
Jangan lupa like komen dan vote serta follow author ya para readers sekalian.
Happy reading...
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
Andra mondar mandir di rumahnya, dia sangat menentukan kedatangan Ana sejak dia keluar dari kantornya.Bu Tuti yang melihat Andra seperti cacing kepanasan sangat penasaran dengan apa yang terjadi, tidak biasanya Andra bersikap seperti itu.
" Den Andra ngakk apa apa kan?? "
" Ah...ngakk kok Bi saya hanya menunggu kedatangan Ana dan Lia"
" Oh..."
" Apa mereka tadi kesini Bi??"
" Ngakk den,"
" Dimana kamu Ana, apa kamu benar benar ingin kembali kepada laki laki keparat itu. Ya Tuhan jangan biarkan aku kehilangan wanita yang kucintai untuk kedua kalinya. Ijinkan aku memiliki dan membahagiakannya" bisik Andra dalam hatinya.Dia melihat jam di tangannya sudah menunjukkan 05.30 sore.
Andra yang tidak sabaran akhirnya pergi untuk mencari Ana ke toko ibunya meskipun dia sudah dari sana dia ingin mencari Ana.
______________________________________________
__ADS_1
Ana dan Lia sudah berada didalam cafe selama hampir 5 Jam, Ana benar benar enggan untuk keluar.
" Ayolah An kita pulang aku khawatir jika mas Andra mencari kita"
" Malas Li, aku ngakk ingin kemana mana, atau aku harus sembunyi dulu"
"Ana kamu ngakk bisa lari keadaan ini, kasihan mas Andra kamu tau dia berjuang untuk membuat kamu bisa tersenyum lagi. Jika memang kamu masih mencintai Dion maka bicaralah tidak baik membuat dia seperti ini"
Ana bagaikan tertampar dengan Kata kata Lia, dia tahu betapa sulitnya Andra untuk mendekatinya dan membuat nya tersenyum.
" Ya Tuhan apakah aku harus mematahkan laki laki yang begitu tulus mencintaiku, menerima ku apa adanya"
Ana merasakan getir dalam hatinya, dia tak tahu harus bagaimana.Lia menepuk pundak Ana dengan lembut, dia sungguh mengerti bagaimana perasaan sahabat nya itu sekarang.
Setelah berpikir sesaat akhirnya Ana mengajak Ana untuk pulang, Lia benar tidak ada gunanya lari dari kenyataan, namun baru membuka pintu cafe tersebut tiba tiba sosok Dion datang menghampiri nya.
" Ana" kata Dion dengan mata yang berbinar
" Mas Dion" kata Ana tak kalah kagetnya.
" Aku ingin bicara denganmu" kata Dion dengan nada sedikit memohon
" Kamu duluan saja Li, aku ingin bicara dengan mas Dion dulu"
__ADS_1
" Aku tunggu disana aja" kata Lia sambil menunjuk bangku yang berada sudut cafe tersebut.
Ana mengangguk dengan pelan lalu mereka duduk ditempat cafe tersebut.Dion begitu bahagia melihat Ana Sekarang ada dihadapannya, ada rindu yang menyeruak yang tak dapat dibendung nya lagi
" Bagaimana kabarmu??" tanya Dion basa basi
" Seperti yang mas lihat" Kata Ana dengan datar, dia berusaha untuk menghindari tatapan Dion.
" Ayo kita pulang sayang, mas ngakk bisa hidup tanpa kamu" kata Dion langsung to the point.
" Tapi mas kelihatan baik baik saja" kata Ana seolah tidak perduli keadaan suaminya.
" Sayang hukumlah aku semaumu tapi jangan pergi dari mas sayang, mas hampir gila karena kepergian kamu" kata Dion.
Dion menatap Ana dengan penuh rasa rindu, lalu ia bangkit dan berlutut dihadapan Ana. Sontak saja Ana kaget dengan sikap Dion.
" Mas jangan gini deh" kata Ana merasa tidak enak, dia melihat mata mata yang tertuju pada mereka.
" Sayang kamu maukan kembali?, kita mulai dari nol lagi, mas mohon" kata Dion sambil menangkupkan wajahnya dikedua paha Ana
See u to the next chapter
***Terimakasih buat yang sudah like,komen ,vote dan follow AUHTOR ya. Vote yang banyak Agar author semangat up nya.
__ADS_1
Maaf jika ada typo, author Sangat berterimakasih jika ada yang mengingatkan nya******.