Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 241


__ADS_3

" Maaf aku terpaksa mengundurkan pernikahan ini" kata Lia. Saat ini mereka sedang duduk dikantin rumah sakit


" Apa kau masih ragu??" tanya Miko


" Bu...bukan hanya saja Sely pasti belum sembuh jika kita laksanakan pernikahannya Minggu depan" kata Lia menatap wajah Miko yang tampak jelas memancarkan kekecewaan


" Ta...Pi semua persiapan sudah dilakukan, apa aku harus melakukan pembatalan dan keluarga ku juga sudah bersiap siap untuk berangkat besok, apa aku harus mengecewakan mereka semua"kata Miko meminta pengertian dari Lia


" Ta ..Pi" kata Lia yang juga merasa sangat bersalah


" Aku rasa kita bisa melangsungkan pernikahan tanpa kehadiran Sely" kata Miko


" Aku hanya ingin semua keluarga ku bisa menghadiri acara pernikahan kita dan kau tau hanya mereka keluar ga yang satu satunya baku punya, aku tidak punya siapa siapa"


Seketika Miko terdiam, dia tahu bahwa dia juga tidak boleh menjadi egois.


" Hmmm baiklah, aku tidak bisa memberikan kepastian mungkin semua keluargaku akan merasa kecewa, aku akan mencobanya memberikan pengertian pada mereka" kata Miko


" Aku minta maaf ya..." kata Lia sambil memegang tangan Miko, ia memasang wajah sendu agar Miko bisa memahami keadaan nya


" Aku harap Sely tidak hanya alasan dibalik semua ini" kata Miko


"Aku berjanji setelah Sely sembuh dan keadaan kembali normal kita kan segera menikah"


" Baiklah sebaiknya aku pergi dulu" kata Miko sambil beranjak dari kursinya namun saat ia berdiri tiba tiba saja Lia memeluk nya dari belakang.


Seketika jantung Miko langsung berhenti dan berdegup dengan kencang, baru kali ini Lia berani memeluknya di tempat umum.

__ADS_1


" Kamu jangan marah ya..." kata Lia dibalik punggung Miko sementara Miko yang kegirangan karena dipeluk Lia membalikkan badannya dan menatap wajah gadis yang sudah berhasil membuatnya mabuk kepayang.


" Sudahlah... bagaimana aku bisa marah kamu sudah menyogok ku dengan pelukan mu"


Wajah Lia langsung memerah mendengar Miko menggoda nya.


" Bagaimana kalau sebelum pergi kita melihat dede Affseen??" kata Lia meminta persetujuan Miko


" Baiklah tuan putri, apapun untuk mu"


Akhirnya dengan bergandengan tangan Miko dan Lia menuju ruang bayi tempat Affseen dirawat. Saat itu Affsenn masih berada didalam tabung incubator, ia tampak tidur pulas dengan wajah imut yang menggemaskan


" Ah...lucunya" kata Lia dengan gemas, melihat Ekspresi Lia yang begitu gemas Miko jadi tersenyum


" Apa kamu sudah siap menjadi seorang ibu??" tanya Miko tanpa melepaskan pandangannya dari Lia.


"Aku tidak tahu..." kata Lia


" Huh.... baiklah tuan tampan terserah apa katamu" kata Lia yang sambil terus memperhatikan Affseen


" Hei...kau hanya sibuk memperhatikan Affsenn dan kau sama sekali belum menjawab pertanyaan ku"


" Iya. .. iya selama bersamamu aku kan selalu siap" kata Lia dengan mantap dan tanpa keraguan dan Miko jadi tersenyum mendengar jawaban dari Lia


" Apa kau puas??" tanya Lia


" Hmmm... belum sepenuhnya tapi akan kucoba untuk percaya" kata Miko

__ADS_1


" Ih... dasar..." kata Lia sambil menepuk dada Miko dengan pelan


" Aku mohon jangan sampai kau batalkan pernikahan kita ya" kata Miko yang mendadak jadi lebay


" Kok kamu berpikiran seperti itu sih, aku hanya minta diundurkan bukan dibatalkan tuan Miko" kata Lia memperjelas perkataan nya


" Kamu janji" kata Miko sambil menunjuk kan jari kelingking nya dan Lia melihat hal tersebut menjadi tertawa terpingkal pingkal melihat Miko yang mandadak berubah menjadi anak kecil.


" Ha...ha.... kamu ini seorang anak kecil saja" kata Lia


" Pokoknya kamu harus janji" kata Miko ngotot dan akhirnya Lia menuruti permintaan Miko.


-------------------------------------------------------------------------


Sementara dikediaman Wiradmaja...


Ana sibuk dengan ponselnya, ia tersenyum senyum melihat gambar Affsenn yang dikirim oleh Lia lewat ponselku.


Bulan ini kandungan Ana genap satu bulan , seharusnya dia yang lebih dulu melahirkan dari Sely tapi karena Sely mengalaminya kondisi dimana bayinya harus dikeluarkan lebih cepat dari seharusnya


Melihat foto foto Affsen yang begitu cantik dan mungil membuat Ana mengelus perutnya berharap bayi yang ada didalam kandungannya segera keluar.


" Ya Tuhan semoga semua baik baik saja"kata Ana sambil terus mengelus perutnya yang benar benar sudah membesar dan membulat sempurna.


" Mama ingin secepatnya bertemu dengan mu sayang" kata Ana lagi dan seolah mendapat respon tiba tiba Ana merasakan perutnya kembali mulas, sudah beberapa hari ini Ana merasakan kram dan mulas diperutnya dan menurut dokter hal itu adalah hal yang wajar dialami wanita hamil menjelang detik detik kelahiran sang bayi.


Ana berdiri dan membuka lemari, ia kembali melihat semua perlengkapan bayi yang dibeli nya sejak 2 bulan lalu mulai dari jamsuite bayi, topi, kaos kaki, bedong dan masih banyak lagi, entah kenapa saat melihat semua barang barang itu Ana menjadi sangat bersemangat.

__ADS_1


" Awwww" kata Ana sedikit mengeluh saat kembali merasakan kontraksi yang datang lagi dan kali ini ia merasa sakitnya bertambah.


Jangan lupa like,komen dan vote novel ini ya... karena dukungan kalian akan sangat berguna sekali bagi author


__ADS_2