Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 125


__ADS_3

Sebelum baca jangan lupa like komen vote dan follow author ya beb.


Maaf jika ceritanya kurang menarik dan membosankan... Author harap dimaklumi


happy reading...


Ana terduduk di kursi taman, airmata sesekali mengalir dari mata indahnya.


" Maaf" hanya kata itu yang terucap saat Andra pergi meninggalkannya di cafe tempat mereka bertemu.


Ana duduk terdiam dipenuhi dengan rasa bersalah, ia seperti wanita yang begitu tega memberikan harapan kepada laki laki yang begitu baik padanya.


" Maafkan Aku mas Andra, aku harap suatu saat kamu akan menemukan orang yang tulus mencintaimu"


" Ana" tiba tiba seorang wanita paruh baya memanggil nya.


" Bu Tina???" Ana begitu terkejut melihat kehadiran mantan majikannya itu ada disana.


" Ibu apa kabar?? maaf ya Bu saya ngakk bisa hadir di pemakaman mbak Karin"


" Tak apa nak," kata Bu Tina jelas di wajahnya ada gurat kesedihan yang begitu mendalam bahkan ia tampak lebih kurus.


" Yang sabar ya Bu" kata Ana sambil memegang tangan Bu Tina.


" Iya nak, itu semua sudah kehendak Tuhan. Maafkan segala kesalahannya Karin apalagi saat ia merusak kehidupan rumah tanggamu dengan Dion"


" Ga apa apa Bu, aku sudah maafkan mbak Karin"


" Kamu memang wanita baik Ana, semoga kamu bahagia dengan Dion"


" Terimakasih Bu" kata dengan senyum tulus.

__ADS_1


" Ibu yakin kamu akan bahagia dengan Dion, dengar Ana setiap laki laki bisa saja melakukan kesalahan di masa lalunya tapi percayalah nak Dion Sangat mencintai mu. Ibu yakin kamu wanita bijak utang bisa melihat betapa besar cinta suamimu padamu"


Ana tersenyum mendengar kata kata BuTina,


___________________________


Dion tampak begitu tidak fokus dengan segala pekerjaannya, dia sudah beberapa kali menghubungi Ana namun Ana tidak merespon nya. Dion melihat jam ditangannya.


" Sudah 4 jam Ana keluar, apa saja yang dilakukan nya dengan Andra??"


Hati Dion berkecamuk, ia membayangkan hal hal yang biasa dilakukan oleh pasangan yang sedang berpacaran.


" Aduh betapa bodohnya kamu Dion ,mengapa tidak menyuruh orang untuk mengikuti Ana" kata Dion sambil menepuk jidatnya.


" Apa yang harus kulakukan sekarang, kemana aku harus mencari mereka" kata Dion, dia kemudian berjalan mondar-mandir di ruangan kerjanya.


" Aku bisa gila kalau begini terus lebih baik aku keluar" Kata Dion yang beranjak keluar dari ruangannya namun saat hendak membuka pintu ia sangat terkejut melihat sosok Ana ada dihadapannya. Tentu saja mata Dion langsung berbinar melihat wanita yang sudah membuatnya gelisah tak karuan.


" Sayang"


" Aku...aku mau mencarimu??"


" Mencariku???"


" Iya sayang aku begitu takut kalau Andra akan membawamu pergi "


" Hmmm akau kesini untuk per......" Ana sengaja memotong kalimatnya, ia ingin melihat reaksi Dion.


" Sayang kamu ngakk akan ninggalin aku kan??" kata Dion mulai panik.


" Maaf...." kata Ana dengan wajah tertunduk, seketika Dion merasa lututnya lemas, ia tak bisa membayangkan kalau Ana akan meninggalkan nya. Ana kemudian mendekat ke arah Dion dan memegang tangannya, kemudian ia berjinjit dan membisikkan sesuatu di telinga Dion.

__ADS_1


" Maaf...aku tidak bisa meninggalkan mu"


Mata Dion seketika berbinar mendengar ucapan istrinya, ia merasa jantungnya bergerak lebih cepat.


" Sayang" kata Dion sambil menerik tubuh Ana ke dalam pelukannya.


" I Love u sayang" Dion berbisik di telinga Ana.Dion melepaskan pelukannya dan menatap wajah Ana dengan bahagia


" Terimakasih kasih sayang"kata Dion sambil terus menciumi pipi Ana


" Udah ah mas" kata Ana yang sudah mulai merasa geli.


" Sekarang kamu milkkku seutuhnya" Dion mulai mencium leher mulus Ana, Dion merasa dirinya mulai tak terkontrol


" Mas nanti ada orang yang lihat"


Dion kemudian menghentikan aksinya,


" Sayang kita lanjutkan di rumah yuk" kata Dion dengan genitnya. Langsung saja Ana menjewer kuping Dion dengan geramnya.


" Dasar mesum"


" Sayang sudah lama sekali aku menahannya, kita pulang yuk terus buat anak deh"kata Dion


Seketika Ana diam saat Dion berbicara masalah Anak, ingatan akan kehilangan calon bayinya pun tergambar jelas di matanya.


" Aku belum siap mas" kata Ana tertunduk, airmata kembali menggenangi mata indahnya. Dion yang melihat hal tersebut langsung disergap rasa bersalah. Dua kembali memeluk Ana dan mengelus kepalanya dengan lembut.


" Sayang mas minta maaf, mas janji akan selalu menjagamu dan calon anak anak kita kelak"


" Benarkah???" Kata Ana sambil melepaskan pelukannya, dia menatap wajah suaminya.Dion langsung mengganguk pasti, ia lalu meraih dagu Ana dan mulai mendekatkan bibirnya.

__ADS_1


See u to the next chapter


__ADS_2