Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 70


__ADS_3

Sudah sepuluh hari Dion dirawat dirumah sakit namun Dion belum juga sadar. Ana dengan setia menunggu Dion tak sedetikpun ia meninggalkan Dion.


Pagi itu Ana dan Shanty menjaga Dion sedangkan Aldi dan Ray harus mengurus perusahaan Wiradmadja group. Ketika Ana sedang sibuk untuk membersihkan badan Dion tiba tiba Ana dikejutkan oleh kedatangan Karin.


" Selamat pagi Ana" kata Karin dengan wajah tak bersalah.


" Mbak Karin ngapain mbak kesini??kata Ana dengan nada yang kurang suka, Kebetulan Shanty sedang ke kantin untuk membelikan beberapa makanan untuk dirinya dan Ana.


" Emang apa urusanmu?? Terserah saya dong mau datang atau enggak"! kata Karin dengan ketusnya.


" Btw kamu sekarang pasti udah senang kan secara kamu kan hanya pelayan di toko mama aku, dan sekarang kamu sudah jadi menantu Wiradmadja. Kamu pasti menikahi mas Dion hanya karena harta kan?? sindir Karin membuat mata Ana seketika membelak.


" Mbak maaf ya mbak ngakk pantas nilai saya seperti itu"


" Oh ya? Tapi kenyataannya benar kan?? kamu itu cuman wanita murahan yang hanya mengambil keuntungan dari pernikahan kalian"


" Mbak lebih baik mbak keluar deh saya ngakk mau lihat mba k disini!" kata Ana yang tidak tahan mendengar kata kata Karin.


" Berani beraninya kamu mengusir aku, emang kamu pikir kamu siapa??" kata Karin yang mengangkat tangannya hendak menampar Ana.


" Karinnn" tiba tiba saja Shanty muncul dengan membawa beberapa makanan di tangannya.

__ADS_1


" Mama" kata Karin yang kaget melihat kedatangan Shanty.


" Beraninya kamu menampar Ana, jangan kamu coba menyentuh menantuku"


" Ma,,,, sebenarnya Karin ,,,itu,,," Karin tergagap menjawab Shanty.


Tiba tiba saja pandangan Karin tertuju pada tangan Dion yang bergerak gerak.


" Ma tangan mas Dion bergerak" kata Karin yang mendekat ke ranjang Dion.


Dion pun perlahan membuka matanya dan mulai memandangi sekitarnya. Dengan cepat Shantypun memanggil dokter Fee yaitu dokter yang menangani Dion selama berada di rumah sakit.


Dokter Fee pun membuka oksigen yang menempel di hidung Dion. Selama pemeriksaan Dion tidak berkata apa apa, pandangan seperti orang yang sedang linglung.


" Puji Tuhan kondisi pasien sudah mulai stabil dan tekanan darahnya sudah normal. Untuk saat ini pasien harus banyak istirahat dan untuk bagian luka di kepalanya kita akan melakukan pengecekan ulang".


" Terimakasih Dok" kata Shanty


Ana yang melihat suaminya membuka mata begitu bahagia, sedangkan Dion dari tadi seperti orang bingung memandangi satu persatu mereka yang ada disitu.


" Ma kenapa Dion ada disini??" kata Dion kepada Shanty, mendengar hal tersebut Shanty, Ana dan Karin sedikit heran.

__ADS_1


" Kamu ngakk usah pikirkan itu nak, kamu sekarang harus banyak istirahat"kata Shanty.


" Sayang kapan kamu balik dari Paris??Kamu disini pasti mau jagain aku ya" kata Dion sambil melihat ke arah Karin.


" Eh...iy....iya mas" kata Karin sedikit takut.


" Ma dia siapa?? pembantu baru ya??kata Dion sambil menunjuk ke arah Ana.


Ana, Shanty dan Karin begitu terkejut mendengar ucapan Dion, pasti luka di kepala Dion menyebabkan Dion melupakan sebagian kejadian dalam hidupnya termasuk pernikahannya dengan Ana.


" Sayang kamu tidak ingat padaku??" tanya Ana dengan wajah sedih.


" Emangnya kamu siapa?? "kata Dion.


" Dion, Ana ini adalah istri mu kalian sudah menikah sekitar satu tahun yang lalu" kata Shanty.


" Ma jangan bercanda deh mentang-mentang mama tidak suka sama Karin jadi mama ngarang cerita" kata Dion


" Ga mas apa yang dikatakan mama Memeng benar" kata Ana berusaha meyakinkan Dion.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE AUHTOR YA.

__ADS_1


AUTHOR SANGAT BERTERIMA KASIH UNTUK YANG UDAH LIKE,KOMEN DAN VOTE AUHTOR YA.


__ADS_2