
Setelah hampir dua Minggu berada di Kanada, akhirnya dia bisa kenbali ka Indonesia. Ken bertugas mengantar Dion sekaligus Karin ke bandara.
Karin yang merasa risih karena daritadi pandangan Ken selalu ke arahnya. Begitu sampai di Bandara Kan langsung mengeluarkan koper yang berisi oleh oleh dan pakaian Dion. Dion sengaja membeli oleh oleh khas Kanada untuk keluarga nya terutama Ana.
Akhirnya tugas Ken sekasai dia pun pamit pada Dion.
" Selamat jalan pak mudah mudahan kita bisa berjumpa lagi"
" Pasti Ken, aku sungguh puas dengan hasil kerja mu. Saya yakin kamu bisa memimpin perusahaan yang ada Disini"
"'Terimakasih pak" kata Ken sambil membungkukkan badannya.
" Hati hati nona,saya harap kita bisa berjumpa lagi" kata Ken sambil tersenyum manis dihadapan Karin namun Karin tidak menggubrisnya.
" Ayo sayang kita ke ruang tunggu disini panas" kata Karin dengan manjanya.
Akhirnya mereka pun pergi meninggalkan Ken yang tetap berdiri dengan senyuman sambil melambaikan tangannya. Setelah Kerin dan Dion hilang dari pandangan baru Ken pergi dari Bandara
___________________________________
Begitu sampai di Indonesia, Dion langsung menuju rumah kediaman Wiradmadja sedangkan Karin pulang kerumah mamanya .
Dion melangkahkan kakinya di rumah besar itu, ada senyumnya tersungging di bibirnya, rindu yang selama ini ia tahan sudah tak terbendung lagi.
__ADS_1
Begitu masuk rumah itu Dion langsung melihat Shanty yang duduk termenung di ruang tamu rumahnya.
" Ma Dion pulang" kata Dion namun Shanty hanya diam saja.
" Ana mana ma??" kata Dion yang begitu merindukan istrinya.
" Untuk apa kamu menanyakan dia"Kata Shanty dengan datar
" Kenapa ma, Dion begitu rindu pada Ana" kata Dion yang mulai bingung dengan sikap mamanya.
" Rindu??huh kamu kan sama Karin ke Kanada bagaimana mungkin kamu merindukan Ana" Kata Shanty dengan sinis.
Dion begitu terkejut mendengar perkataan Shanty.
" Kenapa diam, mama ngakk nyangka kamu bisa nyakitin hati seorang istri yang begitu baik dan sabar"
" Ma bukan gitu eh,,,,,Dion juga ngakk tau tiba aja Karin ada disana??"
" Kamu ngakk tau akibat dari perbuatan kamu Ana harus menderita"
" Maafin Dion ma, sekarang Ana ada dimana??"
" Kamu ngakk usah temuin dia dulu samapai keadaan psikologis sehat"
__ADS_1
" Apa maksud mama?? apa Ana sakit??"
" Lebih dari sakit dia bahkan sudah kehilangan bayinya dan itu semua akibat perbuatan kamu "
" APA????"
Mata Dion membelak dan mulut nya a menganga saking terkejutnya.
" Ma apa itu benar, mama ngakk bercandaan kan???? kok bisa ma"
" Ngapain mama bercanda apalagi menyangkut nyawa dan itu karena ulahmu dengan Karin sehingga mama harus kehilangan calon cucu mama"
Lutut Dion terasa lemas, dia langsung menjatuhkan dirinya diatas sofa dan menyenderkan kepalanya.
" Ya Tuhan apa yang sudah terjadi" kata Dion sambil menaruh tangannya dia atas kepalanya. Mulut Dion mendadak terkunci dan kini air mata mulai menggenang di pelupuk matanya.
" Jadi itu alasan kalian tidak bisa Dion hubungi???Jadi Ana dimana ma???" kata Dion
" Dia ada di kamar tapi mama ngakk yakin dia mau nemuin kamu".
" Apa dia baik baik saja???"
" Tidak nak, tiap hari dia menangis calon bayi kalian. Dia terus minta maaf karena tidak bisa menjaganya . Mama sangat kasihan pada Ana"
__ADS_1
Dion terdiam, duduk dengan raut wajah yang penuh penyesalan. Dio perlahan naik ke kamar Ana. Dia berjalan sangat hati hati, jantungnya berdegup keras seolah olah dia akan hukuman berat akibat perbuatannya.