Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Kesepakatan


__ADS_3

Setelah berpikir cukup lama dengan menimbang perasaan dari sang ibu, akhirnya Bian berpikir untuk menyetujui perjodohan yang diminta oleh sang Ibu.


" Aku setuju dengan perjodohan ini ma" kata Bian akhirnya, ia sama sekali tidak tahan dengan sikap diam dan cuek sang ibu.


Seketika mata Ana langsung berbinar dan ia langsung bangkit dari sofa dan memeluk Bian dengan sangat erat.


" Terima kasih Bian!! Mama sangat senang mendengar nya" kata Ana, bukan hanya Ana yang gembira mendengar hal itu, sang Ayah juga sangat bersemangat mendengar keputusan yang diambil oleh Bian.


"Bagus nak!!" kata Bian sambil VB menepuk pundak putranya


" Tapi aku mengajukan beberapa syarat" kata Bian


Ana dan Bian saling memandang dengan tatapan bingung tapi Dion segera memberikan kode agar Ana tidak menolak permintaan putranya.


"Katakan" perintah Dion


"Pertama aku ingin pernikahan dilakukan secara tertutup, kedua kami akan tinggal di Apartemen dan yang ketiga kami tidak harus bersama jika tidak ada kecocokan" kata Bian


" Bian!! apa kamu pikir pernikahan sebuah permainan, mama sama sekali tidak menyetujui nya" tolak Ana dengan tegas, kepala nya hampir meledak mendengar syarat yang diajukan oleh Putranya.

__ADS_1


" Aku bersedia menikah jika syarat itu dipenuhi"


" Tapi...." Kata Ana yang masih saja terus saja menolak permintaan Bian tapi Dion langsung mencegah Sang istri agar pertengkaran tubuh terjadi lagi.


" Baiklah sekarang kamu pergi Bian, aku ingin membicarakan hal ini dengan ibumu" kata Dion.


Bian segera beranjak dan lantai ke atas dengan tatapan Ana yang penuh kekesalan karena keteguhan hati Bian yang sebenarnya menolak pernikahan ini.


Akhirnya Dion menjadi sasaran kemarahan Ana, ia terus saja mengomel karena mendukung syarat yang diminta oleh Bian.


" Sudahlah sayang... semua akan baik-baik saja" kata Dion mencoba menenangkan hati istrinya.


" Berarti mereka tidak berjodoh " kata Dion


" Semudah itukah?? kalian para lelaki memang..." Ana tidak bisa lagi melanjutkan kata katanya, ia memilih masuk kedalam kamarnya daripada ia harus berdebat dengan sang suami.


Dion memang sosok ayah dan suami yang sangat pengertian kepada keluarga nya,iapun mengikuti istrinya dan mencoba menjelaskan apa yang dirasakan oleh Bian.


" Kita tidak boleh egois dong sayang....Bian pasti sangat patah hati karena perjodohan ini. Kita juga mengalami nya kan??" kata Dion mengingatkan Ana tentang masa lalu mereka yang penuh dengan drama kesedihan.

__ADS_1


Seketika Ana langsung teringat akan kisah nya dengan Anthoni, kisah cinta yang begitu sedih dan perpisahan adalah takdir terakhir dari kisah cinta mereka. Begitu juga dengan Dion ia harus berpisah dengan Karin wanita satu satunya di dalam hidup Dion selama ia mengenal cinta dan sebelum ia menikah dengan Ana


Jodohlah yang memisahkan mereka dari pasangan mereka masing masing, baik Ana maupun Dion kini hidup cukup bahagia meskipun begitu banyak masalah yang harus mereka atasi.


" Sayang aku yakin jika mereka berjodoh mereka tidak akan terpisah"kata Dion sambil merangkul Ana dari belakang


" Aku hanya ingin yang terbaik untuk Alea...kau tahu dia sudah seperti putriku sendiri dia sama halnya dengan Diona putri kita"


" Aku mengerti sayang tapi semuanya butuh waktu yakinlah pada kekuatan Tuhan dan kekuatan jodoh"


" Kau memang paling pandai merayu...." kata Ana yang akhirnya mulai mereda


" Aku sama sekali tidak merayu sayang aku berbicara sesuai fakta... lihatlah kekuatan jodoh lebih kuat dari apapun"


" Aku hanya tidak ingin Alea terluka dengan sikap Bian, aku ingin dia merasakan kebahagiaan sebagai seorang istri. Kau sangat tahu betapa ia terluka karena korban lelaki dan aku tidak ingin dia mengalami nya ketika ia menikah dengan Bian"


" Itu tidak akan terjadi...Bian bukan orang yang kasar aku yakin Alea akan menaklukkan nya"


" Semoga saja" kata Ana dengan penuh harap.

__ADS_1


__ADS_2