Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 14 Kecewa


__ADS_3

Dion duduk termenung dalam pesawat menuju Jakarta, dia tak dapat menyembunyikan kekecewaannya kepada Karin. Dia kecewa Karin lebih mementingkan pekerjaan daripada dirinya.


Dion memilih langsung pulang ke Jakarta, karena ia tahu Karin tak akan mau pulang ke Indonesia untuk menikah dengannya. Ia ingat masa mulai pacaran dengan Karin,dulunya Karin begitu hangat, baik dan selalu ingin didekatnya. namun ketika Karin memilih untuk kuliah dan bekerja di luar negeri perlahan lahan Karin mulai berubah, dia menjadi jarang menghubungi Dion, dia hanya sibuk bekerja.


Dion mengela nafas berat, mau tidak mau ia pasti akan menikah dengan gadis pilihan ibunya. Akhirnya setelah sampai di bandara Dion memilih langsung pulang, dia tahu Karin ga akan mau ikut dengannya, Karin adalah wanita keras kepala, jadi setelah Karin menolak untuk menikah Dion memilih untuk segera pulang ke Indonesia. Tak ada gunanya berlama-lama di Paris hanya akan menambah luka di hati Dion.


Setelah Dion sampai di bandara, Dion segera menuju parkiran, dia melihat pak Joni supir pribadinya sudah datang untuk menjemput nya. Sebelum sampai di bandara Dion telah mengabari pak Joni untuk segera menjemput nya di bandara.


Melihat Dion majikannya, Joni segera menghampirinya dan membawakan kopernya.Dion pun masuk ke mobil.


"Tuan, apa kita ke kantor atau ke pulang ke rumah tuan!" tanya Joni dengan sopan.


" Kita ke rumah aja pak, saya mau langsung istirahat" Kata Dion.

__ADS_1


Jonipun segera mengantar Dion ke kediaman nya. Sesampai dirumah Dion pun segera masuk, ternyata mamanya sedang menonton di ruang keluarga. Shanty yang melihat kedatangan Dion anaknya merasa senang, dia tahu Dion pergi ke Paris untuk menemui Karin.


" Dion kamu sudah pulang nak, pasti Karin tidak mau menikah denganmu kan??? tanya Shanty.


" Udahlah ma Dion malas untuk berdebat" kata Dion.


" Sesuai janji kamu harus menikahi Ana" tegas Shanty pada anaknya.


" Maksud mama , Ana yang datang hari itu, keponakan Tante Lita ma??tanya Dion memastikan. Ia ingat gadis cantik dan sederhana yang dikenal mamanya saat berkunjung untuk makan malam. Jujur saja pertama melihatnya Dion kagum dengan kecantikan Ana yang natural dan apa adanya, dia juga terlihat sopan dan ramah berbeda dengan Fika yang terlihat menor dan pecicilan.


" Iya nak, dia itu gadis yang baik, mama suka sama dia, mama yakin kamu akan bahagia menikah dengannya. Dion mama sudah tua nak, mama ingin melihat segera menikah dan punya anak" kata Shanty dengan nada memohon.


Dion mendengar mamanya memohon menjadi tidak tega untuk menolaknya.

__ADS_1


" Baiklah ma, terserah mama saja " kata Dion akhirnya.


" Terimakasih kasih ya nak, kalau Ana setuju mama ingin kamu menikah 2 Minggu lagi" Kata Shanty dengan semangatnya.


"Terserah mama saja , Dion mau istirahat dulu ya ma" kata Dion sambil menuju ke kamarnya.


Didalam kamar Dion kembali termenung, dia sangat kecewa sekali dengan Karin, Dion mengela nafas dengan berat.


" Karin kamu mungkin bukan jodohku, aku akan berusaha melupakan mu walaupun itu sulit pasti akan kulakukan"' batin Dion, dia sudah bertekad untuk melupakan Karin walaupun susah dia akan berusaha.


Dion kemudian mengumpulkan barang barang yang berkaitan dengan Karin, mulai dari foto dan barang barang couple yang berkaitan dengan Karin. Dion ingin membuang kenangan tentang Karin.


Dukung author dong, biar semangat updatenya.

__ADS_1


__ADS_2