Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 94


__ADS_3

Dion mondar mandir di kamar apartemennya, dia terus menghubungi Ana namun Ana selalu merejeck panggilannya. Karin yang melihat kegelisahan Dion merasa diabaikan.


" Mas kenapa dari tadi mas mondar mandir " kata Karin dengan kesal.


" Aku mencoba menghubungi Ana" kata Dion keceplosan.


" Mas kenapa sih kamu masih menghubungi dia, sebaiknya sekarang kita urus pernikahan kita"


" Ak..aku sangat mencintai Ana, kalau saja aku tidak melakukan kesalahan aku tak akan kehilangan dia " kata Dion sambil tertunduk,


" Jadi mas anggap aku ini apa??"


" Maaf kan aku Karin tapi hatiku ngakk bisa berbohong kalau ada tempat dihatiku yang hanya bisa diisi oleh Ana. Aku yakin dia adalah belahan jiwaku di masa lalu"


" Mas apa sih kurangnya aku bahkan sekarang aku bisa kasih anak untuk kamu. Pokoknya aku ngakk mau tau kamu harus nikahin aku secepatnya.


Dion hanya terdiam, dia yakin bahwa dia sudah terkena hukuman karena telah menyakiti Ana.


_______________________________


Ana melihat ponselnya, sudah puluhan kali ia merejeck panggilan dari Dion. Lia yang melihat sikap Ana merasa kasihan dengan sahabatnya yang terlalu banyak menderita. Untuk menghibur Ana, Lua mengajaknya keluar untuk sekedar menghilangkan rasa bosan. Awalnya Ana menolak namun setelah Lia terus membujuk nya akhirnya Ana mau juga.

__ADS_1


Akhirnya Lia dan Ana memilih untuk berjalan jalan di area taman yang tak jauh dari tempat kosan Lia. Begitu sampai Lia begitu antusias sekali, dia sangat senang karena berhasil membuat Ana mau diajak keluar.


" Ayo kita duduk di rumput itu An kayaknya seru" kata Lia sambil menarik tangan Ana.


Setelah duduk Lia meluhat penjual es krim dan Snack yang tak jauh dari tempat mereka duduk. Tanpa bertanya Lia langsung membeli es krim dan beberapa cemilan untuk mereka berdua.


" Nih, sekarang kamu makan eskrim biar segala yang panas bisa dingin" kata Lia sambil menyerahkan es krim yang dibelinya.


" Kamu ini memang paling bisa bikin orang senang Li"


" Jelasssss"kata Lia samil mengangkat jempolnya sedang Ana menggeleng gelengkan kepalanya.


" Kalau kamu siap kita berangkat besok siang"


" Iya Li, semakin cepat semakin baik"


" Ok deh sekarang kita santai aja dulu nikmatin suasana yang ada"


" Hmm baiklah" kata Ana sedikit tersenyum.Lia begitu senang melihat Ana sudah membaik, dia berharap Ana akan mendapatkan kebahagiaan suatu saat nanti.


___________________________________

__ADS_1


Pagi itu Ana dan Lia segera bersiap untuk pergi berangkat ke Bandung, setelah selama mengemas barang Ana pun dan Lia pun menuju Statiun Gambir untuk mengambil tiket kereta api yang akan membawa mereka ke Bandung.


" Ana kamu udah siap kan???"


" Iya udah kamu gimana???"


" Udah, tapi kamu yakin mau tinggalin Dion??" kata Lia sekali lagi meyakinkan Ana


" Iya Lia daripada saya tersiksa melihat kelakuan Dion dan selingkuhan nya itu"


.


" Baguslah aku mendukungmu, mudah mudahan di luar sana ada kabahagian lain menunggu mu" kata Lia menyemangati sahabatnya itu.


Ana tersenyum, ia yakin bahwa dengan pergi keadaannya akan lebih baik walaupun melapas Dion adalah hal yang sangat sulit untuk dilakukan.


Setelah berkemas mereka pun menuju stasiun Gambir untuk segera berangkat.Begitu sampai di stasiun tersebut mereka pun segera membeli tiket kereta api menuju Bandung. Sambil menunggu keberangkatan Ana dan Lia memilih duduk sambil melihat kerumunan orang yang lalu lalang.


" Selamat tinggal mas Dion, semiga kamu bahagia dengan Karin. Aku akan berusaha melupakan semua tentang kita walaupun berat tapi akan kucoba".


Akhirnya kereta api yang ditumpangi Ana dan Lia pun berangkat. Tanpa terasa air mata Ana menetes di pipinya, ia tak bisa menunggu bahwa rasanya berat meninggalkan apa yang seharusnya miliknya.

__ADS_1


__ADS_2