Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 175


__ADS_3

" Akhirnya kita bisa pulang juga mas, aku kangen suasana rumah" kata Ana begitu sampai di kediaman Wiradmadja


" Mas juga senang akhirnya kamu pulang juga, rumah ini pasti sepi tidak ada kamu"


" Ingat kalian berdua harus menjaga kesehatan cucu mama, jangan sampai kenapa napa" kata Shanty


" Baik ma"


" Oh ya papa dan Ray kemana ma??" tanya Ana yang tidak melihat keberadaan Ray dan Aldi


" Mungkin sedang ada urusan"


" oh..."


Tiba tiba saja dari belakang mereka muncul sosok Ray muncul dengan sebuah cake indah dengan angka 29


" Happy birthday to you.. happy birthday to you... happy birthday...."


" Selamat ulang tahun kakak" kata Ray dengan senyum nya,


" Selamat ulangtahun nak, maaf papa ngakk bisa merayakan ulang tahun mu saat di rumah sakit" kata Aldi sambil memeluk Ana dan Ana menangis di pelukan Aldi.


" Makasih pa, semenjak ada di keluarga ini Ana serasa memiliki ayah dan ibu" kata Ana dengan terharu


" Sayang kami menganggap mu lebih dari menantu, kamu adalah putri keluarga ini, mama bangga memiliki putri seperti mu"


Ana langsung berhambur ke lakukan Shanty, sungguh bisa merasakan hangat nya pelukan seorang ibu yang tidak pernah dirasakan semenjak kecil.


" Ayo tiup lilinnya sayang"


Ana pun membuat make a wish dan meniup lilin untuk kedua kalinya.


" Bahagia nya memilih Keluarga seperti ini, seandainya bibi Lita dan Fika menganggap ku seperti keluarga pasti hidupku sudah sempurna"


Mereka kembali merayakan ulang tahun Ana dengan sederhana, walaupun begitu tidak mengurangi kebahagiaan mereka.


" Maaf tuan,nyonya ini ada paket undangan yang saya terima tadi siang" Kata Bi Ina menyerahkan undangan tersebut kepada Ana.

__ADS_1


" Ini paket nya atas nama Non Ana dan Tuan Dion"


Ana membelak ketika membuka undangan itu, matanya seolah sangat seksama membaca isi dari undangan tersebut


" Itu apa kok serius banget kak" kata Ray


" Enggak kok, ini undangan biasa aja"


" Undangan apa sayang??" tanya Dion


" Eh... itu...boleh tidak Ana ke kamar soalnya Ana agak sedikit lelah" kata Ana sedikit berbohong


" Baiklah cepat antar istri mu ke kamar Dion"


Ana dan Dionpun akhirnya masuk ke kamar mereka, Dion tahu bahwa Ana telah berbohong namun ia tidak ingin membahas itu didepan keluarga


" Itu undangan dari siapa???"


Seketika wajah Ana berubah menjadi tegang, dengan gemetaran ia memberikan undangan itu kepada Dion.


" Jadi Andra akan menikah??"


" Apakah dia marah?? Ya Tuhan aku sedang tidak ingin bertengkar"


" Maaf mas...aku tidak tau mas Andra akan mengirim undangan ini padaku" Kata Ana dengan takut, ia takut Dion salah tangkap padanya.


" Apa kamu ingin menghadiri acara pernikahan mereka??"


" Ti..da..k mas, a..ku hanya bahagia mas Andra akhirnya menemukan jodohnya"


Melihat ketakutan Ana, Dion memeluk nya dengan erat.


" Aku tidak akan menyalahkan mas dengan semua yang telah terjadi sayang!!"


Ana menatap Dion dan ia tidak melihat kemarahan disana.


" Mas benar ngakk marah??" tanya Ana dengan sungguh sungguh.

__ADS_1


" Ngakk dong sayang masa Andra mau menikahi mas yang marah.."


" Dia mungkin mengundang mu hanya untuk berbagi kebahagiaan denganmu"


" Apa kamu benar tidak ingin melihat pernikahan mereka"


" Itu tidak mungkin mas dengan kondisi ku yang sekarang"


" Biar mas saja yang pergi"


" Benarkah, mas mau pergi kesana??"


" Tentu sayang sebagai tanda terima kasih sudah menjagamu selama kita berpisah"


" Kapan acaranya dilaksanakan??"


Ana kembali melihat undangan pernikahan Andra dan Sely


" Sabtu depan mas, apa mas yakin mau pergi??" kata Ana meyakinkan


" Apa kamu meragukan suami mu ini"


" Aku takut ada salah paham lagi"


" Itu tidak akan terjadi sayang, sekarang mas dan Juga Andra sudah menemukan pasangan hidup masing-masing pastinya dia sudah bisa berpikir lebih dewasa"


" Btw, calon istri Andra cantik juga ya" Kata Dion sambil melihat foto yang tertera di undangan yang dipegangnya oleh Ana.


" Iya mas cantikk, syukurlah mas Andra menemukan jodohnya" kata Ana dengan lega.


" Tapi kamu jauh lebih cantik sayang.. kamu tidak ada duanya"


" Ih ..mas bisa aja bikin Ana senang" Kata Ana sambil memeluk Dion dengan erat.


" A...ku.. ingin bersamamu sampai maut memisahkan kita" Suara Ana bergetar di pelukan Dion


****Terimakasih untuk semua dukungan dari kalian.Yang udah like,komen dan vote author terimakasih banyak ya beb..😁😁😁😁😁😁

__ADS_1


See u to the next chapter****


__ADS_2