
Selama di kantor Dion tidak fokus dengan pekerjaanya, entah kenapa setelah mencium Ana tadi pagi membuat pikirannya melayang layang, dia ingin berada di dekat Ana. Dion tak dapat menahan hasratnya untuk bertemu gadis yang sudah sah menjadi istrinya. Dion lalu memanggil Gio ke ruangannya.
" Selamat pagi pak" sapa Gio dengan sopan.
" Apa aku ada pertemuan penting hari ini?? "
" Ga ada pak, bapak ada pertemuan dengan tuan Hong untuk Senin depan".
" Baiklah, aku mau pulang dulu, nanti jika ada file yang butuh tandatangan suruh dikirim ke email saya saja, kamu gantikan saya jika ada tugas yang penting" perintah Dion
" Apakah bapak ada urusan penting?? .
" Tidak Gio hanya saja saya merindukan istriku" jawab Dion jujur.
" Wah sepertinya hubungan bapak dengan nyonya semakin baik, bapak hebat sampai bisa melupakan non Karin kata Gio takjub
.
Karin?? Dion itu hampir tidak pernah mengingat nama itu lagi , dia tidak lagi pernah lagi untuk mencoba menghubungi Karin satu hal yang diinginkannya saat ini yaitu bertemu Ana istri nya .
" Kamu ini, Gio jangan lagi mengungkit namanya di depanku?? .
" Baiklah pak saya senang bapak dan nyonya bahagia" kata Gio dengan wajah sumringah, dia ingat Karin sering sekali membuat hati tuannya ini gelisah dan terluka. Karin adalah gadis egois yang sering kali membuat Dion kehilangan mood karena Karin sangat susah untuk dihubungi apalagi untuk bertemu, bagi Karin karir adalah segalanya.
Dion segera pulang, kali ini ia memilih untuk tidak diantar pak Jhoni. Sesampainya Dion dirumah, ia disambut Ana dengan keheranan, tumben sekali Dion pulang padahal baru dua jam lalu ia berangkat.
" Mas kok udah pulang, mas sakit" tanya Ana sedikit khawatir.
" Iya nih mas sakit parah kayaknya" kata Dion dengan serius.
" Ya ampun mas sakit apa" kata Ana dengan paniknya, dia lalu mendekati Dion dan meraba keningnya. Tidak panas pikir Ana
" Hmmm mas sakit ..." Dion sengaja tidak melanjutkan kata kata nya, dia tersenyum melihat wajah khawatir istrinya
" Mas sakit apa, mas udak ke dokter??"
" Tapi masalahnya kamu dokter nya sayang"
" Maksud mas apa sih.."
" Mas sakit karena merindukanmu sayang" kata Dion yang kemudian tertawa lepas, sementara Ana memajukan mulutnya karena kesal dengan candaan Dion.
__ADS_1
" Mas,,, kerjanya bercanda mulu"
" Mas ga bercanda sayang, mas benar benar merindukanmu, di kantor mas ngakk fokus kepikiran kamu terus" kata Dion sambil mengelus pipi Ana dengan lembut.
Ana yang mendengarnya hanya tersenyum malu, laki-laki gagah yang dihadapannya ini benar benar membuat nya menggelengkan kepala.
" Sayang hari ini kita jalan jalan yuk" ajak Dion.
" Mau kemana mas?? tanya Ana.
" Kemana aja yang kamu suka, anggap saja kita sedang kencan" kata Dion semangat.
"Kencan"
" Ya udah mas Ana ganti baju dulu,baru kita pergi, Ana mau nonton, makan bakso trus jalan jalan di taman biar kayak pacaran ABG mas " kata Ana dengan semangat nya.
" Emang waktu pacaran kamu suka begitu ya??" tanya Dion.
" hmmm ya ngakk sih mas, Ana dulu sibuk kerja, mengurus rumah sampai akhir Minggu pun Ana ngakk punya waktu buat pacaran, Ana hanya ketemu pas mas Antoni ngantar Ana pulang"
Dion yang mendengar menjadi prihatin dengan hidup istrinya itu.
" Ya udah kamu siap siap, kita langsung berangkat.
" Loh emang nya kenapa?? Mas udah biasa pakai baju kayak gini" protes Dion
" Mas,,, pakaian mas terlalu formal dengan baju itu, kita kan mau kencan ala rakyat biasa mas" rajuk Ana.
