
***Author ingatkan jangan lupa like komen dan vote author ya Jangan lupa tambahkan ke favorit juga...Komen ya agar novel ini makin bagus.
Love u para readers***
Dion sedang sibuk memperhatikan laptopnya tiba tiba dikejutkan oleh bunyi ponselnya, ternyata ada panggilan dari Harry.
" Halo Harry"
" Halo boss, gini boss saya lihat istri boss sedang keluar dengan ojek online"
" Awasi dia ikuti jangan sampai dia lolos dari pengawasan mu, segera laporkan apa yang dia lakukan dan foto setiap kegiatannya"kata Dion.
" Siap boss" kata Harry
Dion mengepalkan tangannya, ada gejolak emosi dalam hatinya.
" Kalau kamu menemuinya lagi aku tidak akan memaafkanmu" geram Dion dalam hati.
Ting... ponsel Dion berbunyi lagi, Dion melihat isi pesan yang dikirim oleh Harry, mata Dion membelak seketika. Isi dari pesan itu adalah foto foto Ana yang sedang bertemu dengan Anthoni, rahang Dion mengeras bunyi giginya gemeretuk menandakan dia sedang di puncak kemarahannya.Dion segera memencet nomor Ana.
__ADS_1
"Ha..halo mas" kata Ana dengan gugupnya
" Kamu pulang sekarang, kamu benar benar tidak menghargaiku sebagai suamimu" kata Dion dengan nada yang penuh amarah.Dion pun segera memanggil Gio untuk menghadap padanya
" Gio kamu batalkan semua pertemuanku hari ini"
" Ta..tapi bagaimana dengan persetujuan kontrak dengan Tuan Smith hari ini kita akan tandatangan kontrak pak"
" Batalkan semua, kamu dengar BATALKAN " Dion berteriak dengan kerasnya membuat Gio terkejut.
" Ba..baiklah pak" kata Gio dengan sedikit ketakutan, selama mengabdi pada Dion baru kali ini Gio melihat tuannya semarah itu.
Dengan cepat Dion mengemudikan mobilnya,tanpa di dampingi oleh Jhoni.Selama di mobil Dion berusaha untuk menahan emosinya,hatinya terasa ingin meledak karena perlakuan Ana.
Arghhh....Dion membanting setir mobil dengan kerasnya, emosinya meluap luap sampai terasa di ubun ubun kepalanya. Begitu sampai Dion pun segera memakirkan mobil di halaman rumah mereka.
Tak lama kemudian Ana pun tiba dengan ojek online, melihat mobil Dion yang ada di halaman rumah membuatnya menelan ludah. Setelah ada membayar ongkos pada sanag driver Ana pun segera masuk kedalam rumah.
Dengan perlahan Ana masuk ke dalam rumah, lututnya gemetaran dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada rumah tangga nya.
__ADS_1
" Ma....mas" kata Ana dengan nada yang menyiratkan ketakutan,
" Kamu sudah pulang" kata Dion datar, mencoba menahan emosinya yang sudah meluap luap.
" Ma,,,mas...A...ku"
" Kamu masih mencintainya kan??"
" Bu...bukan begitu mas. Ibunya Anthoni...eh.. itu".
" Kamu ngakk usah jelaskan apa apa Ana, kalau kamu masih mencintai pacar kamu itu mas ngakk masalah. Mas aja segera mengurus perceraian kita agar kamu bisa kembali padanya"
" Mas...Ana minta maaf, Ana ngakk mau cerai dari mas, Ana mohon "
" Saya udah ngakk percaya sama kamu lagi Ana, saya pikir kamu gadis baik baik tapi ternyata saya salah besar. Berani beraninya kamu menemui laki laki lain bahkan walaupun saya sudah melarangnya".
" Mas Ana ngakk akan nemuin dia lagi mas, tapi Ana mohon jangan ceraikan Ana" rintih Ana yang mulai menangis.
" Sudahlah Ana percuma kita mempertahankan pernikahan ini kalau hati kamu dimiliki oleh laki laki itu. Mulai saat ini mas ngakk akan tinggal disini lagi dan kamu bisa tinggal disini sampai perceraian kita selesai" Kata Dion yamg membuat Ana samakin histeris. Ana pun segera berlutut memohon ampunan suaminya.
__ADS_1
" Mas... Jangan tinggalin Ana, Ana tau kesalahan Ana tak bisa dimaafkan tapi kasih Ana satu kesempatan untuk memperbaiki semua ini" kata Ana sambil memeluk lutut Dion.
ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