Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Kemarahan Sean


__ADS_3

Hiruk pikuk terjadi di Kantor Wiradmadja grup, kesibukan yang terjadi tidak lepas dari perkembangan yang cukup signifikan yang telah berkembang di berbagai sektor bisnis.


Bian Sang pemilik Wiradmadja grup mampu membuat perusahaan sang ayah berkembang jauh lebih besar. Perusahaan yang memang sudah cukup besar kini menjelma sebagai perusahaan yang menaungi ratusan ribu perusahaan dengan cabang yang hampir ada si setiap kota.


Sean begitu bangga dengan pencapaian yang di capai oleh sang kekasih bahkan kesuksesan Bian membuat ia menjadi salah satu wanita karir dengan barang barang keluaran yang cukup terbatas.


" Pagi Nona Sean, pak Bian ada di ruangan nya" kata Dea sang resepsionis yang sudah hatam dengan kedatangan Sean.


Sean berjalan sepanjang koridor dengan sapaan dan anggukan sopan dari para karyawan Wiradmadja grup. Ini adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi Sean, hanya saja mimpi terbesar untuk menikah dengan Bian belum bisa terlaksana..


Pintu untuk CEO pun terbuka tanpa Sean harus mengetuknya, ia tersenyum melihat sang kekasih yang hanya duduk diam tanpa melakukan aktivitas seperti biasanya.


" Kau pasti merindukanku" kata Sean membuka pembicaraan


Seketika mata bulat bening Bian langsung mengarah pada Sean, ia pun segera berdiri dan memeluk Sean dengan sangat erat. Berkali-kali Bian mencium bahu Sean seolah ia begitu rindu dengan wanita itu padahal mereka selalu bertemu dalam durasi yang selalu sama.


Menghabiskan waktu makan siang adalah rutinitas yang selalu mereka jaga, di tengah kesibukan keduanya Bian selalu menghampiri Kantor Sean dikala makan siang dan sekarang Sean yang melakukan nya.

__ADS_1


" Hei....apa kau begitu rindu??" tanya Sean keheranan karena Bian masih memeluk nya dengan erat bahkan Bian mencium leher kekasihnya itu beberapa kali.


" Sangat. .... Miss so" kata Bian dengan nada yang cukup serak disertai kesedihan yang terasa cukup mendalam.


" Really??? kita bertemu hampir setiap hari dan sungguh aneh kau masih merindukan aku" kata Sean


" Entahlah aku ingin selalu bersama mu"


Seanpun membawa Bian ke sofa yang berada di ruangan tersebut, ia duduk di atas kedua paha Bian seperti yang selalu ia lakukan.


Ada gejolak emosi yang dirasakan oleh Bian berkali kali ia mencium pipi, kening dan bibi Sean secara bergantian. Pada saat itulah Sean mengerti ada sesuatu yang telah terjadi dengan kekasih nya.


" Ada apa!!! katakan lah!! apa yang terjadi sayang??" tanya Sean sambil memandang mata Bian dan barulah ia menyadari bahwa mata Bian terlihat sendu dan hampir menitikkan air mata.


" Katakan Bian!! apa kau melakukan kesalahan!! apa kau kalah dalam tender??" tanya Sean dengan sangat penasaran namun Bian hanya menggeleng kan kepalannya.


" Tender bukanlah hal yang penting Sean, aku bisa kehilangan saja kehilangan ratusan tender tapi aku tidak bisa kehilangan seseorang yang penting dalam hidupku"

__ADS_1


" Aku semakin tidak mengerti Bian, jangan membuat ku bertanya apa yang sedang terjadi"


" Sean....mama sudah memilih wanita yang akan menjadi istriku" kata Bian dengan nada yang terasa sangat berat.


Sean mencoba mencerna apa yang dikatakan oleh Bian, antara percaya dan tidak untuk sesaat ia hanya bisa diam dalam pelukan Bian.


" Ini candaan sayang?? Apa kau marah padaku?? jangan membuat ku serangan jantung" kata Sean dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca.


" Kau menolaknya kan,??? kata Sean dengan nada yang sudah mulai emosional, sementara Bian hanya diam saja dengan tangan yang masih merangkul Sean.


"Aku tidak bisa mengatakan tidak Sean....aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan" kata Bian membuat Sean seketika berdiri dengan tatapan yang sangat tajam dan penuh kemarahan


" Kenapa?? apa susahnya mengatakan tidak!!!" bentak Sean, ia sama sekali tidak menyangka kalau Bian tidak bisa mengatakan tidak pada perjodohan yang sama sekali tidak di inginkan Bian.


" Aku....aku tidak mengatakan tidak karena aku tidak sanggup melihat air mata di wajah mama"


" Lalu bagaimana dengan air mataku Bian!!" kata Sean lagi

__ADS_1


__ADS_2