
Pagi ini Ana bangun dengan suasana hati yang sedikit berbeda, apalagi saat bangun tangan Dion melingkar di pinggangnya.
" Ya Tuhan ternyata ini bukanlah mimpi"
Ana mengelus wajah Dion yang masih tertidur lelap seperti nya sisa malam romantis kemarin masih memenuhi hatinya. Ana mencium kening Dion dengan pelan agar laki laki perkasa itu tidak terbangun.
Ana beranjak dari tempat tidur dan segera membersihkan dirinya.Ia Lalu menuju dapur dan mulai memasak, Ana merasa lega karena dia merasa frekuensi mualnya mulai berkurang.
Saat asyik memasak tiba tiba Ana dikagetkan oleh Dion yang tiba tiba saja memeluknya dari belakang.
"Masak apa sayang??"
" Aduh mas bikin kaget aja, jantung Ana hampir copot" kata Ana
" Maaf ya sayang" kata Dion sambil menciumi punggung Ana.
" Mas geli" kata Ana sambil menggeliat.
Dion bukannya menghentikan aksinya malah tangannya menjalar ke bagian perut Ana dan mengelusnya dengan lembut.
" Sayang kamu baik baik ya disana"
__ADS_1
Ana hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya, dia membiarkan Dion melakukan apa yang dia inginkan. Tiba tiba saja ingatan Ana telintas pada Karin.
" Mas bagaimana hubungan mu dengan Karin?? " tanya Dion yang tiba tiba membuat Dion tersentak kaget.
Dion terdiam dan menghentikan aksinya nakalnya pada Ana. Kini ia dihadapkan dengan pilihan yang sulit. Dion tau bahwa Karin tidak akan melepaskannya dengan mudah.
Ana yang melihat sikap diam Dion mulai ragu,banyak pertanyaan yang timbul dalam benaknya
" Mas Ana butuh kejelasan, Ana ngakk mau jika ada orang ketiga dalam hubungan kita, Ana mau mas bisa perjelas status Ana sekarang, Ana ngakk mau jadi istri dari seorang laki-laki yang memiliki simpanan"
Dion diam seribu bahasa, suasana yang tadinya romantis malah menjadi tegang.
" Mas usahakan agar Karin lepas dari hidup mas"
Dion menarik wajah Ana dan mulai menatap ke arah mata indah Ana,dia menatap dengan penuh cinta.
" Apa kau tidak percaya padaku" tanya Dion dengan tatapan terdalamnya, Ana sadar tidak ada kebohongan disana.
Ana menggeleng kan kepala dan mengelus wajah tampan suaminya,kebiasaan Ana mengelus wajah adalah yang paling disukainya karena dengan sentuhan lembut Ana Dion selalu merasakan ada kehangatan yang tidak pernah didapatkan nya termasuk Karin.
************
__ADS_1
Pagi ini Dion berangkat dengan hati yang lega karena telah berhasil meyakinkan istrinya.Dion yang sedang sibuk mengutak-atik laptopnya tiba tiba dikagetkan oleh kedatangan Karin
" Pagi Honey" kata Karin yang masuk tanpa mengetuk pintu.
" Karin sekali lagi kalau kamu masuk ketuk pintu dulu, bagaimana kalau saya sedang ada tamu" kata Dion dengan nada kesal.
" Kok kamu marah sih honey biasanya kamu ngakk pernah komplen"
" Bukannya begitu tapi begitu lah kenyataan nya"
" Iya deh Karin salah jangan marah marah lagi ya"
Dion tak menjawab Karin, dia terus saja fokus dengan laptopnya. Karin yang merasa dicuekin langsung mendekat ke arah Dion dan mulai memijit punggugnya.
" Karin ini dikantor Bersikaplah lebih sopan" kata Dion menolak pijitan Karin
" Mas kenapa sih dari tadi marah marah terus"Kata Karin dengan ketus nya
" Apa karena perempuan penggoda itu??" kata Karin dengan nada tinggi.
" Karin cukup, tutup mulut mu jangan menyebutnya dengan penggoda" kata Dion sambil menatap Karin dengan marah.
__ADS_1
"Sekarang aku tahu bahwa memang perempuan itu sudah mencuci otakmu"
" KARIN " kata Dion sambil berdiri, ia memukul meja saking emosinya.