
Karin tersenyum puas melihat Dion yang terlelap, tubuh mereka sama sama dalam keadaan polos. Karin memang paling pandai untuk membuat Dion tidak berdaya.
Flashback
Karin terus saja menangis mendengar perkataan Dion. Dia menangis sampai sesegukan, Dion yang melihat hal tersebut merasa serba salah dia menatap Karin dengan perasaan iba.
" Apa mas akan mencampakkan aku begitu saja,apa ini balasan mas dengan apa yang sudah kukorbankan"
" Apa karena dia hamil mas jadi memilih dia daripada aku"
" Jawab mas jangan biarkan aku gantung begini, aku ini wanita aku butuh kepastian"Kata Karin yang terus saja sesegukan.
" Karin seperti nya aku mencintai Ana, aku ngakk tau kenapa tetapi hatiku berkata iya untuk dia"
" Apa? Jadi mas lebih memilih dia daripada aku???"
" Aku rasa kamu tahu jawabannya" kata Dion sambil menunduk, dia merasa menjadi laki laki pengecut. Dion pergi ke arah pintu dia ingin keluar untuk mendinginkan kepalanya.
__ADS_1
Karin berlari dan memeluk Dion yang hendak keluar.
" Honey jangan tinggalkan aku, aku akan mati aku gila, aku ngakk bisa"
" Please don't leave me" kata Karin dengan derai air mata .
Dion membalikkan badannya sehingga posisi mereka saling berhadapan. Karin menatap wajah Dion dan tanpa aba aba dia ******* bibir Dion dengan ganas.
Dion yang dari tadi pasif akhirnya terpancing ciuman Karin, apalagi saat Karin menuntun tangannya meremas buah dadanya.Karin berjalan mundur dan membawa Dion ke kamar tanpa melepaskan ciumannya
Dan akhirnya Dion kalah, kalah dengan setiap sentuhan agresif Karin, mereka akhirnya menikmati setiap sentuhan ciuman.Dion terhempas lemas di samping Karin, tubuhnya terkulai lemas setelah pelepasan.
__________________
Karin tersenyum puas melihat Dion yang terlelap, tubuh mereka sama sama dalam keadaan polos. Karin memang paling pandai untuk membuat Dion tidak berdaya.
Ponsel Dion berbunyi di kantong celananya yang tercampak begitu saja, dengan pelan Karin turun dari tempat tidur dan mengambil ponsel Dion.Karin melihat layar ponsel Dion dan ternyata itu adalah Ana yang melakukan panggilan vc pada Dion.
__ADS_1
" Ini kesempatanku untuk mendapatkan Dion sepenuhnya"
Karin berlari menuju kamar mandi dan segera menutup pintunya. Karin pun menggeser layar ponsel Dion untuk menyambung kan vcnya dengan Ana. Begitu Karin menggeser layarnya tampaklah wajah Ana dengan raut yang sangat terkejut.
" Hallo Ana"
" Mbak Karin " desis Ana dengan kagetnya apalagi saat melihat bagian atas tubuh Karin terbuka.
" Iya ini aku, lihat apa yang baru saja aku lakukan dengan suami mu" kata Karin sambil mengarahkan ponsel Dion ke arah seluruh tubuhnya yang dalam keadaan polos.
Ana segera mematikan ponselnya , dia sama sekali tidak kuat melihat semua terjadi.Karin tersenyum puas melihat Ana dengan cepat ia segera mengembalikan ponsel Dion kedalam kantong nya, ia takut kalau sampai Dion mengetahui apa yang baru saja ia lakukan.
_____________________________
Ana menangis sejadi-jadinya, dia menangkupkan wajahnya ke dalam bantal agar orang tidak mendengarkan tangisannya.
" Mana janjimu mas, kanapa kamu masih berhubungan dengan wanita itu. Apa perlakuan padaku hanya sandiwara, kenapa kanapa kau lakukan itu padaku mas"
__ADS_1
Ana hanya bisa berteriak dalam hatinya, dia tak mampu melampiaskan semua kekesalan hatinya.
" Ya Tuhan mengapa badai dalam rumah tanggaku tak kunjung berlalu, apa yang harus kulakukan , haruskah aku bertahan mendampingi suami yang memiliki wanita lain dalam hidupnya"