Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 123


__ADS_3

Sebelum baca Author ingatkan ya beb...


Jangan Lupa, like, komen dan follow author ya beb....


Happy reading....


"Mama...papa..." Ana berteriak saat melihat kedua orang tuanya menghilang.Ana membuka matanya dan ternyata dia sedang ada dikamar. Ana merasa tubuhnya remuk dan terasa lemas.


" Sayang kamu udah sadar" kata Shanty dengan penuh rasa khawatir.


" Hmmm Ana kenapa sampai bisa begini ma??"


" Mama ngakk tau sayang, saat Dion memanggil mama kamu udah tidak sadarkan diri, mama dan Dion panik lalu memanggil dokter untuk memeriksa kamu"


" Kata dokter kamu lemas karena kurangnya asupan makanan, mama ingat kamu ngakk makan dari semalam"


" Mama siapkan bubur dulu ya sayang, kamu tunggu sebentar"


Ana mengangguk dengan perlahan , matanya sibuk mencari sosok Dion yang sedari tadi tidak dilihatnya.


"Dasar suami ngakk peka masa istri sakit malah ditinggal"


Tiba tiba saja Dion datang dari luar kamar,


" Sayang kamu udah sadar" rona wajah Dion tampak begitu bahagia.


" Hmmm kamu dari mana aja??? jangan jangan ketemu sekretaris baru itu ya ??" kata Ana denga ketus, ia menatap tajam Dion seolah olah hendak membunuhnya.


" Sayang mas pergi ke apotik untuk tebus obat kamu yang diresepkan oleh dokter Irwan" kata Dion sambil menunjuk kan kantong plastik berisi obat.

__ADS_1


" Benarkah??"


" Sayang, untuk kali ini mas minta kepercayaan kamu. Helen itu tak bisa dibandingkan dengan dirimu"


" Tak bisa dibandingkan apa maksud mas berkata begitu??" kata Ana meminta penjelasan.


" Kamu itu segalanya buat mas, apapun akan mas lakukan agar keluarga kita kembali utuh"


Ana terdiam dengan kata kata suami nya, Dion lalu mendekat dan duduk di sebelah Ana yang sudah terduduk di tepi ranjang.


" Sayang maafkan mas udah buat kamu kesal karena Helen, sebenarnya Helen itu adalah karyawan mas di salah satu cabang perusahaan yang ada di Bogor"


" Jadi kenapa dia datang ke kantor mas dan jadi sekretaris mas??"


" Itu hanya pura pura, mas hanya ingin mengetes kamu. Mas ingin tau apakah kamu cemburu kalau mas dengan wanita lain"


" Ih...mas keterlaluan" Kata Ana sambil mencubit perut Dion.


" Awwww... sakit sayang" kata Dion sambil mengusap perutnya.


" Itu hukuman untuk suami yang suka cari gara gara"


Dion tersenyum melihat Ana, sungguh hatinya bahagia melihat Ana sudah mulai respek padanya. Dion menyentuh kening Ana untuk memastikan dia tidak demam lagi.


" Sepertinya kamu ngakk panas lagi"Kata Dion sambil memegang kening Ana.Ana menatap Dion , seperti nya suaminya sangat mengkhawatirkan keadaan nya. Tanpa sengaja pandangan Dion tertuju pada mata indah Ana, pandangan mereka saling terkunci, pandangan pasangan itu bertemu seolah menjelaskan sesuatu yang kadang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.


Dion meraih dagu Ana dan mendekatkan wajahnya dengan Wajak cantik milik Ana. Denga perlahan Dion mendekatkan bibirnya dengan lembutnya kali ini Ana tidak melakukan penolakan, ia bahkan memejamkan matanya saat bibir Dion hampir menyentuh bibirnya. Bibir yang sudah lama tidak bertemu itu akhirnya saling bersentuhan, namun baru beberapa saat tiba-tiba .....


" Sayang ka...." ucapan Shanty berhenti saat melihat anak dan menantunya itu saling berpangutan.

__ADS_1


" Ya ampun kayaknya waktu masuknya salah nih"


Ana dan Dion langsung melepaskan ciuman, wajah Ana berubah merah mengetahui ibu mertua masuk kamarnya.


" Dasar kalian ini bikin Mama malu aja, Dion ini bubur untuk Ana kamu suapin Ana ya, mama keluar dulu" Kata Shanty sambil menyerahkan nampan berisi bubur untuk Ana.


Wajah Ana merah seperti kepiting rebus, Dion yang melihat itu langsung merasa gemas.


" Ih...wajah pucat kamu kok bisa jadi merona gini??" kata Dion sambil mencubit pipi Ana denga gemas.


" Ini semua karena mas, bikin Ana malu aja"


" Bukannya kamu suka??" kata Dion sambil menggoda Ana.


" Ih...mas" kata Ana sambil memukul dada Dion, dia menyandarkan wajah di dada bidang itu. Ana merasa nyaman dan bahagia z dia kembali teringat pada mimpinya, dia ingat saat almarhum mama dan papanya menyatukan tangan mereka.


Dion merasa bahagia saat Ana menyenderkan kepalanya ke dadanya, Dion mengelus rambut Ana sambil mencium pucuk kepala Ana beberapa kali.


" Nah sekarang waktunya makan"


" Tapi Ana ngakk lapar mas mungkin gara gara cairan infus ini"


" Tapi sayang dari tadi malam kamu belum makan, jadi sekarang kamu harus makan supaya tenaga kamu kembali pulih" kata Dion dan mulai menyuapi Ana.


Terima kasih yang beb, buat yang udah like, komen , vote, dan follow author ya....


Love you ya beb....


See u to the next chapter

__ADS_1


__ADS_2