
Dion merasa resah dengan tidak adanya kabar dari Ana. Dion tak tahu harus mencari Ana kemana. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke rumah paman dan bibi Ana. Begitu sampai dirumah tersebut Dion disambut sangat baik Lita.
" Wah tumben nak Dion datang kemari ayo silahkan duduk" kata Lita dengan manisnya, ia tak kelihatan tidak baik dihadapan Dion.
" Iya bi saya hanya ingin berkunjung, apa bibi sendirian di rumah"
" Iya yang lain usah pada pergi"
" Ana juga??"
" Ana??maksudnya apa ya nak Dion Ana ngakk ada disini kok???" kata Lita sedikit bingung.
" Jadi Ana ngakk kesini ya bi, saya pikir dia kesini soalnya daritadi pagi ia pergi dan tidak pamit saya kira dia kesini"kata Dion berbohong untuk menutupi Ana minggat dari rumah.
" Ngakk bak Dion apa kalian bertengkar??
" Ngakk kok bibi, kami baik baik saja" kata Dion berusaha menutupi masalah yang sedang terjadi diantara mereka.
_________________________________
Dion pulang dari rumah Lita dengan perasaan kecewa hatinya hancur berkeping keping. Sambil menyetir mobil Dion melihat sekitar siapa tahu dia meluhat Ana di jalanan.
" Sayang kamu dimana???" kata Dion sambil melihat kanan dan kiri, dia sangat berharap bisa menemukan Ana.
Tiba tiba saja ponsel Dion berbunyi, dia segera meminggirkan mobilnya dan melihat layar ponselnya
" Halo"
" Honey kamu dimana??" tanya Karin
" Aku sedang di kantor"kata Dion berbohong
__ADS_1
" Honey aku lagi dikantor kamu, katanya kamu sedang keluar, pokoknya kamu harus segera datang ke Kantor aku menunggu mu" kata Karin langsung memutuskan panggilannya.
Dion tidak bisa mengelak lagi dengan terpaksa berhenti untuk mencari Ana. Lalu ua menghubungi seseorang yang merupakan orang kepercayaan nya
" Hallo boss" kata Harry
" Tolong kamu selidiki keberadaan istri saya, cepat temukan dia dan segey laporkan kepada saya jika kamu menemukan nya
" ok boss"
Dionpun menutup panggilannya dan segera menuju Kantornya. Begitu sampai di ruangan nya ternyata disana sudah ada Karin yang sedang duduk manis
Begitu melihat Dion senyum kmKarin mengembang dan ia langsung memeluk Dion.
" Honey kamu darimana saja sih"kata Karin sambil melepas pelukannya dan dua mencium pipi kiri Dion.
" Karin kamu jangan seperti itu inikan Kantor"
Tiba tiba saja Gio masuk kedalam tanpa mengetuk pintu.
" Maaf pak " Kata Gio yang melihat Karin tampak mesra. Dion segera menjauh dari Karin.
" Ada apa??"
" Begini pak Mr Smith datang untuk bertemu dengan bapak untuk membicarakan bisnis baru dengan bapak"
" Baiklah suruh dia masuk"
" Maaf pak Mr Smith menginginkan pertanian dilakukan di hotel x"
" Baiklah suruh pak Jhoni untuk segera menyupiri kita"
__ADS_1
" Baik pak" kata Gio dengan sopan sambil pergi berlalu.
" Sekarang kamu pulang saja nanti kita bicara lagi" kata Dion pada Karin.
" Tapi mas bagaimana dengan pernikahan kita?? Aku ingin kita menikah secepatnya"
" Baiklah nanti mas pikirkab sekarang kamu pulang dulu"
" Janji ya Honey"
" Hmmmm"
_____________________________
Pertemuan Dion dengan Mr Smith sangat hangat.Mr Smith adalah rekan bisnis Dion sejak lama, mereka seperti sahabat apalagi beda usia Dion dengan Mr Smith hanya terpaut 5 tahun.
Selesai membicarakan mesalah bisnis yang mereka rintis Mr Smith mengajak Dion untuk minum disebuah klub yang tak jauh dari hotel tempat mereka meeting. Begitu sampai di club Mr Smith memesan beberapa bir untuk mereka minum. Anehnya Dion yang biasa minum sedikit kali ini dia minum sangat banyak hingga mengakibatkan dirinya mabuk, Mr Smith sangat heran melihat Dion yang begitu banyak minum
" Tumben kamu minum banyak Mr Dion??"
" Ah iya Mr Smith hidup ini terlalu banyak masalah mungkin dengan minum beban pikiran" Kata Dion yang masih saja minum
" Cukup pak ini sudah berlebihan " kata Gio yang sangat mengkhawatirkan keadaan tuannya.
" Biar saja Gio kamu tahu sekarang hidup ku hancur, Istri ku sudah pergi meninggalkan ku"
Mr Smith hanya menatap Dion dengan rasa kasihan sekarang ia tahu mengapa Dion sampai seperti ini.
" Gio kamu antar Mr Dion ke apartemen nya"
" Santai aja Mr Smith aku masih ingin minum" kata Dion yang semakin sempoyongan
__ADS_1
" Ayo cepat Gio" kata Mr Smith yang akhirnya memapah Dion keluar dari klub tersebut.