
Dion merasa tubuh Ana semakin dingin ketakutan Dion pun menjadi jadi, dia tak mau kehilangan istri yang sudah mengorbankan nyawa demi dirinya.
" Tuhan tolong selamatkan istriku" rintih Dion. Tak berselang berapa lama mereka pun sampai dirumah sakit terdekat, melihat kedatangan Dion para perawat segera melarikan Ana ke ruang UGD. Dion pun segera mengikuti para perawat yang membawa istrinya.Sesampai di ruang UGD Dion ingin ikut masuk namun dokter melarangnya.
"Maaf pak, silahkan tunggu di luar"
" Tapi pak saya mau lihat keadaan istri saya, tolong ijinkan saya masuk Dok" kata Dion sedikit memohonkan.
" Tidak bisa pak, bapak tunggu diluar kami akan segera menangani istri bapak"
" Tolong lakukan yang terbaik untuk istri saya, selamatkan nyawanya dok, saya mohon" kata Dion dengan berurai air mata.
" Baik pak kami pasti melakukan yang terbaik bapak berdoa saja agar istri bapak baik baik saja" Kata dokter Tian.
Selama menunggu diluar ruangan Dion menjadi sangat gelisah dan ketakutan, dia sangat takut kehilangan Ana. Dia terus berdoa agar Tuhan memberikan pertolongan kepada Ana.
Selama satu jam Ana mendapat penanganan dari pihak rumah sakit, tubuh Ana diberikan cairan infus dan alat bantu pernafasan karena kondisi jantungnya lemah akibat banyak kehilangan darah.Dion yang menunggu di luar semakin tidak sabar menunggu dokter yang menangani istrinya. Dion dari tadi mondar mandir, duduk , berdiri terkadang ia mengintip ruang UGD ingin melihat Ana namun usahanya sia sia.
__ADS_1
Tak lama kemudian Dokter Tian pun keluar, Dion yang melihat dokter keluar langsung menghampirinya.
" Dok bagaimana keadaan istri saya Dok" kata Dion yang tidak sabaran.
" Ayo bapak kita ke ruangan saya" kata Dokter sambil berjalan menuju ruangannya. Setelah sampai di ruangan pribadi dokter Tian, dokter tersebut pun menjelaskan kondisi Ana
" Begini pak kondisi istri bapak saat ini bisa dikatakan kritis, dia sangat banyak mengeluarkan darah dan luka sobek pada perutnya lumayan dalam namun tidak sampai melukai lambungnya"
" Apa yang harus saya lakukan Dok agar istri saya segera membaik" kata Dion yang sangat sedih mendengar penjelasan dokter Tian.
" Begini pak, karena istri bapak sangat membutuhkan banyak darah, golongan darah istri bapak adalah O kebetulan di rumah sakit ini hanya tersedia satu kantong dan mungkin istri bapak butuh 3- 4 kantong.Mungkin keluarga bapak ada yang golongan darahnya sama supaya bisa kita jadikan donor"
" Oke bapak segera hubungi agar kondisi istri bapak segera membaik dan segera melalui masa kritis nya.
Dengan langkah seribu Dion menghubungi ibunya dan Gio untuk segera mencari kan darah untuk Ana.Shanty yang mendengar menantu kesayangannya masuk rumah sakit dan buruh donor darah langsung panik dan bergegas menuju rumah sakit tak lupa ia mengajak Aldi( suaminya) , Ray dan beberapa orang asisten rumah tangga nya.
Aldi, Shanty dan beberapa ART pun segera bergerak cepat, dengan segera mereka pun segera menuju rumah sakit tempat Ana dirawat.Begitu sampai mereka segera menemui Dion yang sedang duduk dengan wajah yang terlihat sangat terpukul. Shanty dan yang lainnya pun segera menghampiri Dion untuk mengetahui keadaan Ana.
__ADS_1
" Nak, bagaimana keadaan istrimu" kata Shanty dengan cemas.
" Ma..." kata Dion sambil memeluk ibunya.
"Kanapa nak, apa keadaan Ana parah" tanya Shanty lagi.
" Ma saat ini Ana kritis dia banyak kehilangan darah karena luka tusukan di perutnya" kata Dion yang kembali meneteskan air mata
" Siapa yang berani berbuat begitu pada menantuku" tanya Shanty dengan nada sedikit marah.
" Iya kak, siapa yang berani menusuk kakak ipar" tanya Ray yang juga penasaran.
" Itu tidak penting sekarang, Ana sedang membutuhkannya darah O agar kondisi segera membaik" .
***Hi para readers, terimakasih atas semua DUKUNGAN yang telah para readers berikan..
Jangan lupa mampir juga di novel kedua saya
__ADS_1
PRINCE FOR AN ICE PRINCESS. Jangan lupa like komen dan vote author ya***.