Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 35 Gelisah..


__ADS_3

Ana segera beranjak dari cafe tersebut, dia tidak pantas bertemu dengan laki laki lain tanpa sepengetahuan suaminya apalagi laki laki itu adalah mantan kekasihnya.


Ana pun segera menelepon Jhoni untuk segera menjemput nya. Tak lama setelah Jhoni datang Ana segera bergegas masuk ke mobil sambil melihat sekeliling takut kalau Antoni mengikutinya. Selama perjalanan Ana celingak celingukan memantau keadaan sekitar, melihat hal tersebut Jhoni pun memberanikan diri untuk bertanya


" Ada nyonya, apakah ada hal yang membuat anda ketakutan" kata Jhoni yang dari tadi memperhatikan tingkah majikannya tersebut.


" Ehhh pak ta..tadi ada orang tidak dikenal mengikuti saya" kata Ana berbohong.


" Apakah nyonya butuh pengawalan? saya akan suruh tuan muda Dion menyediakan untuk nyonya " kata Jhoni yang menjadi khawatir akan keselamatan Ana.


" Ah...ti..tidak usah pak, itu terlalu berlebihan" kata dengan gugup, ia merasa semakin bersalah.


" Itu tidak berlebihan nyonya ini demi keamanan dan keselamatan nyonya"


" Ga usah pak, mungkin tadi itu hanya orang iseng" kata Ana yang lagi lagi berbohong.


" Baiklah nyonya, kalau nyonya muda merasa ada yang mengganggu jangan sungkan untuk menelfon saya"


" Iya pak" jawab Ana


Tak butuh waktu lama untuk tiba dirumah Ana dan Dion, Ana pun segera masuk ke dalam rumah setelah mengucapkan terimakasih kepada Jhoni yang sudah mengantarnya.


Sesampai rumah Ana menyenderkan tubuhnya di sofa, jantungnya berpacu lebih cepat, hatinya menjadi gelisah dengan kehadiran Antoni yang dulu begitu lekat di hatinya.


Ana memang tak mampu mendustai hatinya,sejak dia menikah dengan Dion bayang bayang Antonipun mulai memudar apalagi sikap Dion yang begitu menyayangi dan menghormatinya.

__ADS_1


Ana memejamkan mata dan ada air mata yang mulai menetes di matanya, dadanya terasa sesak, hatinya tidak dapat berbohong nama Antoni masih terselip disana.


" Tidak, aku tidak boleh mengingat nama itu lagi, aku akan mengabdikan hidupku hanya untuk Dion suamiku.


Ana kembali memegang kalung pemberian Dion, mengelus liontin yang bertuliskan gabungan nama mereka berdua.


Jam sudah menunjukkan pukul 21.00, Ana masih menonton televisi sambil menunggu kedatangan suaminya. Tak lama kemudian terdengar bell dari luar rumah , Ana langsung berlari kecil membukakan pintu dan benar saja Dion datang dengan wajah kelelahan.Ana segera mencium tangan suaminya dan membawakan tasnya.


" Mas kamu mau mandi atau langsung makan? tanya Ana.


" Mas mandi aja sayang, mau ngakk temanin mas mandi?? goda Ana yang membuat pipi Ana langsung memerah.


" Ih mas dasar tuan mesum, baru pulang kerja langsung deh kumat mesumnya" ledek Ana.


Dion segera menuju kamar mandi dan segera membasahi tubuhnya dengan air dingin.Setelah mandi Dionpun segera menuju meja makan, sementara Ana memanaskan makanan untuk suaminya. Dion pun segera memakan masakan Ana yang menurutnya sangat enak.


" Gak dimana mana sih mas, mulai kecil Ana diajarin sama bibi dan banyak belajar dari internet juga"


Selesai makan Dion memilih untuk duduk santai di sofa kamar mereka sambil menonton acara bisnis, tak lama kemudia Ana datang dengan membawa minuman jahe hangat yang biasa disajikannya setiap malam.


" Makasih ya sayang, sini duduk dekat mas " kata Dion sambil menepuk sofa.


Ana pun mendekat dan duduk disamping Dion. Dion langsung memeluk Ana, tiba tiba bayangan Antoni melintas di benak Ana membuat Ana menjadi gelisah,dan salah tingkah. Dionpun melepaskan pelukannya karena Ana tak membalas pelukannya, dilihatnya wajah Ana yang tampak gelisah.


" Ada apa sayang,apa kamu ada masalah?? kata Dion dengan penuh kasih sayang, dia memainkan rambut Ana dan mencium baunya.

__ADS_1


" Ehhh ngak...ngak ada kok mas,Ana cuma sudah ngantuk aja" kata Ana mencoba menutupi kegelisahan hatinya.


Dion bisa membaca gelagat Ana,dia merasa Ana menyembunyikan sesuatu darinya, namun Dion menepis rasa curiganya.


" Ya udah kita tidur aja ya sayang, kamu pasti kecapean" kata Dion.


" Iya mas, minum aja dulu jahe hangat mas baru kita tidur" kata Ana sambil memberikan minuman yang telah ia buat.


Dion dan Ana pun segera menuju ranjang mereka, mereka segera berbaring dengan posisi berhadapan.


" Sayang mas ingin segera punya anak dari kamu" bisik Dion tepat di telinga Ana.


" Mas serius???" tanya Ana.


" Iya sayang, mas ingin punya anak banyak dari kamu" kata Dion dengan mata bulat yang berbinar senang.


" Emang nya mas ingin punya anak berapa??" tanya Ana


" Selusin" kata Dion sambil tertawa.


" Mas..bercanda mulu, mana kuat Ana melahirkan anak sebanyak itu"


" Kalau mas terserah yang diatas aja sayang, makanya kalau tamu bulanan pulang kita langsung buat dedek ya" kata Dion.


" Mas ih... mesumnya kelewatan deh" kata Ana sedikit geli.

__ADS_1


" Bukannya gitu sayang, mas ingin kita segera punya anak dari kamu sayang dan mas ingin hidup bersama kamu dan anak anak kita" kata Dion yang kembali membuat Ana terharu.


" Ya sayang udah kita tidur aja sekarang " kata Dion sambil membuka tanganya untuk memeluk Ana. Tak lama kemudian keduanya tidur dengan posisi berpelukan.


__ADS_2