Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 286


__ADS_3

Walaupun awalnya begitu berat untuk merelakan Ana untuk dirawat, tapi setelah hampir sebulan menjalani pengobatan Ana tampaknya sudah mulai menunjukkan perubahan yang cukup baik.


Dion dan keluarga selalu mendukung dan mengunjungi Ana setiap hari. Seperti malam ini Dion yang baru selesai mengerjakan seluruh tugasnya di kantor segera bergegas untuk mengunjungi Ana.


" Semoga saja Ana belum tidur" kata Dion, ia melirik jam ditangannya dan sudah menunjukkan hampir jam 9 malam.


Dion segera mengendarai mobilnya dan menuju klinik tempat Ana dirawat. Begitu sampai di klinik suasana klinik sudah mulai sepi. Hanya ada beberapa perawat yang sedang melakukan kebersihan.


"Selamat pak Dion" Kata perawat yang melihat kedatangan Dion


" Apa Ana sudah tidur??" kata Dion


" Sepertinya sudah, dari tadi ibu Ana menunggu Ana hingga dia sampai ketiduran"


" Saya ke kamar nya, boleh??"..


" Tentu saja, silahkan" kata Perawat tersebut, ia pun mengantar Dion sampai ke ruangan Ana.


Dion masuk ke kamar tersebut dan perawat itu meninggalkan Ana dan Dion disana.


Dion memandang wajah cantik Ana, iapun mendekat dan duduk disamping ranjang Ana yang begitu kecil.


" Sabar ya sayang, semoga kamu cepat sembuh. Aku, Bian dan yang lainnya Begitu merindukan mu" kata Dion dan ia mencium kening Ana dengan lembut.


" Semuanya hampa tanpamu sayang, aku begitu tersiksa ketika jauh darimu"


Selama sebulan ini, Dion harus menahan kerinduan nya, apalagi kalau malam hari Dion benar benar sangat sulit untuk memejamkan matanya.

__ADS_1


Ia baru bisa tertidur jika sudah melihat Foto Ana dan mencium nya beberapa kali.


" Aku mencintaimu sayang"


Dion kembali mencium kening Ana sebelum ia beranjak pergi dari sana. Dion pun keluar dan memutuskan untuk segera pulang, saat ia hendak keluar dari klinik itu ia melihat dokter Elene yang sedang keluar dari ruangan nya


Dion pun memutuskan untuk membicarakan masalah seputar kondisi Ana. Dionpun masuk lagi dan segera menghampiri Elena


" Malam dok??" kata Dion


" malam pak Dion, tumben anda datang selarut ini??"


" Iya nih dok, tadi ada banyak pekerjaan. Hmmm aku ingin membicarakan mengenai kondisi Ana"


" Baiklah ayo masuk" kata Elena sambil mempersilahkan Dion untuk masuk ke ruangan nya.


" Terima kasih"


Elena pun membuka beberapa berkas yang berisi seputar kesehatan Ana.


" Pak Dion, Ana sudah mengalami kemajuan yang cukup besar. Sekarang ia sudah mulai mengontrol emosinya dan selama seminggu belakangan ini, ia tidak pernah berteriak lagi"


"Aku begitu senang mendengar nya dok, kita kira kapan Ana akan keluar dari sini"


" Tidak akan lama lagi pak, tapi Ana tadi menanyakan Bian loh pak, katanya ia begitu merindukan nya!!"


" Benarkah??" kata Dion dengan mata yang bahagia,

__ADS_1


" Iya... sebaiknya anda mengajak Bian besok untuk bertemu dengan Ana. Kita akan lihat kondisi nya"


" Baiklah dok" kata Dion dengan semangat, ia benar benar merasa lega jika Ana bisa sembuh secara total.


" Terima kasih atas usaha Dokter dalam pengobatan istri saya, saya benar benar berterima kasih"


" Ini juga berkat dukungan dari kalian semua, terutama anda sebagai suaminya, Aku benar benar salut melihat perjuangan anda untuk membuat Ana benar benar pulih" puji dokter Elena


" Jika suatu saat saya menikah, aku ingin memiliki suami seperti anda"


" Anda belum menikah??" tanya Dion


" Belum pak" kata dokter Elena sambil tersipu malu, dan saat itu Dion langsung teringat pada Ray yang juga masih belum menikah.


" Baiklah Dok, kalau begitu aku permisi dan aku akan kembali besok pagi bersama dengan Bian" kata Dion


" Hati hati di jalan pak" kata dokter Elena.


Akhirnya Elena masuk kedalam ketika mobil Dion telah menghilang di kegelapan malam.


Dion akhirnya sampai di rumah, jam sudah menunjukkan jam 11 malam, dan hal yang pertama dilakukan oleh Dion adalah melihat Bian di kamar mereka.


Semenjak Ana melakukan perawatan, Bianlah yang menjadi teman tidur Dion dan karena kejadian yang menimpa Ana, Dion memilih untuk tidur di kamar bawah sehingga ia tidak perlu naik dan turun tangga.


Saat membuka pintu ia melihat Bian yang sudah tertidur pulas, Dion mendekati jagoan kecilnya itu dan mencium pipinya beberapa kali.


" Semoga kita segera berkumpul dengan mama ya sayang" kata Dion

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan follow author ya.....


__ADS_2