
Sebelum baca Author ingatkan ya jangan lupa like komen, folow.. dan vote Author sebanyak banyaknya ya....
Happy reading beb....
Andra terbangun karena mendengar suaranya tangisan, perlahan ia membuka matanya dan mencoba mengumpulkan semua kesadarannya. Andra merasakan sakit kepala yang luar biasa.
Perlahan mata Andra membulat, dan ia mencoba untuk bangun dari ranjang. Andra mengamati sekeliling dan melihat tubuhnya dalam keadaan polos tanpa sehelai banangpun yang menutupinya.
" Ya ampun apa yang terjadi???" Andra terperanjat kaget, ia melihat wanita yang menangis itu dan ia tambah terkejut lagi...
" Sely???" Wanita itu meringkuk dan menangis di samping Andra, ia menutupi tubuhnya dengan selimut.
Andra bingung, ia mencoba mengingat apa yang telah terjadi semalam namun ia tidak bisa mengingat apa apa.Ia melihat Sely dan matanya kembali terbelak melihat bercak darah yang ada di sprey ranjang.
" Ya Ampun apa yang telah kulakukan pada wanita ini??"
Andra kemudian memakai bajunya dan segera bangun dari ranjang tersebut, ia sama sekali tidak memperdulikan keadaan Sely yang begitu menyedihkan dengan suara tangisannya
" Berhentilah menangis, aku tau ini pasti rencana kamu dan mama agar kita menikah!!"
" A...pa ..maksud...ka" kata Sely di sela sela tangisan nya.
" Sudahlah kamu tidak usah bersandiwara .Itu sungguh Murahan" kata Andra lagi
" Aku tidak akan pernah menikahimu" kata Andra sambil pergi dari kamar tersebut.
Sely bertambah menangis dan meringkuk nya tubuhnya di atas ranjang, ia merasakan sakit yang teramat di bagian sensitif nya.
" Ya Tuhan apa salahku??mengapa ini harus terjadi padaku???Apa yang harus ku lakukan??"
__ADS_1
Perlahan Sely mencoba untuk bangkit, ia berusaha berdiri.
" Awwwww ini sakit sekali"kata Sely mengaduh kesakitan
Dengan sekuat tenaga ia mencoba berdiri menuju kamar mandi. Sely ingin buang air kecil dan lagi lagi ia mengeluh karena perih yang luar biasa
" Awwww ya Tuhan mengapa ini terasa sakit sekali"
Sely memandang wajahnya di cermin kamar mandi, tubuhnya penuh dengan tanda merah akibat perbuatan Andra, Sely menangis lagi. Ketika setiap wanita memimpikan bahagia dengan malam pertama,Sely akan merasakan hal yang berbeda. Sely harus merasakan sakit karena dipaksakan dan tanpa adanya suatu ikatan.
Meratapi nasib.. sepertinya itulah yang akan dilakukan Sely Sepanjang hari, kesucian yang begitu dipertahankannya selama ini kini telah hilang dan malangnya laki laki itu tidak mempertanggungjawabkannya.
Sely kemudian membasuh seluruh tubuhnya dengan air dingin, mencoba menghapus semua tanda yang telah dibuat Andra dengan sabun. Selesai mandi Sely kemudian bercermin lagi namun tanda itu tidak hapus juga.
" Ya Tuhan apa yang harus kulakukan, aku harus menutupi semua tanda ini, apalagi yang di bagian leher, aku tidak mau semua orang melihat ini, apalagi hari ini aku ada janji keluar dengan Tante Mora dan Lia"
Sely akhirnya mengambil sebuah syal berwarna ungu untuk menutupi leher nya yang penuh dengan tanda, ia lalu turun ke bawah.
" I...ya nih bi saya kurang enak badan"kata Sely
" Tante Mora dan Lia mana??"
" Mereka belum turun, mungkin sebentar lagi"
" Bi...a..nu..." kata Sely gagap
" Kenapa nak, kamu bilang saja ngakk usah sungkan"
" Mulai malam ini apakah Sely bisa tidur dengan bibi, soalnya Sely suka takut" kata Sely berbohong,
__ADS_1
" Baiklah mulai malam ini kamu tidur sama bibi, Bibi akan senang jika punya teman mengobrol" kata Tuti sambil tersenyum.
" Terimakasih Bi"
" Haloo semua, selamat pagi" kata Lia dengan racauannya dan Sely hanya membalas nya dengan senyuman.
"Hei...Sely apa kamu sedang sakit" kata Lia yang memperhatikan wajah Sely yang pucat.
" Iya nih Lia aku agak kurang enak badan"
" Hmm...mungkin kamu sedang masuk angin, mau aku kerokin???" kata Lia
" Ti...tidak usah saya sudah merasa baikan sekarang" kata Sely, ia sungguh tidak bisa membayangkan jika Lia melihat seluruh tubuhnya.
Tak lama kemudian Morapun datang menghampiri mereka.
" Gimana apa kalian sudah siap, selesai sarapan kita akan segera berangkat!!"
" Emangnya kita mau kemana Tante??" tanya Lia
" Kita akan pergi ke Vila keluarga yang ada di puncak dan kita akan ada disana selama 2 hari"
" Apa mas Andra juga ikut??"
" Iya katanya dia mau ikut, tuh dia lagi siap siap"
" Hah??" mata Sely membulat mendengar Andra juga akan ikut.
*****Terimakasih untuk semua dukungan dari kalian.Yang udah like,komen dan vote author terimakasih banyak ya beb..😁😁😁😁😁😁
__ADS_1
See u to the next chapter*****