Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 122


__ADS_3

Jangan lupa like komen dan vote author ya


Happy reading


Dion tetap memeluk tubuh yang kedinginan itu, tubuh Dion terasa hangat karena bersentuhan dengan tubuh Ana yang sangat panas.


Entah kenapa setelah Dion memeluk Ana, tubuh Ana perlahan tidak menggigil lagi, Ana dapat tertidur lelap dalam pelukan Dikndalam keadaan tubuh yang hanya menggunakan dalaman.


Dion sangat merindukan aroma tubuh Ana yang sudah lama tidak disentuhnya, selama berpelukan dengan Ana tubuh Dion bergetar hebat menahan semua hasrat yang sudah lama dipendamnya.


Suhu tubuh Ana perlahan turun, ia sangat kelihatan tenang tidur dalam dekapan Dion. Dion memandang wajah istrinya itu dengan lembut ia mengelus rambut dan pipinya. Tubuh mulus milik Ana tampak terpampang jelas dalam pelukannya membuat junior miliknya tak dapat dikendalikan.


" Arghhh" Dion mengerang kesakitan lantaran benda tumpul miliknya berdiri tegak dari tadi.


"Sabar Dion jangan sampai kamu melakukan hal itu sekarang"


Dion berusaha memejamkan matanya, ia kembali tidur dengan posisi yang masih memeluk Ana.


____________________________________


Pukul 06.00 Ana terbangun dari tidurnya, ia merasa tubuhnya lemas dan tenggorokan terasa sangat kering. Ana membuka matanya perlahan dan ia sangat terkejut melihat suaminya memeluknya dengan bertelanjang dada.


" A...apa yang terjadi"kata Ana, matanya semakin membelak ketika mendapati tubuhnya hanya memakai pakaian dalam.Dengan cepat ia mendorong Dion hingga terjatuh ke lantai. Sontak saja Dion kaget.


" Kamu...kamu telah melanggar perjanjian kita" kata Ana dengan marah

__ADS_1


"Apa yang sudah kamu lakukan dasar laki laki brengsek" kata Ana dengan marahnya.


" Dengar dulu sayang, aku tidak melakukan apa apa"


Ana melempar semua bantal ke arah Dion, hatinya sungguh sangat kesal.


"Sayang aku berani sumpah, badan kamu sangat panas semalam, udah aku Kompress tapi tetap tidak turun akhir aku memutuskan untuk memelukmu agar suhu panas mu dapat transfer ke tubuhku"


" Jangan kamu cari alasan"


" Sayang aku ngakk bohong, lihat ini" kata Dion sambil menunjuk handuk kecil dan mangkuk yang berisi air.


" Jadi kamu tidak memperkosaku" kata


" Kamu bikin orang kesal saja" kata Ana yang segera beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi, tapi saat ia berdiri ia baru sadar bahwa ia hanya memakai dalaman. Wajahnya seketika merona dan menoleh ke arah Dion yang sama dengannya.


"Ngakk perlu malu sayang, aku sudah tau semua lekuk tubuhmu" kata Dion sambil memicingkan matanya.Ana segera menyambar handuk dan berlari ke kamar mandi sedangkan Dion hanya tersenyum simpul.


Selesai mandi Ana merasa kedinginan lagi, ia memang sengaja mandi dengan air dingin agar tubuhnya segera segar namun justru badannya kembali menggigil.


Ana terduduk di lantai kamar mandi dengan tubuh polosnya, ia bahkan tidak bisa untuk berdiri.Dengan suara menggigil Ana memanggil Dion untuk membantunya.


" Mas...." kata Ana dari dalam kamar mandi


" Ma....mas...tolongin Ana kemudian Ana merasakan kepalanya pusing dan berat.

__ADS_1


" Dion yang mendengar teriakan Ana segera menuju kamar mandi, namun pintu tersebut terkunci.


" Sayang buka pintunya"kata Dion panik ia bahkan bisa mendengar suara Ana yang sedang menggigil.


Dion terpaksa mendobrak pintu kamar mandi, dan ia sungguh terkejut melihat Ana yang terduduk dikamar mandi dengan tubuh yang menggigil.


Dion segera mengambil handuk dan memakaikannya pada Ana lalu ia menggendong Ana ke ranjang.


"Sayang kita ke rumah sakit ya" kata Dion sambil memegang kening Ana yang sangat terasa panas.


____________________________________


Ana membuka matanya, ia melihat sekeliling sungguh ia sangat bingung ia berada di tempat yang sangat indah. Ana berasa di sebuah taman yang begitu indah, di depan taman itu ada sebuah danau yang sangat kelihatan jernih dan tenang.


Mata Ana terbelak melihat sosok kedua orang tuanya dan anehnya Dion juga ada disana.Mereka mengobrol dengan hangat nya membuat Ana cemburu karena papa dan mamanya tidak memperhatikan nya.


" Pa, ma" Ana berlari ke arah mereka, sungguh ia sangat merindukan sosok orang tuanya.


Papa dan mama Ana hanya tersenyum, mereka menyambut Ana dengan pelukan erat kemudian Mamanya meraih tangan Dion dan menyatukannya dengan tangan Dion. Papa dan mama Ana tampak bahagia melihat Ana dan tanpa berkata apa apa kemudian mereka menghilang.


" Pa...ma..." Ana berteriak panik melihat papa dan mamanya menghilang dari hadapannya dan Dion.


Terimakasih buat yang udah like, komen, vote dan follow author ya.


See u to the next chapter

__ADS_1


__ADS_2