
Sudah 3 hari ini Ana bersikap diluar kebiasaan nya, setiap hari Ana akan berdandan dan merias dirinya agar kelihatan cantik tapi ketika Dion ingin menyentuhnya pasti Ana akan menolak dan hal ini membuat Dion sedikit tersiksa.
Bayangkan saja jika seorang suami bergairah melihat istrinya ketika sedang bersolek tapi tidak bisa menyentuhnya pasti akan menjadi suami yang sangat menyedihkan.
Seperti kebiasaan Ana selama 3 hari ini, Pagi ini Ana juga segera mandi dan merias dirinya sedemikian rupa dan untuk pagi ini Ana menggunakan dress pink selutut dengan motif bunga-bunga.
Ana kemudian duduk di meja riasnya untuk memoleskan beberapa makeup diwajahnya, mulai dari foundation, bedak padat, blush-on, eyeliner dan bahkan bulu mata.
Dion yang baru saja selesai mandi, melihat Ana sudah begitu cantik dengan penampilan nya membuat kelelakian nya langsung terbangun seketika.
" Ah...kenapa aku harus menahan semua ini dipagi yang begitu indah ini" Keluh Dion, hasratnya semakin terbakar saat melihat Ana memoleskan gincu merah dibibir nya. dan bibir itu langsung bertambah seksi dua kali lipat.
" Aku harus membujuknya, kalau tidak aku akan kehilangan konsentrasi dikantor"
Dionpun mendekati Ana dengan handuk yang masih terpasang di pinggangnya, ia pun mendekati Ana masih duduk di meja riasnya.
" Sayang" kata Dion sambil memegang bahu Ana
"Kamu cantik sekali di pagi hari yang indah ini" Dion sedikit menggombal untuk melancarkan aksinya
" Ada apa??" kata Ana yang sedang memperbaiki bulu mata palsu nya.
" Bian mana??"
" Sama Oma dan opa nya"
__ADS_1
" Yes" kata Dion dalam hati.
" sayang" kata Dion kemudian sedikit membungkuk dan mencium pucuk kepala Ana. Dari gelagat nya Ana tahu bahwa Dion menginginkan sesuatu darinya.
" Apa sih mas, sana ahh nanti aku muntah lagi" kata Ana berdalih
" Aku udah mandi loh sayang dan aku pakai sabun aroma lemon seperti yang kamu suka"
" Oh ya??"
Sejak tiga hari ini, Ana memang senang sekali dengan aroma yang berbau lemon mulai dari makanan, minuman, sabun , farfum, handbody dan semua yang berhubungan dengan Lemon.
" Sayang...jangan membuatku tersiksa seperti ini, aku melihat mu cantik setiap hari tapi mas ngakk bisa ngapa ngapain" keluh Dion dengan wajah memelas dan sungguh Ana menjadi iba melihatnya.
" Yesss" kata Dion dalam hati,
" Itu loh"kata Dion dan lucunya Ana seolah olah tidak tahu apa yang diminta Dion.
" Itu apa??"
Dion tak dapat lagi menahan dirinya, ia kemudian langsung menggendong Ana dan membawa nya keranjang dan menidurkannya disana.
" Hari ini kau akan menjadi milikku nona Ana, sudah berhari hari aku menahan semua ini.
Dion pun naik keatas ranjang dan iapun membuka handuk yang melekat di pinggangnya dan ia melemparnya begitu saja.
__ADS_1
" Bersiaplah aku akan menyerangnya mu" kata Dion
Tiba tiba saat hendak melakukan aksinya, pintu kamar mereka tiba tiba diketuk.
" Maaf nyonya, Bian menangis sepertinya dia ingin minum" kata Bi Ina
" Ma...ma...ma.." suara Bisa kecil menangis, sepertinya ia kehausan dan ingin minum Asi dari Ana.
Seketika milik Dion langsung lemas padahal sebelumnya Dion begitu semangat dan kali ini ia harus kecewa lagi.
" Maaf ya mas, aku ambil Bian dulu dan kamu lanjutkan pakai bajunya"
Anapun turun dari ranjang dan menuju arah pintu, ia membukanya dan melihat Via yang sedang asyik menghisap tangannya.
" Kasihan...sini sayang, Bian mau nen ya??"
Ana kemudian menggendong Bian dan mulai memberikan Asi padanya.
Sementara Dion hanya berdiri mematung dengan handuk yang masih melilit di pinggang nya.
" Mau minta jatah saja susahnya minta ampun" kata Dion sambil menggaruk kepalanya dan iapun akhirnya memilih untuk segera mengenakan bajunya daripada ia menunggu sesuatu yang belum jelas ia dapatkan.
Jangan lupa like komen dan vote novel ini agar author semangat ya.
Buat yang penasaran tentang kisah Anthoni bisa langsung klik profil author karena novel Menikahiku season 2 sudah up loh...Love u
__ADS_1