
Anthoni memandang wajah pucat Ana dengan penuh rasa kasihan, ia mengelus wajah yang begitu ia rindukan selama 4 tahun terakhir itu.
" Aku minta maaf sayang tapi kali ini aku tidak akan melepaskanmu, kita akan bersama untuk selamanya"
Anthoni mencium tangan Ana berulang kali, ia terus memandangi wajah Ana dengan penuh perhatian dan kasih sayang.Lisa yang berada didalam kamar tersebut merasa kikuk saat melihat kemesraan Anthoni pada Ana.
" Ma... maaf pak saya mohon keluar kata Lisa memberanikan diri, ia tidak ingin berlama-lama melihat tuannya begitu mesra dengan wanita dihadapannya.
" Hmmm" kata Anthoni tanpa menoleh ke arah Lisa, ia sibuk memperhatikan wajah Ana dan mengelusnya dengan lembut.
" Puhhh...." Lisa bisa menarik nafas lega begitu dapat keluar dari kamar yang terasa sangat panas baginya.
Anthoni semakin memberanikan diri menyentuh bibir mungil Ana, sungguh dia sangat ingin merasakan bibir itu saat mereka masih pacaran dulu, namun bagi Anthoni pada saat itu ia merasa belum berhak untuk mencium bibir Ana meskipun dalam kalangan anak muda hal itu sudah tidak menjadi hal yang tabuh.
Anthoni membungkukkan setengah badannya dan mulai mendekatkan bibirnya ke bibir Ana. Namun pada saat bibir itu hampir bersentuhan, perlahan mata Ana mulai terbuka dan ia langsung terperanjat melihat Anthoni dan dirinya begitu sangat dekat sekali.
Dengan refleks Ana mendorong tubuh Anthoni dengan sekuat tenaga karena ia tidak mau bersentuhan dengan orang yang bukan suaminya.
" Beraninya kamu" kata Ana yang mulai bangkit dan mengambil posisi duduk. Dengan sekuat tenaga ia berhasil duduk dan menyandarkan kepalanya.
__ADS_1
" Kamu tidak berhak menyentuh wanita yang sudah bersuami" kata Ana dengan suara lantang walaupun kondisi nya masih terbilang lemah namun karena ia ingin membela harga dirinya ia seolah memperoleh kekuatan lebih.
Anthoni bangkit dari lantai dan mendekat duduk di sebelah Ana.
" Jangan mendekat, aku tidak ingin berdekatan dengan pria kejam seperti mu"
" Kejam?? kata kata itu seharusnya tidak keluar dengan bibir indahmu sayang, itu terlalu sakit untukku"
" Kenapa??? kenapa kamu sekarang berubah mas?? Kenapa kamu lakukan itu padaku??"
" Kamu ingin tau???" kata Anthoni sambil menatap Ana dengan tajam namun Ana tidak mau melihat wajah Anthoni, ia sengaja memiringkan wajahnya agar pandangan mereka tidak saling bertemu.
" Kamu pasti ingat kejadian waktu di mall itu pada saat itu aku sangat ingin membunuh Dion namu sayang nya kamu berhasil melindungi dia. Kamu tau aku dipenjara hampir 2 tahun karena hal itu dan sedihnya ibuku meninggal 6 setelah kejadian itu. Setelah aku keluar dari penjara aku berusaha untuk bekerja di kantor lamaku namun dengan kasar mereka mengusirku. Aku berusaha mencari tempat di perusahaan dan bank swasta lain tapi kamu tau... mereka semua menolak ku dengan alasan bahwa aku telah memiliki memiliki catatan kriminal dan kamu tau sumbernya itu adalah suami kamu yang ******** itu.Dua telah membeberkan tentang diriku ke hampir semua perusahaan"
" Aku hancur.....aku.... hancur Ana" kata Anthoni dengan penuh emosional
" I....itu tidak mungkin mas Dion bukan orang yang seperti itu"
" Tapi itulah kenyataannya, Dion telah menghancurkan hidupku"
__ADS_1
Ana dan Anthoni menjadi saling diam dan larut dalam emosi masing masing. Ana sungguh tidak menyangka bahwa Dion akan bertindak sejauh itu.
" Tapi sekarang kamu tidak perlu khawatir sayang, sekarang aku sudah bisa berdiri di atas kaki sendiri dan mendirikan sebuah perusahaan raksasa yaitu Farma Grup yang telah membuka cabang di hampir seluruh wilayah Jawa"
" Ja...jadi kamu adalah CEO dari Farma Grup" kata Ana dengan kaget karena beberapa kali Dion bercerita bahwa dia beberapa kali kalah tender dengan perusahaan Farma Grup.
" Iya....dan perusahaan itu kubangun diatas keringat dan darah...Dan semua itu kulakukan karena aku ingin kamu kembali padaku...Itulah tujuan utama ku" kata Anthoni dengan penuh ambisi
" Itu tidak mungkin terjadi...aku hanya milik Mas Dion dan sekarang aku sedang mengandung anaknya. Lupakan aku Anthoni, kamu hanya masa lalu bagiku.Jika memang aku dan mas Dion salah aku minta maaf untuk hal itu. Tapi tolong Biarkan aku bahagia..."
" Dengar sayang.... kebahagiaan mu hanya bersama ku, dan tentang masalah anak dalam kandungan mu aku siap menjadi ayahnya. Secepatnya kita akan segera menikah..."
Sungguh bagai petir yang menyambar di siang hari, Ana bergidik mendengar Anthoni berkata seperti itu.
" Menikah dengan mu" Lidah Ana terasa kelu mendengar hal tersebut..
*Terimakasih untuk semua dukungan dari kalian.Yang udah like,komen dan vote author terimakasih banyak ya beb..😁😁😁😁😁😁
See u to the next chapter*
__ADS_1