
Setelah Dion dan Karin dari cafe mereka memilih langsung ke apartemen Dion
Karin begitu bahagia Dion benar benar telah melupakan Ana.
" Honey terimakasih ya telah membelaku di depan wanita penggoda itu" kata Karin sambil mencium pipi Dion dengan mesra.
" Iya sayang kamu memang pantas untuk dibela"
" Sayang boleh ngakk aku minta credits card soalnya aku mau beli beberapa barang" kata Karin bergelayut manja.
Dion pun segera mengeluarkan credits card untuk Karin.
" Makasih honey"
Karin benar benar menjadi ratu di Dion, Karin tahu betul Dion adalah orang yang sangat royal apalagi untuk orang yang dicintainya.
"Oh ya aku pulang dulu ya honey besok aku datang lagi dan ingat jangan mendengar kata kata wanita penggoda itu"
Dion hanya mengangguk setuju, setelah Karin pergi Dion segera memilih untuk pergi ke kantor.
*******
Pukul 21.00 malam Dion baru pulang dari kantor, dia memilih langsung pulang ke apartemen nya. Begitu sampai dia sangat kaget melihat sosok Ana yang sedang menunggunya di luar apartemennya.
" Kamu ngapain kesini"
" Mas aku masak makanan kesukaan kamu" kata Ana sambil menyodorkan rantang makanan.
__ADS_1
Dion membuka pintu apartemennya dan menyuruh Ana masuk.
" Mas aku siapin makanannya ya" kata Ana sambil berjalan menuju dapur untuk menyiapkan makanan yang dibawanya.
Dion terhenyak melihat makanan yang dibawa Ana, semua itu adalah makanan yang paling ia sukai.
" Bagaimana wanita ini tahu makanan kesukaan ku, ah mungkin mama yang memberi tahunya" pikir Dion.
" Mas ayo makan" kata Ana
" Dion pun menuruti ajakan Ana, dia begitu sangat berselera dengan masakan Ana. Ana begitu bahagia melihat suaminya begitu lahap memakan masakannya.
" Makanannya enak ya mas??" tanya Ana
" Biasa aja kebetulan aku lapar makanya aku makan" kata Dion berbohong dalam hatinya dia memuji masakan Ana.
" Diminum mas" kata Ana
" Hmmmm" kata Dion tanpa memperdulikan Ana, matanya tertuju pada laptopnya.
" Mas aku ingin bicara" kata Ana sambil duduk mendekat disamping Dion.
Dion menghentikan aktivitas nya dan mulai menatap Ana.
" Katakan"
" Mas aku ingin mas memberikan aku satu kesempatan untuk memperjuangkan pernikahan kita" kata Ana sambil menunduk tak terasa air matanya mulai mengalir.
__ADS_1
" Tapi aku tidak yakin dengan ini, kamus tahu aku sangat mencintaimu Karin" kata Dion
" Mas beri aku waktu satu bulan jika memang mas adalah jodohku maka mas pasti ingat semua namun jika tidak aku akan merelakan mas dengan mbak Karin"
" Aku mohon mas" kata Ana dengan mata meminta
Dion yang melihat wajah Ana tak tega menolak permintaan nya. Dion begitu damai melihat mata bening Ana, mata itu menyiratkan cinta dan ketulusan.
" Baiklah jika itu permintaanmu aku setuju tapi hanya satu bulan".
Ana begitu bahagia mendengar persetujuan Dion, dia mempunyai satu kesempatan untuk memperjuangkan pernikahan mereka. Ana mengelus perutnya dengan bahagia.
" Nak kita akan berjuang untuk Ayah sekali lagi, mama yakin ayahmu akan kembali pada kita" kata Ana sambil tersenyum menelus perutnya.
" Mas mulai hari ini aku akan tinggal disini bolehkah??"
" Terserah kamu aja"
" Terimakasih ya mas" kata Ana sambil memeluk Dion dengan spontan. Dion merasa jantungnya berdetak kencang, entah kenapa hatinya nyaman dengan pelukan wanita ini.
" Ya uda kamu tidur di ranjang aku akan tidur di sofa"kata Dion
" Enggak mas kita tidurnya seranjang aja, aku janji ngakk akan macam macam" kata Ana sambil sedikit memohon.
" Ini permintaan anak kita mas, dia ingin tidur sama ayahnya"
" Baiklah" kata Dion yang akhirnya mengalah.
__ADS_1