Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Lanjutkan...


__ADS_3

puluhan tahun kemudian....


" Ma...aku ingin menikah dengan Sean..." kalimat itu keluar dari bibir Bian di usianya sudah menginjak 28 tahun.


" Apa ?? Sean?? gadis modis itu??" tanya Ana sang ibu yang sedang menyiapkan sarapan di pagi itu, hatinya sangat bertentangan dengan wanita yang bernama Sean itu.


" Kenapa ma?? Sean itu wanita cantik, cerdas dan termasuk juga wanita kalangan atas" kata Bian sambil memasukkan potongan roti bakar keju ke mulutnya.


" Entahlah Bian...mama rasanya kurang setuju, mama ingin wanita yang lebih Kalam" kata Ana


" Ma... sudahlah aku rasa aku cukup pantas untuk menikah, aku ingin menikahi sean kata Bian dengan nada yang tegas, seperti nya keputusan itu sudah bulat


" Mama tidak setuju Bian, mama ingin kamu menikahi wanita pilihan mama" kata Ana


" Ma....ini jaman milenial apa mama masih ingin mempertahankan jaman perjodohan, ini sungguh bertentangan dengan prinsip anak muda jaman sekarang"


Ana hanya bisa menarik nafas mendengar perkataan putranya, bukannya ia tidak mau tapi entah kenapa hati Ana tidak menyambut kehadiran Sean dalam kehidupan putranya.

__ADS_1


" Lihat mama Bian, aku dan papamu menikah kerena perjodohan dan bisa kamu lihat kami hidup bahagia bersama kalian"


" Sudahlah ma.... ijinkan Bian memilih jodoh Bian sendiri"


" Tapi...." belum selesai Ana berbicara tiba tiba saja Dion muncul dan menjadi penengah antara ibu dan anak itu.


" Ini ada apa sih!!! pagi pagi sudah ribut"


" Katanya Bian ingin menikah dengan Sean" kata Ana dengan nada mengadu seperti nya ia ingin meminta pembelaan kepada suaminya.


" Apa itu benar Bian??" tanya Dion pada anaknya


Dion juga hanya bisa diam mendengar permintaan Dion, ia tidak bisa memilih diantara anak dan juga istrinya. Dion sudah sangat tahu bahwa Ana tidak bisa menerima Sean dengan alasan insting seorang ibu.


" Mas ....aku tetap tidak setuju" kata Ana yang tetap dengan pendiriannya.


" Mama sudah punya calon...dia baik, pandai dan sangat menghormati orang tua, mama ingin kamu menikahinya" kata Ana.

__ADS_1


Untuk pertama kalinya Bian tidak mengiyakan keinginan sang ibu, ia malah pergi dan meninggalkan orang tuanya di meja makan tanpa menyentuh sarapan yang disiapkan oleh Ana.


" Bian" kata Ana setengah berteriak tapi Bian malah pergi begitu saja.


" Anak itu" kata Ana sambil mendengus kesal


" Sudahlah....Bian berhak untuk menentukan jodohnya jangan mengekang nya sayang..." kata Dion


" Ini masalah masa depan Bian mas, aku tidak ingin Bian jatuh ke tangan orang yang salah...aku ini seorang ibu"


Dion hanya bisa menarik nafas panjang karena masalah ini tidak kunjung selesai selama beberapa bulan terakhir ini. Hubungan Keluarga yang dulunya hangat kini berubah menjadi dingin karena tidak adanya Restu dari Ana untuk permintaan anak sulungnya itu.


Hai.... readers semua Author berencana untuk membuat cerita anak anak Dion dan Ana dalam sebuah judul baru.


Jika memang respon nya cukup bagus maka author akan melanjutkan dengan cerita yang cukup ringan dan sesuai dengan fantasi author ya....


Author sangat menghargai semua dukungan dari para readers semua dan author sangat berterima kasih jika ada masukan tentang lanjutan cerita ini.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like, komen dan juga follow dari para author semua, maaf jika tidak bisa menulis cerita yang begitu hebat seperti para author lain.


__ADS_2