Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 191


__ADS_3

" Ah....aku begitu merindukan tempat ini" kata Ana sambil berkeliling di toko Ana Bakery miliknya. Sudah hampir dua bulan ia tidak menginjak toko itu, bagai panas satu tahun yang diguyur hujan satu jam kerinduannya begini terobati melihat toko yang sudah bertambah maju pesat.


Para karyawan yang melihat kedatangan Ana langsung menyambut majikan yang baik hati itu.


" Wah Bu Ana dari mana saja, kamu begitu merindukan ibu??" kata Salah satu karyawannya.


" Maaf ya teman-teman saya sedikit kurang fit belakangan, dan aku benar benar merindukan kalian dan tempat ini"


" Kamu juga Bu, apa sekarang ibu sudah baik baik saja??"


" Begitulah" kata Ana tersenyum senang


" Aku mau kedapur dulu" kata Ana denga. semangat nya namu Dion segera mencegah nya.


" Eit.... tunggu dulu, kamu harus ingat janjimu padaku, kau tidak boleh kedapur dan berdekatan dengan adonan"


" Ya ampun sebentar aja mas, aku hanya ingin mencium aroma roti yang sudah dipanggang" kata Ana sedikit memohon


" Mas bilang tidak" tegas Dion


" Mas ayolah...lagian ini keinginan anak kita"kata Ana sambil menengadah kedua tangannya sambil menunduk kan kepalanya di hadapan Dion


" Kamu memang paling pintar merayuku, baiklah hanya 5 menit saja dan ingat jangan coba coba memegang adonan"


" Iya mas aku janji"


" Pergilah aku tunggu disini saja"


" Ok. terima kasih ya mas" kata Ana sambil mencium pipi Dion dihadapan semua karyawan toko.

__ADS_1


Sontak saja wajah Dion langsung memerah, selama menikah Ana tidak pernah menciumnya dihadapan umum seperti itu.Dion hanya bisa menggelengkan kepalanya karena sikap istrinya itu namun dihati kecilnya ia sangat bahagia, hal hal kecil yang dilakukan Ana membuat nya merasa dicintai.


Ana pun langsung menuju dapur toko, melihat kedatangan Ana para juru masak langsung mengangguk hormat pada Ana.


" Selamat pagi Bu Ana"


" Pagi semua, kalian bekerja begitu sangat keras terimakasih berkat kalian semua toko ini sudah jauh lebih berkembang"


" Sama sama Bu, kamu juga para karyawan Sangat senang bekerja disini karena ibu sangat baik dan menghargai kami"


" Oh ingin rasanya aku mengadon adonan lagi" kata Ana begitu bersemangat namun begitu mengingat janjinya Ana hanya bisa tertunduk lesu


" Tak apalah yang penting rasa rinduku sudah terobati, sebaiknya aku segera pergi sebelum mas Dion menjadi marah"


Begitu sampai dikantor Ana tiba tiba saja merasa sangat kelelahan, semenjak dirinya dinyatakan hamil Ana sangat mudah lelah, moodnya sering sekali berubah ubah.


" Kamu capek ya sayang"


" Lebih baik kamu istirahat ya,"


" Iya mas"


" Lebih baik kamu istirahat di ruang rahasiaku"kata Dion sambil memencet tombol ruang rahasianya


"Aku tidak mau mas" pekik Ana


" Loh kenapa??"


" Kalau aku diruangan itu, aku selalu ingat perselingkuhan mu dengan Karin. Aku tidak mau disana" kata Ana dengan ketus

__ADS_1


" Baiklah sayang, aku yang salah, aku minta maaf ya???" kata Dion sambil membujuk istrinya


" Aku sakit hati setiap mengingat kejadian itu, aku benar benar sangat membencimu saat itu"


Dion langsung merasa bersalah mengingat masa lalu yang membuat rumah tangganya di ujung kehancuran


" Aku minta maaf ya sayang" kata Dion sambil memeluk Ana


"Mas jangan coba coba selingkuh lagi, aku akan membunuhmu jika kamu melakukan nya, aku akan pergi dan tidak akan pernah kembali"


" Tidak akan sayang, aku begitu mencintaimu dan calon anak kita"


Ana dan Dion saling menatap dan saling berpelukan, Dion kemudian menempelkan bibirnya dengan lembut.


Tiba tiba saja saat mereka berciuman, Gio membuka pintu dan betapa kagetnya ia melihat dua sejoli sedang berciuman dengan mesra nya.Melihat kedatangan Gio Dion dan Ana langsung melepaskan ciuman mereka.


" Sialan kamu Gio berani beraninya kamu masuk ke ruanganku tanpa mengetuk pintu lebih dahulu"


" Maaf pak, saya benar benar minta maaf, kalau begitu saya permisi pak" kata Gio


" Tidak usah kamu pergi, ada hal penting apa sehingga membuat mu sampai begitu masuk tanpa mengetuk pintu"


" Eh....itu pak, ini ada berkas berkas yang harus bapak periksa sekaligus saya mau mengingatkan tentang pertemuan kita dengan klien x yang diadakan di Bali Hari Rabu depan pak!"


" Rabu depan, apa hal itu tidak bisa kamu wakilkan??aku sedang tidak ingin pergi kemana mana!"


" Maaf pak, tapi sejak kesepakatan awal bapak yang harus turun tangan dengan mereka sebagai investor dengan saham tertinggi"


*Terimakasih untuk semua dukungan dari kalian.Yang udah like,komen dan vote author terimakasih banyak ya beb..😁😁😁😁😁😁

__ADS_1


See u to the next chapter*


__ADS_2