
" Jangan jangan Apa An??" ulang Lia lagi, ia penasaran dengan kelanjutan kalimat Ana.
" Apa kamu sedang datang bulan makanya kamu sensitif begitu??"
" Tidak, aku ngakk datang bulan kok, lagian kalau aku datang bulan aku ngakk sensitif kok, aku biasa aja" kata Lia membela dirinya.
" Jangan jangan dugaanku benar??"
" Kamu ini main tebak tebakan aja, kasih tau dong !!" kata Lia yang sudah mulai marah
" Tuh..kan marah lagi aku yakin kami pasti sedang..."Ana sengaja menggantung ucapannya dan benar saja rasa penasaran Lia semakin melunjak
" Sedang...apa sih!?" kata Lia sambil menjambak rambut nya
" Hamil???" kata Ana menjawab rasa penasaran Lia
Seketika Lia terdiam, dia mencoba mencerna satu kalimat yang diucapkan Ana barusan. Kalimat itulah hal yang paling ditunggu-tungunya selama satu tahun bersama Miko.
" Hamil??" ulang Lia kali ini ia menelan ludahnya.
" Iya, biasanya kalau orang hamil itu perasaannya lebih peka dan gampang marah tapi tergantung sih..tidak semua wanita hamil seperti itu.
" Aku ngakk tau deh Ana, sepertinya sih tidak" kata Lia
__ADS_1
" Kok ngakk semangat gitu sih, apa kamu sudah datang bulan bulan ini ya??" tanya Ana
" Belum sih, aku takut kecewa saja soalnya beberapa kali aku coba cek sekali negatif dan itu membuat ku sedikit trauma untuk taspack lagi"
" Ya ampun Lia, pernikahannya kalian baru seumur jagung, masak kamu udah nyerah gitu aja sih, aku yakin jika sudah waktu tepat pasti Tuhan akan memberikan kalian momongan"
Lia diam saja mendekat kata kata sahabatnya itu,
" Ayo semangat jangan menyerah, apa kamu tidak ingat saat aku mengandung dan keguguran?? rasanya begitu berat tapi lihat sekarang aku sudah membuat Bian"
" Iya juga ya.." kata Lia
" Ya sudah sekarang lebih baik kamu langsung tes, beli saja tespack yang bisa digunakan siang hari, dan untuk lebih akurat kami tes besok pagi"
" Semangat Lia, kalau gagal kan tinggal buat lagi dan buatnya juga ngakk susah, enak lagi" kata Ana sambil tertawa dan Lia juga tersenyum mendengar candaan sahabat nya itu.
Lia akhirnya menuruti saran dari Ana, ia kemudian mengaku taspack yang ada didalam lemari, ia memang sengaja membeli beberapa taspack untuk dirinya dan ia ingin sekali melihat dua haris di taspack tersebut namun setelah lulus kali mencoba hasilkan selalu negatif.
Terkadang Lia kecewa dengan dirinya sendiri, ia ingin sekali bisa memberikan keturunan untuk Miko dan satu tahun membina rumah tangga hal inilah yang paling dikhawatirkan nya meskipun Miko tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut.
Jujur saja Lia terbebani dengan hal tersebut apalagi ibu mertuanya selalu mengatakan keinginan untuk segera menimang cucu dari Miko.
__ADS_1
" Mama berharap bisa menggenggam banyak cucu dari kalian, kalian tau punya anak semata wayang itu tidak enak jadi mama minta kalian buat cucu yang banyak untuk mama dan papa"
Kamu kata itu seperti terdengar kembali di telinga Lia, ia ingin sekali mengabulkan harapan dari keluarga Miko.
Lia kemudian membuka taspack tersebut dan mencoba nya di kamar mandi. Ia sebenarnya tidak terlalu banyak berharap tapi karena perkataan Ana membuatnya penasaran maka ia pun m mencobanya.
Satu menit...dua menit, Lia begitu deg deg an dengan hasil taspack nya, dan di menit ketiga akhirnya muncul dua garis biru.
" Du...dua..." kata Lia sambil gemetaran memegang taspack yang ada ditangannya.
Lia mengedipkan matanya dan mengucek kucek matanya berulang kali dan ia kembali melihat dua garis biru di taspack tersebut.
" Ya Tuhan ini pasti mimpi" kata Lia sambil mencium pipinya.
" Awwww, ternyata ini bukan mimpi" kata Lia
Hatinya bergemuruh hebat, ia tak tahu harus apa, ia ingin melompat tapi takut kandungan nya goyang.
"Ya Tuhan Terimakasih" Lia terduduk di atas sambil menangis, ia kembali memandangi taspack tersebut.
" Ya ini dua garis dan itu artinya ada kehidupan lain didalam sini" kata Lia sambil memegangi perutnya.
Jangan lupa like,komen dan vote novel ini ya... karena dukungan kalian akan sangat berguna sekali bagi author.
__ADS_1