
Dion memandang Dion yang terlelap disampingnya, hatinya tak bisa berdusta saat ini dia merasa bahagia. Ana mengelus perutnya, dia pun dengan pelan menarik tangan Dion dan meletakkannya diatas perutnya.
" Sayang kamu akan jadi senjata mama untuk merebut papa kembali" kata Ana sambil tersenyum.
Ana pun akhirnya tertidur dengan posisi menghadap Dion dengan pelan dia mengelus pipi Dion dengan lembut, dan akhirnya diapun tertidur pulas.
*********
Pagi ini Ana terbangun tiba tiba saja dia merasakan mual yang luar biasa, Ana memang selalu mengalami morning sick walaupun tidak separah dulu.
" Hoekkkkk"
Dion yang mendengar suara Ana langsung terperanjat dia segera menghampiri Ana.
" Kamu kenapa??" kata Dion sambil terperangah melihat Ana yang terus menerus muntah. Dion pun mengambil tindakan dengan menepuk pundak Ana dengan pelan.Ana yang merasakan sentuhan Dion merasa langsung membaik.
" Udah enakan" tanya Dion yang masih menepuk pundak Ana.
" Udah mas" kata Ana dengan wajah pucat, dia merasa lemas.
" Apa kamu mengalami ini setiap hari?"
__ADS_1
Ana mengangguk dengan pelan dan Dion tak bisa berkata apa-apa.
" Tapi aku bahagia bisa mengandung anakmu" kata Ana dengan senyum bahagia.
Ana pun memeluk Dion dan merebahkan kepalanya di dada bidang itu.
" Anak kita ingin begini" bisik Ana tepat di telinga Dion. Dionpun membiarkan Ana memeluknya entah kenapa setiap Ana menyebut kata anak Dion merasa tak berdaya.
Dion mengelus rambut indah Ana dan mulai mencium wangi nya.
" Wangi ini sepertinya tidak asing"
" Mas,, aku dan anak kita bahagia " Ana melepaskan pelukannya,dia menatap wajah Dion dan mulai mengelus wajah tampan itu. Dengan sejuta keberanian Ana memejamkan matanya dan mulai mendekatkan bibir indahnya ke bibir Dion.Dion mematung dia juga seolah menunggu bibir indah itu menyentuh bibirnya.
Dion yang mulai merasa kan hasrat nya semakin lama semakin terbakar, Dion mulai mengerangi tubuh indah itu. Dion merasakan ada ikatan yang begitu luar biasa dengan tubuh ini, dia merasa tak asing lagi.
" Mas aku menginginkan mu" bisik Ana membuat Dion tak lagi mampu membendung hasratnya. Dengan sigap Dion pun menggendong Ana dan meletakkannya di atas ranjang.
Ana tersenyum melihat Dion, dengan sigap ia menarik Dion ke pelukannya. Saat Dion hendak mencium Ana tiba tiba saja bell di apartemen Dion berbunyi.
Ana dan Dionpun menghentikan aksinya dan dengan malas Dion membuka pintu.
__ADS_1
" Morning Honey, I Miss u "kata gadis itu sambil memeluk Dion.
Anapun segera keluar mendengar suara wanita yang tak asing ditelinga ya.
" Karin" kata Ana ketika melihat sosok wanita yang datang pagi tersebut.
" Ana ngapain kamu disini??" kata Karin dengan mata yang membelak kaget.
" Ngapain?? apa salah seorang istri tinggal di apartemen suaminya" kata Ana dengan senyum kecil.
" Kamu!!" kata Karin yang ingin menjambak rambut Ana namun dengan cepat Dion mencegah nya.
"Karin jangan menyakiti nya" kata Dion
"Honey ngapain sih wanita penggoda ini kesini??" kata Karin dengan nada emosi.
" Aku akan tinggal disini bersama suamiku" kata Ana yang membuat Karin semakin kaget.
" Honey tolong kamu jelasnya apa maksud semua ini" Kata Karin sambil memukul dada Dion.
Terimakasih untuk semua dukungan yang readers semua berikan untuk author. Karena dukungan kalian novel ini telah dikontrak oleh pihak mangatoon.
__ADS_1
Terimakasih yang sedalam-dalamnya author ucapkan.Jangan LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE AUHTOR YA.
Love u para readers