Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 84


__ADS_3

Dion tiba di Bandara Pearson dan dia disambut oleh Ken salah satu orang kepercayaan di Kanada,. Ken langsung mengantar Dion ke apartemen Wiradmadja


yang ada otawa.


Sekitar satu jam berkendara dengan mobil yang dikemudikan Ken akhirnya mereka sampai di apartemen.


" Wellcome to Canada tuan, rapat dengan para dewan dereksi akan dimulai besok dan saya sudah menyusun semua jadwal bapak selama di Kanada"


" Terimakasih Ken, kira kira berapa lama jadwal saya disini??'


" Paling cepat dia Minggu tuan karena banyak yang harus diselesaikan dan peninjauan langsung dari bapak"


" Baiklah biarkan saya istirahat dulu"


" Baik pak saya Permisi dulu" kata Ken dengan sopan.


Begitu Ken pergi Ken langsung menghempaskan tubuhnya di kasur , badannya sedikit lelah karena perjalanan yang cukup jauh.


Dion merogoh kantong celananya dan mengambil ponselnya, lalu ia menekan gambar Ana


" Halo mas" kata Ana yang bahagia mendapat telfon dari Dion.


" Sayang mas sudah sampai di Kanada, kamu udah di rumah mama??"


" Syukur kalau mas sudah sampai, aku sekarang sudah di rumah mama. Ini Ana sedang tiduran di kamar"

__ADS_1


" Sayang aku merindukan mu"


" Mas bisa aja" kata Ana sambil tersenyum senang.


" Iya sayang kalau ngakk lagi hamil mas pasti sudah bawa kamu ke sini"


" Iya mas kamu baik baik disana jangan lupa jaga kesehatan ya"


" Iya sayang kamu juga harus jaga pola makan,makan yang banyak dan jangan capek capek ya"


" Iya mas"


" Ya udah mas istirahat dulu ya nanti mas hubungi lagi,,,dah sayang ,,,,,,ummmah..." kata Dion sambil mengakhiri telponnya


_______________


" Siapa ya, mungkin Ken" pikir Dion yang bergegas membuka pintu. Begitu pintu terbuka mata Dion terbelak karena sosok wanita yang ada dihadapannya


" Hallo honey" kata Karin sambil melambai tangannya


" Ka.... Karin"


" Iya Honey kamu pasti senang aku datang kak, aku sengaja datang untuk memberikan mu kejutan" kata Karin sambil melangkah masuk sedangkan Dion berdiri mematung di sebelah pintu


" Honey kamu kok bengong sih, sini" Kata Karin dengan gaya manjanya.

__ADS_1


"Darimana kamu tau aku disini???" tanya Dion datar, dia sungguh tak mengharapkan kehadiran wanita itu.


" Rahasia dong honey, tapi senangkan aku disini kita bisa menghabiskan waktu berdua disini tanpa ada gangguan"


Karin lalu masuk ke kamar Dion dan merebahkan tubuhnya, dia mambuka kemeja pink yang dikenakannya sebagai atasan.


Tubuh Karin tampak seksi dengan tank top hitam yang dipakainya. Sebagai laki laki normal tentu saja Dion merasa tertantang namun begitu mengingat Ana dia mencoba untuk tidak tergoda.


"Honey sini" kata Karin sambil menepuk ranjang.Dion pun berjalan mendekat ke arah ranjang.


" Karin sebaiknya kamu pergi aku ingin istirahat"


" Honey kita bisa kok istirahat berdua disini sekalian aku pijitin" suara Karin terkesan menggoda.


" Tapi aku ingin sendiri saat ini" kata Dion mencoba mencari alasan.


" Honey apa kau bermaksud mengusirku" kata Karin mendekati Dion yang duduk di tepi ranjang.


" Bukan begitu aku tak ingin mengkhianati Ana lagi" kata Dion jujur, sekarang dia tak dapat lagi membendung perasaan di hatinya.


Karin kaget dengan jawaban Dion, rencananya untuk menjadikan Dion miliknya sia sia.


" Jadi mas lebih memilih wanita itu daripada aku, setelah semua yang kulakukan dan ku korbankan mas lebih memilih wanita itu"


" Karin dengarkan aku, aku hanya...."

__ADS_1


" Cukup mas" kata Karin dengan air mata yang sudah berurai di pipinya.


__ADS_2