
Dion yang sudah memuncak kemarahannya, mengambil semua bag belanjaan Ana dan melemparkannya begitu saja. Semua orang yang ada disekitar itu termasuk Ana,Fika dan bibi Lita menjadi terkejut.
" Begini ya cara perlakuan kepada istriku" kata Dion dengan mata yang berapi-api. Ana yang melihat kemarahannya Dion bergidik ngeri.
" Mas,,,sudahlah Ana nga apa-apa kok" Kata Ana sambil menggenggam tangan Dion berusaha untu menenangkan suaminya.
"Ma....maaf nak Dion...kami....ha...ha...nya" kata Lita terbata-bata melihat kemarahan Dion.
" Kalian harus tau, aku menghormati kalian karena kalian adalah keluarga dari istriku tapi kalian memperlakukannya seperti budak. Mungkin saat istriku tinggal bersama kalian, kalian bisa memperlakukan nya sesuka hati kalian tapi sekarang dia istriku, menantu dari keluarga Wiradmadja"
Lita dan Fika hanya diam ketakutan melihat dan mendengar perkataan Dion, mereka tak mampu mengatakan apapun.
" Mulai sekarang perlakukan istriku dengan baik atau kalian akan merasakan akibatnya" ancam Dion.
"Ma...maafkan ka...mi nak Dion, kami janji ngakk akan mengulanginya lagi, tolong maafkan kami" kata Lita dengan nada memohon.
" Baiklah bi, kali ini aku maafkan kalian dan satu hal lagi Fika ngakk usah ke kantor saya besok biar dia cari pekerjaan sendiri, ini akibat dari perbuatan kalian yang merendahkan istriku".
Dion menarik tangan Ana dan membawanya keluar dari mall tersebut. Dia tidak memperdulikan tatapan orang- orang yang mengarah pada mereka.
__ADS_1
Lita dan putrinya Fika hanya diam mematung dengan wajah malu. Mereka tak menyangka Dion akan datang dan mempermalukan mereka di hadapan umum.Fikapun memunguti semua belanjaan yang berserakan di lantai akibat ulah Dion.Setelah memungut semuanya, Fika lalu membawa ibunya keluar dari tempat itu.
Suasana mobil yang dikemudikan Jhoni mendadak hening. Ana melirik Dion sekilas, wajah Dion tampak masih menyimpan kemarahan. Ana pun memberanikan diri untuk menggenggam tangan Dion.
" Mas...masih marah ya?? Ana minta maaf ya"
Dion mengela nafas berat, masih ada kemarahan di hatinya. Dion memiringkan tubuhnya menatap wajah Ana dan memandang mata bulat beningnya,tiba tiba Dion merasa kemarahannya berkurang.
" Sayang kamu kok minta maaf sih kamu itu ngakk salah sayang" kata Dion sambil mengelus rambut Ana dengan lembut.
" Anggap saja ini permintaan maaf yang tulus dari Fika dan bibi Lita" kata Ana.
" Kamu ngakk perlu minta maaf mewakili mereka sayang mereka itu sudah keterlaluan" kata Dion yang kembali berapi-api.
" Mas tau kamu begitu menyayangi dan menghormati mereka tapi mereka tidak memperlakuakanmu layaknya keluarga"
" Mas jangan ngomong gitu, mereka menyangiku kok, selama ini aku diperlakukan baik oleh mereka" kata Ana mencoba membela keluarga pamanya.
" Sayang mas tau kamu tidak diperlukan baik oleh Fika dan bibimu".
__ADS_1
" Mas tau darimana? "
" Sayang paman Johan sendiri yang cerita sama mas, sebelum kita nikah beliau menemui mas dan menceritakan semua masa lalumu dan dia minta mas untuk tidak menyakiti mu"
Ana hanya tertunduk mendengar perkataan suaminya, lidahnya menjadi kelu
" Sayang mas ngakk ingin mereka menganggap rendah kamu, kamu ini adalah menantu dari keluarga Wiradmadja bukan lagi pesuruh yang diperlukan seenaknya oleh mereka" .
" Iya mas, Ana ngerti tapi..."
" Udalah sayang, mas melakukan ini karena mas sayang sama kamu"
Kita kenalin dulu visual yan para readers sekalian mudah mudahan suka...
Ini dia Dion Wiradmadja yang cool, dingin tapi memiliki sifat yang penyayang
Ana Clarisa Putri gadis biasa yang memeliki sifat yang luar biasa baik...
__ADS_1
Ini dia pera pemeran utamanya, visual yang lain akan menyusul ya..... happy reading ya para readers sayang....