
Ana dengan sabar menunggu Dion walaupun jam sudah menunjukkan tengah malam. Ana menjadi gelisah tak menentu,pasti Dion marah besar padanya.
Ting.......suara bel rumah tiba tiba berbunyi
Ana dengan sigap membuka pintu dan benar saja Dion ada dihadapannya dengan wajah dingin dan datar.
" Mas akhirnya mas udah pulang" Ana menyambut dan ketika Ana ingin mencium tangan nya Dion malah menepis tanganya.Ana terdiam dan mengikuti langkah Dion.
"Mas Ana siapin makanan ya, mas pasti lapar kan " kata Ana yang tak patah arang untuk membujuk suaminya.
" Aku ngakk lapar, kamu makan aja sendiri" jawab Dion datar.
" Dan mulai sekarang aku mau kita pisah kamar" kata Dion membuat Ana seketika meneteskan air mata.
" Mas, Ana tau ana salah tapi jangan hukum Ana sampai segininya mas" rengek Ana.
" Saya butuh waktu Ana untuk mencerna semua yang terjadi " kata Dion yang tak menyebut nya sayang lagi. Dion pun meninggalkan Ana dan masuk ke dalam kamar tamu.
__ADS_1
Ana terdiam, tatapan matanya menjadi kosong, air matanya tak henti mengalir dipipinya. Dengan langkah gontai ia pun masuk dalam kamar. Dipandanginya kamar yang menjadi tempat mereka dulu bercengkrama, sekarang kamar itu akan sepi tanpa kehadiran suaminya. Ana memandangi foto pernikahan mereka, hatinya hancur berkeping-keping, Ana terus saja menangis sampai akhirnya dia tertidur karena kelelahan.
Dion mencoba untuk menutup matanya namun tidak berhasil, dia gelisah badannya dari tadi miring kiri, miring kanan lurus dan duduk. Dia tak bisa sedikit pun memejamkan matanya, dia sudah terbiasa tidur memeluk istrinya. Dion dengan perlahan melangkah menuju kamar mereka.
Kreeeet pintu kamar terbuka, Dion melongok ke dalam kamar, ternyata Ana sudah tidur pulas. Dion memutuskan untuk kembali kekamat tamu, mencoba merebahkan tubuhnya di kasur empuk, dia pun memeluk guling membayangkan bahwa itu adalah Ana.
Tak bisa dipungkiri dia merindu kan gadis sederhana yang membuat nya jatuh cinta namun untuk saat ini hatinya masih belum bisa memaafkan Ana. Setelah hampir satu jam mencoba memejamkan mata akhirnya Dion berhasil tidur dengan posisi memeluk guling.
Sementara gadis yang bernama Vina sedang bingung di sebuah klinik, laki laki yang belum sadarkan diri itu ditemukannya di taman dengan kondisi berlumuran darah.
" Bagaimana sus keadaan pasien ini? " kata Vina kebingungan.
" Apa ibu istrinya?" tanya suster membuat Vina terkejut.
" Bukan sus, saya melihatnya di taman dengan kondisi berlumuran darah jadi tak mungkin saya meninggalkan nya begitu saya"
" Wah hati ibu mulia sekali, apa ibu sudah coba hubungi keluarga pasien??"
__ADS_1
" Bagaimana saya mau hubungi sus, saya ngakk bisa buka ponselnya, saya ngakk tau password nya sus"
" Ya udah ibu tunggu saja pasien sadar itu tak akan lama lagi kok".
" Baiklah terimakasih ya sus".
Vina memandangi laki laki dengan seksama,
ada begitu banyak pertanyaan yang muncul di benaknya.
" Apa yang terjadi dengan laki laki ini? apa dia dirampok? Ah tidak mungkin ponsel dan dompetnya masih utuh?.
Tiba tiba saja laki laki itu mulai membuka matanya membuat Vani sangat terkejut. Laki laki itu memandang sekeliling nya dan mencoba untuk duduk namun ia merasa tubuhnya sakit luar biasa.
" Aku di...dimana??" Vani mendekat dan mencoba memapah laki laki itu agar bisa duduk.
Jangan lupa like komen dan vote ya .....author sangat butuh like dan komentar kalian...
__ADS_1
Love you para readers...