" Baiklah sayang mas ganti baju sekarang" kata Dion yang membuat Ana tersenyum puas.
Setelah bersiap, Ana dan Dion pun segera berangkat. Dion terlihat lebih menarik dengan t-shirt putih dipadukan dengan jeans biru, begitu juga dengan Ana yang memakai t-shirt hitam dan jeans biru yang terlihat seperti gadis 17 tahunan.
Dion pun melajukan mobilnya dan menuju tempat yang di inginkan istrinya. Sesampai di salah satu mall Ana langsung menuju bioskop untuk menonton
" Kamu yakin sayang mau nonton, bukankah itu membosankan" tanya Dion yang tidak suka menonton.
" Mas ngakk suka ya?? Ana pengen nonton mas, Ana ngakk pernah nonton, Ana hanya dengar dari Lia kalau nonton itu menyenangkan" kata Ana dengan sedih, jujur selama hidup Ana tidak pernah merasakan hal hal yang dialami anak muda pada umumnya, dia hanya sibuk bekerja untuk membantu Paman dan bibinya.
Dion yang mendengar perkataan Ana, langsung merasa iba, seolah ikut merasakan
kesedihan Ana.
__ADS_1
" Ya udah mas ambil tiket dulu, kamu tunggu disini. Oh ya kamu mau nonton flim apa?? yang romantis, horor atau action?? tanya Dion.
" Terserah mas aja,kalau bisa jangan yang horor nanti Ana takut"
" Ok sayang, kamu tunggu sini mas mau ambil tiket dulu" kata Dion.
Ana pun menunggu Dion mengambil tiket, tiba tiba seseorang menepuk pundaknya.
" Ana .... kamu ngapain disini" kata Lia yang terkejut melihat Ana.
" Lia..." kata Ana Abul memeluk Lia sahabatnya, dia benar benar merindukan sahabat nya ini.
" Ana kamu kemana aja,,,, aku hubungi nomor mu ngakk pernah aktif" kata Lia
" Iya Lia aku ganti nomor, maaf ya aku takut kalau mas Antoni menghubungi aku".
" Jadi kamu udah nikah ya,,,,kok nggak ngundang aku sih...kamu mah kelewatan" kata Lia dengan wajah manyun.
" Aku minta maaf ya, bukannya aku ngakk mau tapi aku takut kalau mas Antoni tau.
" Hmm benar juga sih, Ana aku kasihan deh sama Antoni tiap hari dia datang ke toko nanyain kamu??.
"Aku juga ga tau harus apa, aku ngakk punya kuasa untuk menolak Li, kamu tau kan posisi aku? Jadi mas Antoni sekarang kemana?? tanya Ana ingin tau.
" Aku ngakk tau pastinya An, yang aku dengar dia pindah ke kota lain. Ngomong ngomong suami kamu mana?? kamu datang sendiri?? suamimu baik ngakk atau jangan jangan dia jahat ya sama kamu" tanya Lia dengan pertanyaan bertubi tubi.
" Kamu ini Li, suamiku lagi ngambil tiket buat nonton, puji Tuhan dia sangat baik Li. Lihat dia datang" Kata Ana menunjuk Dion yang mendekat ke arah mereka.Lia yang melihat Dion terkesima dengan ketampanan Dion.
" Gilaaa,,, suamimu tampan banget An " kata Lia yang tak berkedip menatap Dion.
" Kamu ini Li nggak bisa lihat cowok b3ning dikit?? kata Ana .
" Ya gimana ya habisnya mata ini ngakk bisa bohong An, dia bahkan jauh lebih tampan daripada Antoni" kata Lia dengan kagumnyan.Tak lama kemudian Dion datang dengan tiket di tangannya.
" Ini tiketnya " kata Dion menyerahkan tiket itu pada Ana sementara Lia hanya bengong melihat Dion.
" Dia siapa" tanya Dion menunjuk Lia
" o...kenalin mas,saya temannya Ana, Lia mas kata Lia sambil menyodorkan tangannya.
" Iya mas,ini teman Ana waktu kerja di toko"
__ADS_1
" O... saya Dion" kata Dion menyambut uluran tangan Lia.