Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 118


__ADS_3

Sebelum baca author boleh ingatkan ya, jangan lupa like, komen , vote dan follow author ya beb...


" Happy reading"


Ana begitu terkejut saat sampai di kantor Dion, ia disamping hangat oleh para karyawan di kantor Wiradmadja group. Para karyawan disana memegang selebran yang berisi tulisan selamat datang kembali.


" Wellcome back nyonya Ana" kata mereka serentak.


" Terimakasih semua"


" Mas kayaknya ini berlebihan deh" kata Ana sambil mencubit tangan Dion sementara bibir nya berusaha untuk tersenyum.


" Ngakk apa apa sayang" Kata Dion sambil menahan sakit karena cubitan Ana.


" Aduh lebay benget sih Aku jadi malu.


" Terimakasih buat semua dan sebagainya hadiah kalian dapat bonus untuk gaji bulan ini" kata Dion membuat para karyawan bersorak gembira.


Ana hanya dapat menggeleng kepalanya melihat kesenangan para karyawan.


" Aku pulang ya!!" kata Ana.


" Kok pulang sih, kamu harus nemanin aku satu hari ini" kata Dion sambil memegang tangan Ana dan segera membawanya ke ruangan nya.


" Mas apaan sih, aku lagi ngakk mood nemanin kamu" kata Ana dengan ketus


" Mas janji akan ajak kamu ke tempat yang kamu sukai setelah pulang kantor"


" Kemana???"


"'Nanti mas kasih tau"


Tiba tiba saja ponsel Ana bergetar dan Anapun segera melihatnya, ternyata Andra yang sedang menghubunginya. Ana melihat ke arah Dion, dia merasa tidak enak untuk menjawab panggilan Andra.

__ADS_1


" Maaf mas tunggu sebentar"


Ana pun segera keluar sedangkan Dion hanya menatap Ana dengan rasa cemburu, ia tahu bahwa Andra yang sedang menghubunginya.


" Sabar Dion kamu harus sabar" kata Dion sambil mencoba menenangkan dirinya, ia lalu memilih langsung bekerja agar pikiran nya sedikit terbagi.


" Hallo mas Andra"


" Hallo Ana, bagaimana kabarmu" kata Andra yang begitu senang mendengar suara Ana.


" Kamu baik baik aja kan??"


" Iya mas"


" Dion ngakk nyakitin kamu??"


" Mas Dion tidak mungkin akan menyakiti aku mas,dia sangat menyayangi ku"


" Apa kamu yakin setelah 6 bulan kamu akan menceraikan dia??"


Ana benar benar berpikir keras, dia juga tidak tahu apakah dia akan bercerai atau akan tetap bersama Dion.


"Entahlah mas, aku ngakk yakin"


" Mas harap kamu bisa lebih bijak dalam memberikan keputusan" Kata Andra semakin memberatkan hati Ana


" Baiklah mas, udah dulu Ana lagi banyak urusan kapan kapan kita bicara lagi" kata Ana sambil memutus kan telfonnya.


Setelah selesai berbicara dengan Andra, Ana kembali ke ruangan Dion.


" Sudah selesai??" tanya Dion


" Hmmm"

__ADS_1


" Apa Andra baik baik saja" Kata Dion membuat Ana terkejut.


"Kok dia bisa tau bahwa mas Andra yang nelfon"


" Begitu lah"


" Pasti dia mendesakmu untu segera bercerai denganku kan??" Kata Dion sambil berjalan mendekati Ana yang duduk di sofa.


" Itu bukan urusan mas"


Dion kemudian berlutut lagi di hadapan Ana sambil menatap nya denga penuh cinta


" Sayang mas tau kamu sakit hati tapi melepaskan suatu hubungan suci bukanlah hal yang mudah"


" Kalau mas tau itu tidak seharusnya mas selingkuh, mas ngakk tau betapa menderitanya aku ketika melihatmu dengan wanita lain"


" Iya sayang mas tau, tapi pada saat itu mas itu hilang ingatan??" kata Dion berusaha mencari pembelaan


" Udalah mas emang mas aja yang doyan selingkuh" kata Ana dengan emosi yang memuncak.


" Mas,, ha..," belum selesai Dion berkata tiba tiba saja Gio datang ke ruangan Dion membuat mereka diam seketika.


" Maaf pak, kita ada pertemuan dengan tuan Ken hari ini, saya harap bapak segera bersiap siap"


" Baiklah apa setelah ini saya ada pertemuan lain??"


" Seperti tidak pak"


" Baiklah setelah jam maka siang saya akan keluar bersama istri saya, jadi tugas kantor saya serahkan ke kamu. Semua data pekerjaan bisa kamu kirimkan ke email saya nanti malam saya periksa"


" Baiklah pak, saya permisi" kata Gio dengan sangat sopan, sebelum pergi dia melirik wajah Ana sekilas.


" Pasti sedang berantam"kata Gio dalam hati

__ADS_1


__ADS_2