Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 207


__ADS_3

Dua Malam yang begitu menyakitkan bagi Ana, karena sudah dua malam ini dia terpisah dari Dion. Rasanya sungguh sangat menyakitkan, ia begitu merindukan sosok yang selalu membuatnya nyaman, teringat sebelumnya Dion berangkat ke Bali, ia begitu sedih seakan ia tidak akan berjumpa lagi dengan Dion.


" Mas aku begitu merindukan mu" kata Ana sambil menengadah sambil menatap langit langit kamarnya, seolah ia meminta kekuatan agar yang kuasa bisa mempertemukan nya dengan Dion.


Ana melangkah jendela dan membuka gorden, ia melihat suasana yang begitu mencekam begitu gelap dan terasa dingin seperti suasana hati Ana saat ini.


" Bagaimana jika mas Dion tidak menemukan aku, apakah aku harus menjadi istri dari Anthoni?? Ya Tuhan aku tidak mau, tolong cepat pertemukan aku dengan Mas Dion" rintih Ana dalam doanya.


____________________________________________


Pagi yang menyedihkan....


Ana kembali membuka matanya dan yang pertama ia lihat adalah langit langit biru kamarnya.


" Ah...masih sama, aku berharap ini semua hanyalah mimpi"


Tiba tiba saja ia dikagetkan oleh suara yang sama sekali ia tidak ia dengar.


" Pagi sayang, ini aku bawakan sarapan untukmu"


Ana menoleh ke arah sumber suara itu dan melihat Anthoni datang dengan baki yang berisi roti dan segelas susu. Ana yang merasa perutnya mulai lapar langsung meminum susu yang dibawakan oleh Anthoni.


Ya, tentu saja Anthony senang karena baru pertama kalinya,Ana mau menyentuh makanan yang ia bawa.


" Sayang, kamu langsung mandi ya, lalu kita bicara masalah semalam" kata Anthoni sambil beranjak keluar, ia tidak mau selera makan Ana berubah.


Ana langsung mencium aroma tubuhnya yang memang sudah tidak sedap karena dua hari berturut-turut ia tidak mandi sama sekali.


Tak lama berselang Lisa kemudian membawa pakaian untuk Ana dan melihat Ana yang sedang makan hatinya mendadak senang.


" Syukurlah akhirnya anda mau makan juga" kata Lisa dengan senang

__ADS_1


" Iya..Lisa kamu benar setidaknya aku harus bertahan hidup demi bayi yang ada dalam kandungan ku" kata Ana sambil tertunduk dengan posisi memegang perutnya.


" Itu benar non, aku yakin Tuhan akan menunjukkan jalan yang terbaik untuk nona"


Ana kemudian langsung memeluk Lisa seolah mereka adalah sahabat dekat.


" Hmmm sebaiknya nona mandi dulu" kata Lisa


" he...maaf ya Lisa aku tau bau badanku pasti sudah tidak karuan"


"Sebaiknya nona segera mandi dan ini adalah pakaian ganti untuk anda"


" Kalau bisa jangan panggil aku nona mulai hati ini, panggil saja aku Ana dan mulai hari ini mari kita berteman" kata Ana sambil mengulurkan tangannya dan Lisa menyambutnya dengan senang hati.


" Baiklah non..maaf maksud nya Ana"


Ana langsung menuju kamar mandi dan membasuh dirinya dan iapun mengenakan gaun soft pink yang disediakan.


Ingatan Ana kembali terulang pada saat mereka pacaran dulu, Anthoni adalah laki laki yang paling baik saat itu, sosok yang sederhana, baik dan ramah membuat siapa saja yang dekat dengannya pasti merasa nyaman


Kini sosok itu sudah berubah Anthoni yang sekarang bukanlah yang dia kenal dulu. Waktu dan keadaan sudah merubahnya menjadi sosok yang arogan dan ambisius.


Selesai mandi Ana menatap dirinya di cermin kamar mandi, lagi lagi air mata menetes di wajahnya.


" Aku harus kuat, aku atau mas Dion pasti akan menemukan ku"kata Ana sambil menghapus air matanya


" Kita harus kuat ya nak, semoga Tuhan menunjukkan jalan untuk kita".kata Ana dan segera keluar dari pintu kamar mandi.


Begitu keluar Lisa langsung takjub melihat kecantikan Ana, Ana terlihat lebih segar dan mempesona dengan gaun yang ia kenakan.


" Wah anda cantik sekali" kata Lisa dan Ana hanya mampu tersipu mendengar pujian Lisa.

__ADS_1


" Pantas saja tuan muda begitu tergila-gila dengan anda"


Tiba tiba saja Anthoni masuk kedalam kamar tersebut, hatinya berdegup kencang saat melihat Ana menggunakan gaun yang ia pilihkan untuknya.


" Biarkan kami berdua" perintah Anthoni dan Lisa langsung mengerti maksud tuannya ia segera keluar dari kamar tersebut.


" Kamu cantik sekali sayang" kata Anthoni sambil mendekat dan merapikan rambut Ana yang masih berantakan


Ana hanya mematung tanpa menatap Anthoni, dan kali ia memilih diam karena Ana merasa percuma saja ia berdebat dengan Anthoni itu hanya akan membuang tenaga.


" Bagaimana dengan keputusan mu sayang, aku sudah tidak sabar mendengarnya"


" Keputusan yang mana??" kata Ana pura pura bodoh


" Aku tau kamu tau apa yang kuinginkan!"


Anthoni kemudian mendekat lagi ke tubuh Ana dan mencium aroma tubuh yang sudah lama ia rindukan.


" Bagaimana kita akan segera menikah???" kata Anthoni sambil tersenyum manis dan hal itu sebenarnya membuat Ana benar benar muak.


" Kamu!!! apa kamu sudah benar benar gila" teriak Ana


" Sebutkan saja pilihanmu, aku siap untuk apa saja yang kau putuskan" kata Anthoni dengan santai


" Kamu benar benar egois"


" Aku anggap kamu memilih pilihan pertama dan 3 hari lagi kita akan melangsungkan pernikahan"


" Apa??? aku ini hanya istri dari mas Dion dan ti...tidak mungkin aku menikah denganmu dengan status sebagai istri sah dari Mas Dion"


"Tenang.. aku akan mengganti identitas mu sebagai istri sah dari Dion Wiratmadja menjadi istri sah dari Anthoni CEO dari Farma grup"

__ADS_1


Terima kasih sudah mampir dan membaca novel ini. Author sangat mengharapkan Like, komen dan vote serta Follow karya ini ya...


__ADS_2