Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 209


__ADS_3

Ana hanya bisa menggigit bibir bawahnya melihat semua dekorasi yang ada di rumah terpencil itu, beberapa jam setelah pertengkaran dengan Anthoni, Anthoni benar benar menjalankan niatnya untuk menikahi Ana.


Airmata manjadi teman Ana saat ia melihat dari balik jendela semua ruangan bahkan halaman dan kamar Ana sudah dihias dengan hiasan pernikahan.


" Apa yang harus aku lakukan"pikir Ana


Ia lalu pura pura meminjam ponsel salah satu karyawan yang sedang menghias kamar nya.


" Maaf mbak boleh aku pinjam ponselnya, soalnya ponselku sedang rusak" kata Ana dengan pura pura berbohong.


Dengan senang hati karyawati itu memberikan ponselnya pada Ana, begitu senangnya Ana saat menerima ponsel tersebut sampai sampai tangannya gemetaran saat menerima ponsel tersebut.


Saat ia mencoba menekan nomor ponsel Dion, tiba tiba Anthoni datang dan segera merebut ponsel itu dari tangan Ana.


Semua yang ada disana begitu kaget dan terkejut melihat kemarahan Anthoni. Ia lalu mengambil ponsel itu dan mencampakkannya hingga hancur berkeping keping.


Ana dan beberapa karyawan yang ada disana langsung terkejut dan mendadak ketakutan.


" Kalian keluar semua" perintah Anthoni dengan nada yang cukup menakutkan


Lalu karyawan tersebut keluar dengan wajah tertunduk dan kelihatan takut, dengan langkah seribu mereka segera meninggalkan kamar yang belum selesai didekorasi tersebut.


" Lisa" panggil Anthoni dan yang dipanggil pun segera masuk kedalam kamar tersebut, raut wajahnya tak kalah takut dari karyawan tersebut.


" I...iya Tuan" kata Lisa dengan lidah kelu bahkan untuk menelan ludahnya saja ia sudah tidak sanggup.


" Apa kamu sudah melakukan tugas mu??" kata Anthoni dengan nada mengancam sedangkan pandangannya tertuju kepada Ana dan yang ditatapnya pun tidak kalah takut.


"Ma...maafkan aku tuan"


" Panggilkan dokter Irwan, seperti nya Ana lebih memilih pilihannya yang kedua" kata Anthoni.


Seketika Ana mendongakkan kepalanya untuk menatap Anthoni, rasa takut langsung menghinggapi dirinya.

__ADS_1


Lisa langsung melaksanakan tugas yang diberikan Anthoni, sebenarnya itu sangat bertentangan dengan hati nuraninya namun karena ia tidak punya pilihan yang lebih baik selain dari menuruti Anthoni.


Seketika Dokter yang dipanggil Irwan tersebut segera memasuki kamar Ana, dengan atribut lengkap di badannya ia langsung menghadap Anthoni.


" Ada apa tuan Anthoni??" tanya dokter Irwan


" Kamu sudah tau alasan aku memanggil mu kesini, aku...ingin..."


Belum selesai Anthoni berkata kata, Ana langsung menghampiri Anthoni.


" Jangan Aku mohon, apapun akan kulakukan tapi jangan bunuh bayi ini" pinta Ana sambil menangis, ia begitu takut bahkan teramat takut kehilanganmu buah cintanya dengan Dion.


"Termasuk menikah denganku??" kata Anthoni dengan nada penekanan yang cukup jelas.


Ana mengangguk tanda ia setuju dengan ucapan Anthoni.


" Kamu boleh keluar dokter" kata Anthoni dengan nada kemenangan, ia telah berhasil membuat Ana benar benar akan menjadi miliknya.


Begitu Irwan keluar senyum Anthoni semakin mengembang melambangkan suasana hatinya, ia seperti sudah melaksanakan cerita cinta nya yang telah lama ia impikan.


" Iya"kata Ana singkat


" Meskipun itu dibawah tekanan dan atas dasar pemaksaan"


" Baiklah sayang, aku akan melakukan yang terbaik untuk pernikahan kita" kata Anthoni dengan semangat dan secara refleks ia memeluk Ana dengan erat.


Ingin..ingin sekali Ana melepaskan pelukan itu karena baginya itu adalah hal yang haram untuk dilakukan namun karena dia tidak berdaya saat ini, Ana hanya diam saja saat dipeluk oleh Anthoni.


"Terimakasih sayang" kata Anthoni sambil melepaskan pelukannya dan menatap Ana dengan lekat, ia mendekatkan wajahnya hingga jarak wajah' mereka hanya beberapa senti saja.


Ana tau maksud dari Anthoni, dengan halus ia berusaha untuk menolak Anthoni.


" Se... sepertinya aku menginginkan sesuatu" kata Ana dan seketika Anthoni menghentikan niatnya untuk mencium Ana.

__ADS_1


" Apa sayang"


" Eh...itu..." Ana sendiri yang gelagapan menjawab pertanyaan Anthoni


" A..ku ingin makan sate kambing mas" kata Ana asal asalan.


" Oh jadi anak kita ingin makan sate kambing" kata Anthoni


" Anak kita!!! Ya Tuhan!!!"kata Ana dalam hati, ia mencoba menguatkan hatinya.


" Iya mas, tapi aku ingin kamu yang membelinya langsung" pinta Ana


" Baiklah dengan segera aku akan melakukan apa yang kamu perintah kah, tunggu aku ya sayang!! "


Begitu Anthoni pergi lutut Ana seolah lepas dari persendian nya, Ana langsung terduduk di ranjang sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


" Biarlah... biarlah ibu yang berkorban untuk menyelamatkanmu sayang, mama lakukan ini karena mama begitu menyayangi mu sayang. Kita berdoa supaya keajaiban terjadi pada kita berdua"


Dua jam kemudian...


Anthoni kembali dengan tiga bungkus sate kambing ditangannya, ia begitu bersemangat untuk memberikan nya kepada Ana. Begitu sampai di depan kamar, Anthoni kembali tersenyum sambil melihat semua persiapan yang sudah dilakukan oleh para karyawan Morgan WO.


" Sayang" kata Anthoni sambil membuka kunci kamar Ana.


Tak ada sahutan dari dalam kamar Ana, Anthoni mendekati ranjang Ana dan ternyata gadis yang sedang hamil itu sudah tertidur pulas. Ia meletakkan sate kambing yang sudah ia beli disamping tempat ranjang Ana tidur, ia lalu mendekati ranjang itu dan duduk sambil menatap Ana


" Sepertinya ia sudah sangat kelelahan"


Anthoni kemudian menatap wajah indah itu, ia merapikan rambut Ana yang menutupi wajahnya.


" Kita akan bersama sayang" kata Anthoni dengan bahagia.


Maaf jika di part penculikan Ana dibuat sampai beberapa episode, author ingin kalian juga ikutan greget dengan episode ini. Maaf jika baru bisa up sekarang ya....

__ADS_1


Semoga kalian suka dengan novel ini dan untuk mendukung author jangan lupa Like, komen yang banyak, vote yang banyak juga serta follow author ya...


Love u all.....


__ADS_2