Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 259


__ADS_3

Dion yang sedang menunggu Ana diruang tunggu mulai bosan karena tidak seperti biasanya Ana biasa selalu bergerak cepat karena bisa meninggalkan Bian terlalu lama.


" Oekk......oekkk" Bian mulai menangis dan mulai menghisapnya tangan mungilnya, kelihatan nya Bian ingin menyusu


" Sabar ya sayang mama lagi di toilet"kata Dion sambil mulai mengayun ayunkan Bian dalam gendongannya nya.


" Kenapa Ana lama sekali ya" kata Dion


Bian menangis semakin kuat membuat Dion semakin panik dan akhirnya ia memutuskan untuk menyusul Ana ke toilet.


" Sabar ya sayang, bentar lagi kita sampai, Anak papa haus ya" kata Dion sambil mempercepat langkahnya.


Belum lagi Dion sampai di toilet Dion meliputi pemandangan yang membuat hatinya remuk, ia melihat Ana yang sedang bersama dengan Anthoni dan tampaknya Ana tersenyum dan Anthony juga begitu.


Dion mempercepat langkahnya dan menghampiri keduanya.


" Ternyata kalian disini" kata Dion dan seperti nya wajah Ana langsung berubah ada raut ketakutan dan kecemasan disana


" Mas" kata Ana


" Oekkkk...." Bian menangis lagi dan Ana segera mengambil alih sang bayi.


Dion menatap Anthoni dengan tatapan tidak suka, dia benar benar sudah mengganggu ketenangan rumah tangga Ana dan Dion.

__ADS_1


" Kau...masih saja mengganggu Ana, apa maksud dan tujuanmu??"


Nada suara Dion sudah meninggi, ia mengepalkan tangannya pertanda ia sudah. dipuncak kemarahannya.


" Santai saja, aku hanya tidak sengaja bertemu dengan Ana"


" Aku tidak percaya pada laki laki bajingan seperti kamu" kata Dion lagi


" Sudahlah mas, Anthoni tidak bersalah dan ia hanya ingin minta maaf" kata Ana yang berusaha menenangkan Dion


" Itu betul Dion, aku minta maaf karena pernah memisahkan kalian, aku egois dan aku benar benar minta maaf".


Untuk sesaat Dion tidak percaya dengan kata kata Anthoni tapi saat melihat wajah dan sinar matanya sepertinya Anthoni tulus.


" Aku tau kalau kau akan sulit percaya dan aku hanya mau bilang kalau Aku kalah...aku kalah ....aku tidak akan pernah bisa memiliki Ana. Cinta Ana hanya untukmu apalagi sekarang kalian telah memiliki seorang bayi"


Dion terdiam sekarang ia sudah mulai percaya bahwa Anthoni sudah mulai menyesali segala perbuatannya.


" Aku kalah Dion dan kamulah pemenang nya, aku berharap kalian akan bahagia dan selalu baik baik saja"


Dion akhirnya bisa bernafas lega, untuk kali ini ia bisa percaya.


" Tidak ada yang kalah atau menang Anthoni, hanya saja takdir yang menyatu kan aku dan Ana. Aku sangat yakin kau pasti akan menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya, ada banyak cinta yang siap menunggu mu. Kau tidak perlu hidup dalam bayangan masa lalu" kata Dion

__ADS_1


" Well seperti yang kamu katakan benar dan aku berharap cinta memang masih ada untukku. Baiklah sekali lagi selamat"


" Kalau begitu aku permisi" kata Anthoni yang hendak pergi namun sebelum pergi ia mengucapkan sesuatu


" Jangan pernah menyakiti Ana, kalau kau sampai melakukan itu aku akan segera datang untuk mengganti kan dirimu"


Anthoni pun akhirnya berlalu pergi sambil melambaikan tangannya sementara Dion dan Ana hanya mampir terdiam dan menatap punggung Anthoni yang semakin menjauh.


" Maaf ya mas" kata Ana setelah kepergian Anthoni dan Dion langsung memeluk Ana dengan erat.


" Jangan pernah berpikir untuk meninggalkanku" kata Dion


"Kenapa?? apa kamu takut??" tanya Ana


" Tentu saja, kalian adalah yang paling berharga yang pernah aku miliki dan kalau kau sampai pergi maka aku akan mati"


" Ha....ha.... kau terlalu berlebihan sayang, aku tidak akan mungkin meninggalkan dirimu, kau dan Bian adalah hal yang penting dan berharga dalam hidupku.


Tiba tiba saja mereka mendengar bahwa pesawat mereka akan segera melakukan penerbangan.


" Ya ampun ayo kita segera masuk sebelum kita ketinggalan pesawat" kata Dion, ia menggenggam tangan Ana dan menuntunnya ke pesawat yang akan membawa mereka kembali ke Jakarta.


Jangan lupa like,komen dan vote novel ini ya... karena dukungan kalian akan sangat berguna sekali bagi author.

__ADS_1


__ADS_2