Isak Sely dalam hati.
__ADS_1
Sely memandang ke arah Ana,gadis cantik bergaun putih itu bertubuh tinggi, berkulit putih berhidung mancung. Bagi Sely Ana memanglah tak sebanding dengan dirinya.
" Dia benar-benar cantik sekali, pantas saja mas Andra tergila gila padanya"
Sely tiba tiba saja merasakan cemburu yang luar biasa, dari dia memandang Ana seolah-olah Ana adalah saingan beratnya.
" Kamu dari mana saja sayang??" kata Andra
" Aku hanya jalan jalan dengan Vina!"
" Kenapa kamu tidak memberikan kabar??"
Seketika Sely memandang ke arah Andra, perasaan kesal timbul karena pertanyaan itu.
"Aku sudah menghubungimu puluhan kali, tapi kamu tidak menjawab panggilan dari ku"
" Ma...maaf sayang aku..minta maaf" kata Andra
Suasana ditumah itu mendadak kaku dan tegang karena perdebatan Sely dan Andra. Dion dan Ana merasa bersalah karena masalah mereka Andra dan Sely jadi salah paham.
" Hai Sely senang bertemu denganmu" kata Sely sambil mengulurkan tangannya dan dengan enggan Sely menyambut uluran tangan Ana.
" Lebih baik kalian istirahat dulu, Dion lebih baik kamu bawa Ana ke kamar tamu mungkin di sudah kelelahan" kata Andra memberikan saran
" Lia tolong antar mereka ya, dan berikan beberapa pakaian ganti untuk Ana"
" Begitu perhatian nya kamu mas pada Ana sedangkan aku yang baru pulang tidak kamu perhatikan"
Sely segera melangkah dari situ, ia setengah berlari menuju kamarnya, hatinya benar benar telah tercampur aduk antara kesal dan cemburu dan Morapun ikut pergi menyusul Sely ke kamarnya meninggalkan Andra, Ray ,Lia , Dion serta Ana.
Lia perlahan mendekat ke arah Andra dan membisikkan sesuatu ke telinga sepupunya itu.
" Mas sebaiknya jangan terlalu perhatian pada Ana apalagi di depan Sely"
" Kalian bisik bisik apa sih jangan bikin orang penasaran dong" kata Miko
__ADS_1
" Kamu ini mau tau aja urusan orang, lebih baik kamu pulang sana" kata Andra sewot
" Ye...yang pada labil, ya udah deh aku pulang aja pusing lihat kalian semua"
" Ya udah pulang sana, jangan pernah kembali lagi" kata Andra tak mau kalah
" Mana mungkin aku tak kembali bidadari ku ada disini" kata Miko sambil mengedipkan matanya pada Lia,
" Jangan macam-macam loh ya, Lia ngakk mau sama kamu!!" ledek Andra lagi
" Udah..kayak kucing sama tikus aja" kata Lia
" Ayo mas Dion kita kamar kalian sekarang" kata Lia sambil membawa mereka
" Kak, aku nginap di hotel sekitar sini aja ya" kata Ray sebelum Ana dan Dion ke kamar.
" Ok lah..jangan lupa kabarin mama kalau kami baik baik saja"
" Sip boss"
Lia pun mengantar Dion dan Ana kekamarnya, sebelum Lia pergi tiba tiba saja Ana memeluk Lia dengan erat.
" Makasih ya Li, kau adalah sahabat terbaik yang pernah kumiliki" kata Ana
" Sudahlah... lebih baik kalian istirahat saja kau pasti kelelahan" kata Lia dengan penuh pengertian.
" Aku benar-benar tidak enak sama Sely dan mas Andra"
" Kamu tenang saja, aku akan bicara pada Sely tentang hal ini. Dia begitu sensitif saat karena mungkin hormon kehamilan begitu mempengaruhi nya"
" Bisakah aku bicara padanya?? Aku tidak ingin dia salah paham padaku" kata Ana
" Baiklah akan aku usahakan" kata Lia
" Sekarang lebih baik kalian istirahat saja" kata Lia
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir dan membaca novel ini. Author sangat mengharapkan Like, komen dan vote serta Follow karya ini ya...