
Aldi, Shanty dan Ray pun segera pulang, sesuai anjuran dokter Ray harus banyak istirahat untuk memulihkan tenaganya.
Dion yang masih di Rumah sakit tidak sedikit pun beranjak meninggalkan istrinya.
Dion terus memandangi wajah cantik Ana yang terbaring lemah, dia sangat berharap Ana dapat segera sadar, Dion terus berdoa dalam hatinya untuk kesembuhan istrinya. Karena kelelehan Dion akhirnya tertidur dengan posisi memegang tangan Ana.
Perlahan Ana mulai membuka matanya, dia melihat dirinya sedang ada ruangan serba putih.
" Pasti aku dirumah sakit " pikir Ana, dia pun mulai ingat kejadian saat pisau yang dihujamkan Anthoni tepat mengarah diperutnya.
Badannya terasa lemas tak bertenaga dia lihat ada dua selang infus yang terpasang di tangannya, satu cairan putih dan satunya cairan merah kental.
Ana menoleh ke samping, dia merasa ada yang memegang erat tanganya, dia ingin bersuara tapi karena ada alat bantu nafas yang menutup hidung dan mulutnya membuat Ana kesulitan berbicara.
Ana pun mengerak gerakkan tanganya, Dion yang tadinya tertidur segera terbangun dengan gerakan tangan Ana.
" Sayang,, kamu sudah sadar" kata Dion dengan senang nya.
" Tunggu mas panggilkan dokter dulu" Dion pun segera berlari menuju ruangan dokter Tian.
__ADS_1
" Dok, istri saya sudah sadar tolong periksa keadaannya dok"
" Baiklah ayo kita kesana" Kata dokter Tian
Dokter Tian pun memeriksa keadaan Ana, dia pun melepas alat bantu pernafasan yang dipasang sejak Ana diruang UGD.
" Bagaimana Keadaan istri saya Dok" tanya Dion.
" Untuk saat ini pasien sudah membaik, namun jangan banyak bergerak dulu karena jahitan di perutnya bisa terbuka"
" Apakah istri saya sudah boleh makan dan minum kan dok?"
Setelah pemeriksaan selesai Dokter Tian pun segera meninggalkan ruangan tersebut untuk memeriksa pasien lain.
" Sayang apa kamu lapar??tanya Dion. Ana merasa bahagia karena Dion kembali memanggil sayang, dia sampai meneteskan air mata. Dion yang melihat air mata Ana merasa menyesal karena membuat Ana belakangan ini selalu menangis.
" Maafin mas ya sayang udah buat kamu sedih belakangan ini, mas tau mas egois sayang maafin mas ya" Kata Dion yang juga mulai menetes kan airmata.
" Makasih ya mas, mas maafin Ana ya"
__ADS_1
" Syuuut, kita ngakk usah ngomongin itu lagi, yang penting sekarang kamu cepat sembuh sayang" Kata Dion sambil membelai rambut Ana dengan lembut. Ana pun mengangguk kan kepala nya pertanda setuju.
" Mas Ana haus" kata Ana yang ingi duduk namun Ana mengaduh kesakitan karena luka di perutnya terasa begitu perih.
" Sayang kamu nggak usah banyak bergerak, biar mas yang ambilin kamu minum" kata Dion yang segera mengambil Ana air minum dan memberikan kepada Ana.
" Terimakasih kasih ya mas" kata Ana
" Ingat kamu ngakk boleh banyak bergerak dulu, jahitan luka di perut kamu bisa terbuka.Kalau kamu butuh apa apa kamu tinggal bilang sama mas" Kata Dion
" Mas Ana minta dicium" Kata Ana menbuat Dion kaget sekaligus senang.
" Jadi istri mas minta dicium " Kata Dion menggoda Ana, seketika wajah pucat Ana menjadi merona merah. Dion mendekatkan bibir ke arah kening Ana dan mencium nya dengan lembut ,perlahan Dion pun mencium bibir Ana dengan lembut da hati hati, ia tak ingin setiap gerakannya bisa melukai Ana.
Wajah Ana terlihat lebih cerah setelah mendapat ciuman dari suami nya. Dia benar-benar bahagia karena Dion tak lagi bersikap dingin, Ana benar benar bersyukur dengan keadaan saat ini.
"***Terimakasih Tuhan kau telah mengembalikan suamiku menjadi seperti dulu lagi" Doa dalam hatinya
AYO VOTE AUHTOR YA, KOMEN JUGA SANGAT DIPERLUKAN DALAM NOVEL INI JADI MOHON KESEDIAANNYA YA PARA READERS SEKALIAN.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE AUHTOR YA***