
Dion melihat Ana yang tertidur dengan posisi terlentang, Dion mendekat dan mulai memandangi wajah Ana yang tampak bercahaya dibawah sinar lampu.
Pandangan Dion beralih pada beberapa lembar foto yang ada di genggaman Ana dengan pelan.
Mata Dion mendadak basah melihat foto hasil USG tersebut, ada kebahagiaan dalam hatinya dia terus saja memandangi foto itu dengan senyum indah yang tersungging di bibirnya.
" Maaf ya sayang papa ga bisa temani mama untuk melihat kamu, papa benar benar minta maaf" kata Dion berbicara pada foto tersebut.Dion kembali manatap Ana yang tidur dengan lelepnya, dia membelai rambut Ana dan memandang nya penuh arti.
" Apa di masa lalu aku begitu mencintai wanita ini, apa dia begitu berarti dalam hidupku"
Dion terus saja membelai rambut Ana kemudian tangannya bergerak ke bagian wajah Ana dan tanpa sadar ia menyusuri bagian wajah Ana dengan telunjuknya.
Jari Dion berhenti di bibir indah Ana, Dion tampak tidak asing dengan bibi indah Ana.
Dion membungkuk kan badannya sehingga wajahnya begitu dengan wajah Ana. Dengan mata terpejam Dion mendekat bibirnya dan mulai mencium bibir merah kenyal Ana.
Ana yang sedang tertidur lelap merasakan sesuatu yang yang sedang menari nari diatas bibirnya. Dengan perlahan ia membuka matanya dan melihat sosok yang begitu dirindukan nya sedang menikmati bibir nya dengan mata terpejam.
__ADS_1
" Ya Tuhan ini pasti mimpi dan Aku tidak ingin bangun dari mimpi indah ini" gumama Ana dalam hatinya.
Semakin lama ciuman Dion berubah menjadi ciuman panas dengan tangan Ana yang tak bisa dikendalikan. Dion merasakan ikatan yang begitu kuat dengan Ana.
Ana mengira yang terjadi adalah mimpi hanyut dalam permainan Dion, dia membalas setiap ciuman yang disuguhkan Dion.Dengan sentuhan lembut Ana membuka kemeja Dion dan mencampakkan begitu saja.
Entah sejak kapan tubuh keduanya dalam keadaan polos, erangan erangan kecil terdengar dari bibir Ana ketika Dion mencium setiap inchi tubuhnya.Bibir Dion menari dari di pucuk buah dada Ana dan menjilati dengan kasar, Ana merasa kan tubuhnya di luar kendali dia terus saja menggeliat diiringi desahan dasahan indah.
Mereka menyatu dalam syair cinta yang indah, saling melepas rindu dengan ikatan yang paling dalam.Dion terhempas di samping tubuh istrinya, dia memeluk wanita dengan tubuh yang sama sama polos.
*********
Krukkkkkkk
Perut Ana berbunyi dengan kerasnya, dia terbangun karena merasa lapar. Dengan perlahan dia membuka matanya dan alangkah terkejutnya ia melihat tubuhnya dalam keadaan polos.Dia memiringkan posisinya ternyata Dion juga dalam keadaan sama.
Wajah Ana bersemu merah karena kejadian semalam bukanlah mimpi, Ana menutup wajahnya dengan tangannya dia begitu malu mengingat betapa agresif nya ia semalam.
__ADS_1
Ana menoleh jam dinding jam masih menunjukkan pukul 02.00 pagi.
Krukkkkkkk
Perut Ana berbunyi lagi sampai Dion pun terbangun dari tidurnya karena suara dari perut Ana.
" Kamu lapar" Kata Dion sambil mengucek matanya.
" Ehhhh iya mas maaf mas gara gara Ana mas jadi terbangun" kata Ana sambil menarik selimut ke tubuhnya, dia merasa malu karena tubuhnya masih dalam keadaan polos.
" Ya udah kamu pakai baju dulu mas akan buat makanan untuk kamu"
" Eh...ngakk usah mas biar Ana aja"
" Kamu ngakk usah melawan kamu tunggu mas akan buat sesuatu untuk kamu dan anak kita"kata Dion sambil mengelus perut Ana.
Ana hanya tersenyum mendengar perkataan Dion, kini ada sedikit harapan untuknya untuk mendapatkan hati Dion kembali.
__ADS_1