Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 91


__ADS_3

Begitu sampai di pintu kamar, dia berhenti dan menatap pintu kamar itu, ada kecemasan, Kesedihan dan penyesalan yang bercampur aduk.


Tok tokk


Dion mengetuk pintu namun Ana tidak merespon ataupun membuka pintu. Dion pun membuka pintu kamar tersebut namun pintu itu terkunci.


" Sayang buka pintunya ini aku" kata Dion sambil mengetuk pintu namun Ana juga tidak merespon nya.


" Sayang, buka pintunya aku mohon" kata Dion yang terus memohon.


" Sayang kalau kamu tak mau bikin buka aku akan dobrak"kata Dion mengancam.


Akhirnya Anapun membuka pintu kamarnya karena khawatir Dion akan mendobraknya.Dion begitu lega melihat wajah yang selama ini ia rindukan, begitu melihat Ana ada dihadapannya dia langsung memeluk nya.


" Sayang maafkan aku" kata Dion sambil terus memeluk Ana namun Ana hanya diam tanpa merespon Dion


" Lepaskan aku" kata Ana datar namun jelas tergurat kesedihan yang mendalam di wajahnya.


Dion pun melepaskan pelukannya dan menatap wajah Ana. Wajah yang dulu selalu ceria kini kehilangan auranya kini wajah itu berubah menjadi pucat dan tak ada semangat.

__ADS_1


" Sayang" kata Dion sambil memegang wajah Ana yang terasa dingin.


Ana segera menepis tangan Dion dari wajahnya.


" Aku mohon tolong mas keluar aku sedang tidak ingin bicara" kata Ana tanpa menatap Dion bahkan ia memalingkan wajahnya dari wajah tampan itu.


" Tapi sayang mas ingin bicara, ma,,,,"


" Keluar mas, Ana ngakk ingin mendengar penjelasan apapun"


" Baiklah mas akan tunggu sampai kamu mood bicara dengan mas"


Ana menangis dan menangis sungguh ia sangat muak dengan semua sifat Dion yang sering berubah. Ana membaringkan tubuhnya diatas kasur dan mencoba memejamkan matanya mencoba untuk melewati setiap hal sulit dalam hidupnya.


" Ya Tuhan semua ini terjadi pada hidupku ,setelah perselingkuhan suamiku aku juga kehilangan bayiku"


Ana lalu bangkit dan meringkuk di atas tempat tidur, ia membenamkan wajah di kwdua lututnya. Dalam hidupnya hanya airmata yang selalu menjadi temanya, hanya kesedihan dan keterpurukan.


_______________________________

__ADS_1


Pagi ini Dion sengaja cepat bangun, ia bergegas mandi dan berpakaian rapi. Setelah rapi Dionpun keluar dari kamar, sambil berjalan ia memandangi kamar Ana. Dion berhenti dan ingin masuk ke dalam namun ia segera mengurungkan niatnya.


" Mungkin Ana sedang di bawah menyiapkan sarapan"


Ana memang selalu senang membantu Bu Ina itu sebabnya semua keluarga sangat menyayangi dan mencintai Ana


Dion dengan semangat turun ke bawah, sesampai disana Dion hanya melihat Bi Ina yang menyiapkan sarapan di atas meja.


" Pagi Bi" kata Dion sambil tersenyum


" Eh... pagi den Dion maaf bibi ngakk perhatiin den tadi"


" Kok bibi sendiri biasanya Ana selalu bantuin bibi nyiapin sarapan??


Raut wajah Bi Ina langsung berubah drastis, ia mendadak sedih dan tertunduk.


" Kenapa bi??


" Den Dion semenjak Ana kehilangan bayinya dia tak pernah lagi bantuin bibi, tiap hari dia hanya menangis bibi kasihan melihat dia Den. Jadi saran bibi den harus tetap disamping non Ana sampai dia pulih total"

__ADS_1


Dion terdiam dan juga tertunduk, dalam hati ia sungguh menyesal atas kelakuannya. Dion lalu naik ke lantai atas dan kembali membuka kamar Ana dan kali ini kamar itu tidak terkunci.


__ADS_2