
Ken bergegas ke apartemen Dion untuk mengambil baju ganti untuknya, dengan langlah terburu-buru Ken segera membuka kode apartemen Dion. Ken segera membuka pintu kamar Dion dan alangkah terkejutnya dia ketika melihat sosok wanita yang tidur di ranjang.
Wanita itu siapa??Ah pastilah dia wanita tuan Dion, aku harus segera mengambil baju itu lalu pergi dari sini.
Ken segera melakukan tugasnya dan segera pergi dari kamar tersebut namun sebelum dia pergi tiba tiba saja wanita yang tidur di ranjang tersebut bangun.
" Honey?, kok kamu baru pulang aku semalam nungguin kamu" kata Karin mellhat laki laki yang disangkanya adalah Dion. Karin melangkah ke arah Ken dan memeluknya punggung nya dari belakang.
Ken yang mendapat pelukan Karin langsung merasa salah tingkah apalagi saat Karin mencium punggung nya.
" Ehhh... maaf nona"kata Ken dan seketika Karin langsung melepaskan pelukannya mengetahui bahwa laki laki itu bukan Dion.
" Ka...kamu siapa???"
Ken langsung membalikkannya badannya
dan melihat wajah Karin.
" Wah cewek ini cantik dan seksi juga" Ken menelan Salivanya melihat Karin dengan pakaian tidur yang minim
" Saya Ken nona, saya adalah asisten tuan Dion dan saya kemari untuk mengambil pakaian tuan Dion
" Kenapa Dion tidak kembali, dimana dia sekarang??"
" Kalau itu saya tidak ada hak untuk menjawab nya silahkan nona tanya sendiri sama tuan Dion. Maaf nona saya permisi dulu"
__ADS_1
" Eh tunggu" kata Karin berusaha mencegah kepergian Ken namun Ken tetap saja berjalan tanpa menghiraukan Karin.
" Dasar asisten payah, lihat saja nanti saya akan suruh Dion memecatmu"
_________________________________
Dikediaman Wiradmadja
Pagi ini Ana terbangun karena sinar matahari pagi menembus jendela kamarnya. Ana merasa panas dibagian pinggang nya dan merasa mulas di perutnya.
Ana membuka selimut dari tubuhnya, ia merasa badannya terasa sakit dan merasa sangat kedinginan.Dengan malas Ana menarik selimut nya dan betapa terkejutnya ia melihat banyak darah yang terlihat diatas sprei ranjangnya.
" Ya Tuhan apa yang terjadi"
" Bi Ina, mama tolongin Ana" teriak Ana dengan kerasnya, ia begitu panik melihat darah yang mengalir dari bagian sensitif nya.
" Ada apa sayang??"
" Ma, tolongin Ana ini ada banyak darah" kata Ana sambil menunjuk kan sperei yang sudah berlumuran darah.
" Ya Tuhan kamu pasti pendarahan, sejak kapan kamu mengalami nya sayang???
" Ngakk tau ma, tiba- tiba saja Ana vangun sudah ada banyak darah, pinggang Ana juva panas perut Ana mulas ma"kata Ana yang mulai menangis.
" Sayang ayo kita ke rumah sakit sekarang" Kata Shanty
__ADS_1
" Bi Ina tolong ganti pakaian Ana saya mau panggil papa dan Ray untuk membawa Ana ke rumah sakit.
Dengan langkah seribu semua keluarga itu segera melarikan Ana ke rumah sakit.Sesampai disana Ana langsung ditangani oleh dokter Tia yang merupakan dokter kandungan Ana.
Semua keluarga menunggu dengan perasaan was was, mereka berdoa untuk keselamatan Ana dan bayinya.
Setelah satu jam mendapat penanganan akhirnya dokter Tia keluar dan menemui Keluarga Ana
" Bagaimana keadaan menantu dan cucu saya??" kata Shanty dengan tidak sabaran.
" Pak Dion mana??"
" Dia sedang keluar negeri dok, sedang ada pekerjaan disana"
" Begini Bu, dalam keadaan seperti ini sebenarnya support pak Dion sangat diperlukan"
"Memang nya kenapa dok??" tanya Aldi yang juga penasaran.
" Begini, kamu sungguh minta maaf tapi bayi dalam kandungan ibu Ana tidak bisa diselamatkan jadi kami memutuskan untuk mengkuret ibu Ana supeya nyawanya bisa tertolong"
Shanty yang mendengar keterangan Dokter Tia langsung syok, dia benar benar tidak menyangka hal itu akan terjadi pada Ana
" Kenapa bisa Seperti itu dok??" tanya Shanty ..
" Banyak faktor yang mempengaruhi Bu, biasa aja karena kurangnya asupan gizi dan tingkat stress yang berlebih membuat janin tidak bisa bertahan"
__ADS_1
Shanty terdiam ia tidak bisa membantah apa yang dikatakan dokter Tia. Shanty betapa tertekannya Ana karena kelakuan Dion,apalagi saat Dion amnesia Ana sangat menderita dan tertekan karena orang ketiga yang masuk dalam rumah tangganya.