Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 273


__ADS_3

Setelah melakukan penerbangan dan perjalanan yang cukup panjang, Lia dan Miko akhirnya sampai di desa kecil tempat Lia dulu dilahirkan. Lia begitu senang melihat rumput, pohon dan suasana desa yang tidak terlalu berbeda, hanya saja sudah banyak rumah rumah yang dulunya masih dari kayu sekarang sudah berdiri kokoh dengan menggunakan semen.


" Ah.. udara nya masih sama" kata Lia, ia bahkan membuka pintu mobil yang dikemudikan langsung oleh Miko


Lia memang sangat beruntung, segera fasilitas apapun yang Lia butuhkan bisa diwujudkan oleh Miko, bahkan sebelum Miko dan Lia pergi ke Malang, Miko sudah menyuruh supirnya untuk mengantarkan sebuah mobil yang akan dipakai oleh Miko selama di Malang.


Lia mengeluarkan tangannya dari dalam mobil karena ia ingin merasakan sejuknya angin di desa tersebut.


" Aku merindukan desa ini" kata Lia


" Apa tempat nya masih jauh??" tanya Miko


" Tidak mas, mungkin sekitaran sepuluh menit kita akan sampai di makam ayah dan ibuku"


" Hei... mereka juga akan menjadi ayah dan ibuku juga" protes Miko


" Iya deh" kata Lia sambil tersenyum,


Akhirnya mereka sampai disebuah kuburan massal, sambil menggenggam tangan Lia, Miko mengikuti langkah kaki Lia.


Akhirnya mereka sampai disebuah tempat dimana kedua orang tua Lia beristirahat, Kuburan itu sudah banyak ditumbuhi oleh rerumputan.


Dengan cekatan Lia membersihkan rumput rumput liar itu, dan tak mau tinggal diam Miko pun membantu Lia walaupun sebelumnya ia tidak pernah melakukan pekerjaan semacam itu.


" Sayang, biar mas saja, kamu duduk saja" kata Miko


" Ngakk apa apa mas, biar cepat bersih"

__ADS_1


" Sayang memangnya tidak ada yang bertugas untuk membersihkan kuburan ini??" tanya Miko yang sudah bermandikan keringat


" Ada, tapi kita harus menggaji nya setiap bulannya"


" Nanti kita temui petugas nya, mas akan urus kalau masalah biayanya"


Lia menganggukkan kepalanya dan setelah hampir satu jam disana dan membersihkan tempat itu apa adanya karena mereka hanya menggunakan tangan.


Begitu melihat gundukan tanah yang berisi jenazah kedua orang tua nya, Lia tidak mampu membendung airmata nya. Rasa rindu yang begitu lama ia pendam seketika meluap begitu saja.


" Sudahlah sayang, jangan nangis terus sekarang mereka sudah bahagia"


" Ayah, ibu...Lia datang bersama dengan Miko menantu kalian, seandainya kalian masih ada pasti kalian akan bahagia apalagi sekarang Lia sedang mengandung cucu ayah dan ibu" Lia terus saja menangis, rupanya ia sudah terlalu merindukan sosok yang sangat berjasa dalam hidupnya.


" Mereka pergi cepat sekali, aku bahkan tidak bisa mengucapkan terimakasih " kata Lia sambil sesenggukan


Setelah berdoa dan menabur bunga di makam itu, akhirnya Lia dan Miko memutuskan untuk kembali ke penginapan. Lia sebenarnya ingin sekali melihat rumah peninggalan orang tuanya namun karena Miko takut Lia terlalu kelelahan maka mereka memutuskan untuk pergi kesana esok harinya.


Lia dan Mikopun kembali ke penginapan, sebuah Vila yang cukup besarnya sengaja disewa Miko agar Lia bisa nyaman selam disana. Sebentar Lia tidak terlalu mempermasalahkan dimana ia akan menginap karena dia sudah terbiasa dengan hal hal yang keras dalam hidupnya.


" Mas, apa cuman kita berdua yang nginap disini??" kata Lia


" Iya sayang" kata Miko, iapun menuntun Lia kesebuah kamar tidur yang sangat luas sekali


" Mas, ini tempatnya kebesaran deh"


" Namanya juga Vila sayang, ya pastinya besar"

__ADS_1


" Pasti mahal" kata Lia dan Miko hanya tertawa mendengar nya


" Tidka juga, lagian aku hanya ingin kamu dan bayi kita nyaman tanpa ada yang mengganggu"


" Vila ini ada kolam renangnya loh"


" Oh ya?? mana??" Lia begitu antusias mendengar kata kata Miko


" Tuh dibelakang" kata Miko


" Kalau begitu aku mau berenang" kata Lia


" Nanti saja, kita istirahat duku"


Lia tidak mau mendengar Miko, ia pun segera pergi kebelakang dari Vila itu, dan benar saja sebuah kolam renang yang cukup luas sudah terpampang nyata dihadapannya.


Tanpa pikir panjang, Lia langsung membuka gaun yang ia pakai sehingga hanya menyisakan Bra dan ****** ***** saja. Miko yang melihat hal itu hanya mampu mengelus dadanya, karena saat ini ia harus sabar melihat istrinya yang hanya menggunakan pakaian dalam saja.


" Harus kuat iman ini" kata Miko dalam hati


" Daripada cuman melihat saja, lebih aku ikut berenang"


Akhirnya Mikopun membuka baju dan celana nya, ia langsung menyebur ke kolam dan menyusul Lia yang sudah sampai disudut kolam berenang"


" Dapat kamu" kata Miko Sambil memeluk Lia dari belakang


" Mas, geli" kata Lia namun Miko tidak mau melepaskan pelukannya.

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan vote novel ini agar author semangat ya.


__ADS_2