
Miko membiarkan Lia pergi begitu saja, ia tidak berusaha mengejar atau menahan Lia agar tidak pergi.Ia hanya terduduk dengan lesu sambil memijit keningnya karena ia merasa pusing.
" Ya ampun ternyata punya anak butuh perjuangan yang lebih besar" kata Miko sambil memijit mikir kening nya.
Ia akhirnya menghubungi Andra untuk meminta pendapat darinya setidaknya ia tahu apa yang harus ia lakukan selanjutnya.
Setelah menelan nomor Andra diponselnya, Miko langsung terhubung dengan Andra. Miko sengaja menggunakan Vidio call dengan Andra karena ia ingin sekali bertatap wajah dengan Andra.
" Halo Mik, Kok wajah kamu lusuh begitu??" kata Andra yang melihat wajah Miko yang seperti orang baru bangun tidur
" Ini gara gara sepupu kamu"kata Miko dengan ketus
" Ada apa?? jangan bilang kamu menyakiti Lia, kalau hal itu terjadi maka kau tidak akan kuampuni"
Miko akhirnya menceritakan kejadian yang ia alami selama Lia mengandung. Miko bukannya merasakan terbebani tapi ia hanya merasa kelelahan karena menghadapi dua pekerjaan sekaligus.
Andra bukannya simpati tapi dia tertawa terbahak bahak, kini Miko juga mengalami betapa sulit nya menghadapi istri yang sangat sensitif. Mendengar tawanya Andra membuat Miko menjadi kesal.
" Kamu ini kok makan tertawa sih Dra" kata Miko dengan ketus
" ha....ha...ha..Aku hanya geli saja... pantas saja rambut kamu acak acakan begitu" kata Andra yang masih saja tertawa
" Aku menyesal telah menghubungi mu, kalau kau hanya menertawakan ku lebih baik kau minta pendapat orang lain saja"
__ADS_1
" Baiklah... begini ya Mik, aku juga mengalami hal hal seperti itu, kita tidak lah jauh berbeda.
Andrapun menceritakan kisahnya dengan Sely, bagaimana Sely selalu minder dan selalu membandingkan dirinya dengan Ana.
" Pantas saja.. ternyata kamu juga mengalami hal yang sama seperti yang aku rasakan"
" Begitulah tapi sepertinya Lia lebih parah dari pada Sely dan sepertinya kamu harus tersiksa selama sembilan bulan ini"
" Jadi apa yang harus aku lakukan Ndra, kalau begini terus badanku bisa hancur dan remuk"
" Biarkan saja Lia seperti itu dulu, mungkin kalau dia sendiri pikirannya bisa sedikit tenang. Aku sarankan kamu harus lebih banyak sabar dan lebih peka, mengahadapi orang yang sedang hamil itu memang sulit karena mood mereka suka berubah ubah"
" Sekarang kamu lanjutkan tidur dan setelah itu kamu coba membujuk Lia" Andra.
" Selamat berjuang ya Miko"
Andra kembali tertawa dan Mikopun segera mematikan ponselnya agar dia tidak melihat Andra yang sedang tertawa.
Sementara Lia yang masih dalam keadaan menangis memilih untuk segera kembali ke Apartemen. Hatinya benar benar hancur saat Miko membentaknya.
Lia segera masuk ke kamarnya dan memukuli bantal untuk melampiaskan semua kekesalannya pada Miko.
" Kamu jahat...aku benci.." kata Lia sambil meremas remas bantal, ia membayangkan Miko sebagai bantal itu dan ia meremas remas tubuh Miko sampai kekesalan hatinya berkurang.
__ADS_1
Setelah hampir satu jam menangis, Lia menyadari bahwa semua yang ia lakukan semua sia sia. Yang membuat Lia bertambah kesal adalah ketika Miko tidak berusaha untuk mengejar atau menahannya keluar dari kantor Miko.
" Dia..dia.benar benar keterlaluan, aku begitu bukan karena keinginan ku sendiri" kata Lia yang berbicara pada dirinya sendiri
" Lebih baik aku menghubungi Ana, mungkin dengan bercerita hatiku akan sedikit lebih lega"
Liapun menghubungi Ana menggunakan Vidio call,dan begitu terhubung dengan Ana, Ana tampak sedang menyusui Bian kecil.
" Halo....Lia kok wajahmu sembab begitu?? apa kau menangis??" kata Ana
" Ana...Miko jahat...dia jahat sekali, aku benci padanya" kata Lia, airmata kembali membanjiri wajahnya.
" Coba ceritakan apa yang sedang terjadi??" kata Ana penasaran dan Lia semakin sesegukan menahan tangisnya
" Apa Miko menyakiti mu?? ayo ceritakan, jangan membuat ku semakin salah paham" desak Ana
Akhirnya Lia menceritakan semua kejadian yang terjadi selama satu minggu ini. Semuanya termasuk kebiasaan dirinya yang sering membangunkan Miko tengah malam dan segala keinginan selama ia hamil.
Ana menyimak setiap apa yang dikatakan oleh Lia dan menurut nya Lia memang berlebihan tapi ia juga tidak bisa menyalahkan Lia karena ia sedang hamil saat ini dan ia tahu wanita hamil lebih sensitif.
Jangan lupa like komen dan vote novel ini agar author semangat ya.
Buat yang penasaran tentang kisah Anthoni bisa langsung klik profil author karena novel Menikahiku season 2 sudah up loh...Love u
__ADS_1