Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 89


__ADS_3

Setelah mendapat perawatan selama beberapa hari di Rumah Sakit akhirnya Ana diperbolehkan pulang.Shanty pun membawa Ana pulang ke kediamannya.


Shanty terus berusaha untuk menghibur Ana, diabtahu bahwa Ana sedang mengalami masa masa sulit dalam hidupnya.Selama di Rumah sakit Ana sama sekali tidak pernah. berbicara dengan Dion.


Setelah sampai di rumah Ana langsung memilih langsung kakamar. Ana masuk dan membaringkan dirinya, air mata kembali mengenang di pelupuk matanya. Dia lalu bangkit dan membuka laci meja yang ada disebelah ranjangnya.


Air matanya kembali merebak melihat Foto hasil USG, dia mengusap foto tersebut dan memeluknya di dadanya.


" Sayang maafin mama ya, mama ngakk bisa jagain kamu" kata Ana dengan sedih


" Maafin mama, maafin mama" Ana meracau semakin keras.


Shanty yang masih khawatir dengan keadaan Ana menghampiri Ana ke kamarnya. Begitu sampai di depan kamarnya Ana dia mendengar tangisan Ana, Shanty langsung masuk dan melihat kondisi Ana.


Shanty yang melihat Ana menangis tersedu sedu lansung memeluk nya.


"Sayang kamu jangan begini terus, kamu harus ikhlas" kata Ana yang terus saja menangis di pelukannya.


" Ma Ana ngakk kuat, kenapa ini terjadi pada Ana"


" Sayang dengarkan mam, semua yang terjadi dalam kehidupan kita sudah digariskan oleh yang Maha Kuasa, pasti suatu saat Tuhan akan memberikanmu kabahagian. Percayalah sayang"


Perlahan tangis Ana mulai reda, dia tahu apa yang dikatakan Shanty benar.


__________________________________

__ADS_1


Dion mondar mandir di kamar Apartemen nya, ponsel yang dari tadi dipegangnya dicampakkan begitu saja.


" Arrrrggggghhhhh" Dion mendengus kesal karena ponselnya tidak bisa tersambung dengan istrinya. Dion mencoba menghubungi Shanty, Ray namun tidak ada hasilnya.


Tiba tiba saja Karin datang dengan membawa beberapa kantong kresek yang berisi makanan.Melihat ponsel Dion yang terlempar begitu saja di lantai langsung menghampiri Dion yang berada di kamar apartemen.


" What's wrong Honey??" kata Karin sambil meletakkan makanan yang ia bawa.


Dion tidak menjawabnya, Karin yang melihat wajah Dion yang begitu kesal tak berani lagi bertanya. Karin lalu mengambil piring dan menaruh makanan yang ia bawa ke atasnya.


" Sayang ayo kita makan dulu"


" Aku ngakk lapar, kamu makan aja sendiri" kata Dion sambil berlalu.


Melihat kedatangan Dion , Ken langsung menyambut nya.


" Ken ayo kita keluar"


" Malam malam begini kita kemana pak"


" Ayo ikut saja"


Ke. akhirnya menuruti perintah Dion, dia lalu mengeluarkan mobil dan segera melaju pergi.


" Kita kemana pak??"

__ADS_1


" Kalau diluar pekerjaan panggil saja aku Dion"


" Baik pak, eh maaf maksud nya Dion!"kata Ken yang tetap konsentrasi dengan jalanan.


" Antar saja saya ke counter hp terdekat??"


" Mau beli ponsel baru??"


" hmmmm ponsel saya rusak parah" kata Dion sambil menunjuk kan ponselnya.


" kok bisa sampai begitu??" kata Ken yang keheranan melihat kondisi ponsel Dion.


" Saya banting"


Ken diam saja mendengar jawaban Dion, dia tidak berani bertanya lebih jauh lagi.


" Kamu tidak tanya kenapa??"


" Eh maaf Dion nanti dibilang saya terlalu lancang"


Akhirnya setelah berkendara selama 15 menit mereka akhirnya sampai di counter yang paling besar disekitaran kota tersebut. Ken dan Dion akhirnya turun dan segera memasuki counter tersebut.


Jangan lupa like komen dan vote ya.


Maaf baru up sekarang karena authornya lagi sibuk....

__ADS_1


__ADS_2