
Terimakasih untuk semua dukungan untuk novel " Menikahimu Takdirku"Author sangat mengucapkan terimakasih.
Sebelum baca jangan lupa like komen dan vote serta follow author ya...
Happy reading.....
Sely hanya dapat menangis, ia merasakan sakit yang luar biasa.
" A..pa yang sebenarnya terjadi Sely??" kata Lia yang berusaha menenangkan Sely
" Iya nak katakan agar Tante dapat mengambil keputusan"
" Tante.. semalam Andra mabuk dan datang ke kamar Sely, dia pikir saya adalah Ana dan dia berhasil merenggut...." Sely tidak mampu meneruskan kata katanya.
" Dasar laki laki tidak waras, Ana...ana dan Ana.." kata Mora dengan penuh emosi.
" Kamu harus secepatnya menikah dengan Andra"
" Ta..Pi Tante Andra pasti tidak akan mau, dan ia berpikir bahwa kita telah menjebaknya"
" Ya ampun... maafkan Tante Sely, ini semua salah Tante"
" Lebih baik Sely pergi saja Tante"
" Apa?? Setelah apa yang dilakukan Andra kamu ingin pergi begitu saja"
" Iya Sel, Andra harus bertanggung jawab atas dirimu" kata Lia
" Biarkan Tante yang bicara dengan Andra dia harus bertanggung jawab.
_________________________________
Andra berjalan mondar-mandir di kantor nya, kepalanya seolah mau pecah memikirkan masalah yang sedang dihadapi nya.
" Berani beraninya mereka menjebakku, aku tidak akan pernah menikahi wanita itu. Dasar sialan" umpat Andra dalam hati.
" Tapi bagaimana bisa aku ada dikamar Sely dan bersetubuh dengannya??"
Andra mencoba mengingat kejadian itu lagi, tapi ia tidak bisa
" Arggg sialan ini pasti gara gara aku terlalu mabuk semalam sehingga dengan mudah ia menjebakku"
__ADS_1
Andra yang hendak pergi dari kantor terhenti karena kedatangan Mora.
" Kamu mau kemana??"tanya Mora sambil menyipitkan matanya
" I...tu ma..."
"Pasti mau ngurusin istri orang itu lagi kan??"
" Mama apaan sih!!" Kata Andra sewot
" Memang iyakan???"
" Udalah ma...Andra sedang capek sekarang"
" Kedatangan mama kesini untuk membahas masalah pernikahan mu dengan Sely!!"
" Tapi Andra tidak ingin menikahinya ma"
PLAKKK
Suara tamparan yang begitu keras mendarat di pipi Andra.
" Setelah apa yang kamu lakukan, kamu ingi lari begitu saja"
" Lalu kamu akan menikahi siapa???" tanya Mora
" Ana?"
" Sampai kapan kamu akan sadar bahwa kami tidak mungkin menikahi istri orang"
" Sadar kamu Andra, Ana sudah membawa pengaruh buruk terhadap mu" kata Mora dengan penuh emosi
" Ma, ana samasekali tidak membawa pengaruh buruk bagiku"
" Terus kamu begini gara gara siapa??kamu setiap hari hanya mabuk mabukan dan tidak mengurus perusahaan lagi"kata Mora
" Nak..ibu sangat tersiksa melihatmu begini!!" kata Mora sambil menghapus air matanya.
" Lihat Gara gara Ana sekarang Sely juga menjadi korban"
" A...pa maksud mama??" kata Andra
__ADS_1
" Semalam kamu masuk kedalam kamar dan membayangkan Sely adalah Ana sampai sampai kamu telah merenggut kesuciannya"
" I...tu tidak mungkin" kata Andra
" Kalau kamu tidak percaya kamu boleh cek CCTV yang ada dikamar Sely"
"Ja...ja di itu bukan jebakan mama dan Sely"tanya Andra
" Untuk apa mama menjebakmu"kata Mora
Andra kemudian terdiam mendengar perkataan mamanya, sunggu ia malu pada dirinya sendiri.
" Bagaimana, jadi kamu harus menikahi Sely secepatnya, mama tidak ingin semakin bersalah karena perbuatan kamu"
" Ta...Pi...ma.."
" Pokoknya mama ngakk mau tau kamu harus menikah dengan Sely"
" Baiklah terserah mama saja" Kata Andra akhirnya.
" Terimakasih nak, mama bahagia mendengarnya" kata Mora
___________________________________
Sely kembali ke kamarnya dengan perasaan tak menentu. Hatinya sungguh tidak berdaya, bagaimana jika Andra terus menolak menikah dengannya dan kalau menikah pun Andra tidak akan pernah menikah bisa mencintai nya
" Mungkin pergi darisini adalah cara yang tepat, aku tidak ingin membuat masalah lebih banyak lagi dirumah ini"
Sely segera membereskan semua pakaian nya kedalam koper dan segera turun kebawah. Ia sudah memutuskan untuk segera pergi dari rumah tersebut.
" Loh kamu mau pergi kemana nak Sely??"kata Bi Tuti
" A..ku mau pergi aja bi"
" Tapi apa nak Sely sudah permisi pada nyonya??"
" Tidak bi, sampaikan saja salam dan rasa terimakasih ku pada Tante Mora"kata Sely
" Saya permisi Bi" Kata Sely sambil membawa koper nya, ia melangkah dengan cepat agar Tante Sely tidak keburu pulang ke rumah.
*****Terimakasih untuk semua dukungan dari kalian.Yang udah like,komen dan vote author terimakasih banyak ya beb..😁😁😁😁😁😁
__ADS_1
See u to the next chapter*****