Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 221


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertemuan Anthoni dan Ana, setelah Dion mencabut segala tuntutan hukum yang dituduhkan padanya, Ana memilih untuk menyelesaikan semua permasalahan yang ia hadapi dengan cara kekeluargaan.


Dion berulang kali menyatakan keberatannya namun Ana bersikeras untuk membebaskan Anthoni dan pada akhirnya Dion menuruti permintaan Ana.


" Sayang apa kau sudah siap??" tanya Ana yang sudah siap bertemu Anthoni dan mereka berencana bertemu disebuah cafe santai agar suasana tidak tegang


Dion tampak bingung memilih pakaian yang ada di lemari pakaiannya padahal begitu banyak yang ia bisa ia gunakan.


" Mas kok masih belum siap sih" kata Ana yang melihat Dion masih menggunakan handuk yang terlilit di pinggangnya.


" Mas bingung mau pilih yang mana!!" kata Dion yang masih melihat lihat isi lemari


" Pakai ini saja" kata Ana sambil t shirt putih polos serta celana jeans biru dongker sebagai pasangan nya


" Ini terlalu biasa sayang" kata Dion menolak pilihan Ana


Ana jadi bingung dengan kelakuan Dion padahal sebelumnya dia adalah orang yang tidak terlalu berlebih dalam hal penampilan dan apapun yang ia suka pasti Dion langsung memakainya.


" Kamu kenapa sih mas?? tumben kamu ribet begini" kata Ana dengan bingung


" Aku tidak ingin kalah dari mantanmu itu karena itu aku ingin tampil sempurna"


" Ha....ha....ha.... ya ampun mas" kata Ana sambil tertawa terbahak bahak, ia tidak menyangka Dion masih menganggap Anthoni sebagai rivalnya.


" Kok kamu malah tertawa sih sayang" kata Dion cemberut


" Kamu ini kayak pertandingan aja, dengar sayang kamu itu tidak perlu harus lebih darj siapapun cukup jadi diri sendiri aja aku sudah sangat senang" kata Ana

__ADS_1


" Ayo cepat pakai baju nanti kita terlambat loh" kata Ana


" Jadi aku pakai yang mana nih??" kata Dion sambil menggaruk kepalanya


Ana akhirnya mengambil kemeja warna pastel senada dengan gaun yang ia pakai.


" Pakai ini saja biar baju kita couple warnanya" kata Ana sambil menyerahkan baju tersebut kepada Dion


" Ide yang bagus sayang, kamu memang yang terbaik" kata Dion dan ia mengecup pipi Ana dengan lembut.


Akhirnya Ana dan Dion tiba di cafe tempat mereka janjian dengan Anthoni, sebelum mereka ketemu Dion sudah memesan tempat untuk mereka berbicara.


Begitu masuk cafe ternyata Anthoni sudah menunggu kedatangan mereka, dia duduk sambil menatap kedatangan mereka berdua.


Melihat Dion menggenggam tangan Ana hati Anthoni tiba tiba saja hati Anthoni merasa ngilu, ada sakit yang tidak bisa ia jelaskan melihat kedekatan keduanya.


" Katakan apa yang kalian mau" kata Anthoni dengan nada yang tidak bersahabat, Dion yang mendengar kata kasar Anthoni menjadi naik pitam


" Dasar kau tidak tau terimakasih, seharusnya kau sekarang ada di penjara" kata Dion dengan marah


" Well aku tidak masalah dengan hukum, jika kalian ingin menuntut ku silahkan saja" kata Anthoni dengan santai, ia lalu mengambil sebatang rokok dan kemudian menghisapnya dalam dalam.Dengan sikap Anthoni yang menurut Dion tidak sopan seolah memancing amarahnya


"Mas udalah kamu udah janji tidak akan marah marah" kata Ana mengingatkan


" Berapa ganti rugi yang harus kubayar kerena kalian sudah mencabut tuntutan kepadaku, aku tahu kalian pasti melakukan ini karena Uang kan??"


" 1 M, 2 M berapa harga yang harus kubayar??"

__ADS_1


Seketika mata Ana membelak kaget mendengar tudingan Anthoni ternyata Anthoni sudah benar benar berubah, ia tidak menyangka Anthoni yang sekarang tidak lebih dari laki laki yang mengatasnamakan uang diatas segalanya.


" Kamu itu benar benar tidak tahu sopan santun ya??" kata Dion dengan gigi gemeretuk menandakan dirinya sedang marah besar namun Ana segera mengambil alih pembicaraan, ia tidak ingin terjadi bentrok antara Dion dan Ana


" Kamu salah besar tuan Anthoni, kau tau kami bukanlah orang yang kekurangan uang??" kata Ana dengan santai


" Ha..ha..jadi kalian mencabut tuntutan kepadaku karena apa??" tantang Anthoni


" Pasti karena uangkan??" tembak Anthoni


" Ha....ha....ha...." tawa Ana membuat Anthoni merasa ditantang


" Sebelum kau mengenal uang aku dan mas Dion sudah bermain main dengannya, kau begitu bangga dengan apa yang kau miliki sekarang"


" Kau ini seperti Iran yang sedang terkejut karena memiliki segalanya, kau bahkan tidak bisa bersikap santai. Lihatlah bahkan uang yang kau miliki tidak bisa membeli diriku yang begitu kau inginkan meskipun mungkin kekayaan mu melebihi mas Dion"


Kata kata itu membuat Anthoni menjadi naik darah apalagi saat Ana bergelayut manja dilengan Dion, ingin rasanya Anthoni menghajar Dion saat itu.


" Jadi apa yang kalian mau??" kata Anthoni dengan nada yang sudah naik beberapa level


" Sebenarnya aku hanya ingin menyelesaikan semua masalah kita, tapi melihatmu begini membuat ku merasa kasihan" kata Ana


" A...apa kasihan??"kata Anthoni, kata kata itu membuat dirinya menjadi orang yang paling menyedihkan


" Iya karena kau sudah tidak punya hati lagi, bahkan jika aku menjadi seorang janda aku tidak akan menginginkanmu. Hanya orang bodoh sajalah yang ingin memiliki suami seperti mu"


" Ka...ka...u" kata Anthoni berapi api, ia tidak menyangka Ana yang akan berkata seperti itu padanya.

__ADS_1


Terima kasih sudah mampir dan membaca novel ini. Author sangat mengharapkan Like, komen dan vote serta Follow karya ini ya...


__ADS_2