
Ana akhirnya memeriksa kandungan ditemani oleh Shanty, Ana memilih untuk kontrol bersama ibu mertuanya yang begitu menyayangi nya.
" Kandungan sehat dan tidak bermasalah, semua normal" Kata dokter Tia menjelaskan kondisi kandungan Ana
" Apa jenis kelamin bayinya dok?? tanya Shanty yang penasaran
" Untuk saat ini jenis kelamin bayinya belum tampak kerena usia kandungan masih 15 Minggu mungkin satu atau dua bulan lagi dapat melihat jenis kelaminnya"
"O..." Shanty tampak ber o mendengar penjelasan dokter tersebut.
Selama pemeriksaan berlangsung Ana hanya diam saja, suasana hatinya tidak menentu. Jujur Ana sangat mengharapkan kedatangan Dion namun Dion lebih mementingkan pekerjaan nya terlebih Dion ditemani Karin.
Shanty yang melihat gelagat Ana merasa iba dengan menantu kesayangannya ini. Shanty tahu betul apa penyebab menantu cantiknya ini sampai tidak semangat. Selesai pemeriksaan Shanty pun mengajak Ana untuk mampir di sebuah restoran berbintang.
" Sayang ayo dimakan! kata Shanty
" Iya ma " kata Ana dengan agak ogah ogahan.
" Sayang kamu harus kuat ya, mama tau
kamu begitu banyak mengalami penderitaan tapi mama yakin kamu dan Dion pasti bisa melewatinya."
Ana menangis mendengar nasehat mama mertua nya dalam hati ia bersyukur mempunyai mertua berhati malaikat seperti Shanty.
__ADS_1
" Sayang kamu harus kuat apalagi sebentar lagi kamu akan menjadi seorang Ibu" Kata Shanty sambil menepuk pundak Ana yang sesegukan karena tangisnya.
" Makasih ma,doain Ana agar memperjuangkan kembali dengan Dion"
" Pasti sayang, mama bangga sama kau kamu ini wanita yang kuat dan luar biasa kamu pasti bisa,jadi sekarang kamu makan yang banyak agar bayinya sehat"
Anapun menuruti perintah Shanty, setelah makan Shanty pun mengantar Ana sampai didepan apartemen tempat mereka tinggal.
Ini author kasih visual Shanty Wiradmadja mertua paling gokil dengan malaikat
Ana merebahkan tubuhnya di atas ranjang,dia menghembuskan nafas kasar, dia kembali terduduk dan mengambil tasnya.Dia mengeluarkan beberapa lembar foto hasil USG nya.
" Sayang kamu yang baik ya " kata Ana sambil memandangi foto calon anaknya tersebut dan gerakan tangannya berpinda pada perutnya yang kini sedikit lebih padat.
Ana merebahkan tubuhnya lagi, dia terus saja memandangi foto hasil USG tersebut. Ana merasa mendapat kekuatan setiap memandang foto tersebut.
********
Drefffttttt
Ponsel Dion bergetar, saat ini jam menunjukkan pukul 08.00 malam tetapi Dion masih dikantornya.Dia mengambil ponselnya dan melihat nama Mommy tertera di layar ponselnya.
__ADS_1
" Halo ma"
" Kamu ada dimana??"
" Masih dikantor ma ada apa ma??"
" Kamu ini suami macam apa! masa istri periksa kehamilan kamu ngakk temani!" kata Shanty dengan marahnya.
" Bukan begitu ma, Dion lagi ada kerjaan yang tidak bisa ditinggal kan"
" Apa kamu bersama wanita itu??"
" Wanita??? " tanya Dion pura pura bingung padahal dia tahu siapa yang dimaksud mamanya"
" Mulai sekarang mama ngakk ingin kamu dekat dengan dengan Karin, nak tolong hargailah sedikit istri kamu. Ana itu wanita baik dan mama ingin kamu menjaga dan menyayangi istrimu layaknya papa menjaga Mama apalagi sekarang dia sedang mengandung cucu mama"
Dion terdiam mendengar perkataan mamanya, perasaan bersalah menyusup di dadanya begitu ia menutup telfonnya diapun segera pulang ke apartemen nya.
Dion membuka pintu apartemen dengan pelan, dia melangkah menuju kamar karena tidak mendapati keberadaan Ana di ruang tamu.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE AUHTOR YA.
DUKUNGAN KALIAN SANGAT DIBUTUHKAN PARA AUTHOR UNTUK MENYEMANGATI PARA AUTHOR..
__ADS_1