Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 173


__ADS_3

" Hu...hu..., aku minta maaf ya sayang" kata Dion sambil menyuapi Ana sampai Ana geleng geleng kepala


" Mas...Uda ah...aku malu lihatnya"


" Tapi aku ngakk tega lihat kamu kayak begini, seandainya aku bisa tukar posisi kamu"


" Tuh...ada Mama malu lihat kamu kayak begini tau"


" Ngakk apa apa kok Ana, seperti nya hormon kehamilan telah berpindah sama suamimu kata Shanty sambil tersenyum senyum.


" Apa bisa begitu ma??" tanya Ana dengan wajah yang cukup serius


" Bisa saja, lihat sekarang buktinya ada didepan mata kamu, kamu yang hamil..tapi dia yang cengeng"


" Betul juga" kata Ana sambil tersenyum senyum


" Tapi Mama ngakk nyangka loh Ana, Dion bisa seperti sekarang ini, setau mama dia bukanlah tipe orang yang mudah menangis tapi lihat sekarang!!"


" Wah kalian tampaknya sekongkol untuk menggoda aku ya" kata Dion sambil cemberut


" Ha....ha....kamu lucu sekali mas"kata Ana melihat wajah Dion


"Selamat pagi semua!!" seorang dokter muda berwajah tampan datang keruangan Ana


"Pagi dok!!"kata Ana dan Shanty berbarengan


" Baiklah kita kan cek keadaan pasien pagi ini"


" Loh biasanya Dokter Elisa yang mencek istri saya" kata Dion protes


" Iya pak, saya ini dokter Lin sama seperti dokter Elisa saya juga Dokter spesialis kandungan"


" Tapi saya ingin dokter Elisa yang memeriksa istri saya!!"


Ana dan Shanty sama sama terkejut mendengar Dion berkata seperti itu.


" Mas kamu ini apaan sih" kata Ana dengan mata melotot


" Maaf dok, suami saya kondisi nya sedang tidak stabil"

__ADS_1


" Tapi sayang, Dokter itu akan melihat bagian tubuh kamu, aku tidak suka!!"


" Mas mereka itu profesional, itu sudah jadi tugas mereka"


" Apa aku sudah boleh melakukan pemeriksaan??"


" Sudah..dok"


" Tidak..." Kata Dion bersikeras


Shanty segera menarik tangan Dion dan membawanya keluar ruangan


" Silahkan Dokter periksa menantu saya"kata Shanty sambil menarik tangan Dion


" Ayo..."


" Ma,,,,aku mau disini" tolak Dion


" Kalau kamu tidak mau maka kamu akan tau akibat nya"ancam Shanty dengan wajah yang cukup serius, akhirnya Dion menuruti perintah mamanya.


"Kamu ini bikin malu mama Dion, kamu ini seperti anak anak saja"


" Ya ampun mama ngakk nyangka tingkah kamu jadi begini, mama jadi malu punya anak sepertimu"


" Lebih baik Dion melihat pemeriksaanya jangan sampai Dokter itu meraba tubuh istriku"kata Dion hendak masuk kedalam ruangan Ana lagi.


" Sekali kamu masuk, mama ngakk akan ngijinin kamu ketemu dengan Ana, biarkan dokter memeriksa Ana dengan tenang"


Akhirnya Dion menuruti perkataan mamanya, meskipun ia mondar mandir di luar ruangan Ana selama pemeriksaan. Setelah hampir 30 menit akhirnya dokter Lin keluar dari ruangan Dion.


" Bagaimana keadaan menantu saya dok" tanya Shanty


" Keadaan sudah cukup membaik mungkin besok pagi pasien sudah boleh keluar"


" Syukurlah setidaknya kami tidak akan berlama lama disini" kata Dion dengan sinis


" Saya mengerti perasaan bapak, tapi saya tidak melakukan hal di luar tugas saya, jika bapak ingin istri anda tidak bisa diperiksa oleh dokter laki laki seperti saya mungkin bapak bisa sekolah kedokteran agar bisa menangani istri sendiri"


Mata Dion melotot kepada dokter Lin namun dokter tersebut hanya tersenyum kecil melihat kecemburuan Dion.

__ADS_1


" Maaf dok, anak saya memang berlebihan sejak istri nya hamil"


" Ya saya bisa memaklumi hal itu ibu, itu salah satu bukti bapak ini sangat mencintai istrinya" kata Lin dengan senyum tulus.


" Baiklah kalau begitu saya permisi dan saya pastikan dokter Elisa yang akan memeriksa Ibu Ana untuk seterusnya"


Dokter Lin akhirnya berlalu dengan senyuman dan Dion pun segera masuk ke ruangan Ana.


" Dokternya sudah pergi mas??" tanya Ana


" Begitulah" Kata Dion dengan cuek


" Sikapmu tadi membuat ku malu mas, seharusnya kamu tidak berkata dan bersikap begitu"


" Iya nih mama juga heran, kok bisa Dion jadi aneh gini ya" kata Shanty


" Padahal selain ganteng dokter nya juga baik dan ramah"


Begitu mendengar Ana memuji Dokter Lin, seketika Dion naik pitam hatinya sungguh merasa panas dibakar oleh api cemburu


" Jadi kamu suka sama dokter sialan itu??" kata Dion dengan nada berapi api


" Bu... bukannya mas, aku...ha...nya..."kata Ana tergagap


" Ha. ..hanya apa???"hardik Dion


" Mas kamu kok gitu sih..apa ada yang salah denganku??"


" Tadi kamu bilang dia ganteng, baik..dan..."kata Dion


" Dion ini Kenapa???"kata Shanty dengan marah


" Kalian sudah membela Dokter Sialan itu* kata Dion dengan marah


" Kamu itu,apa kamu sadar dengan apa yang kamu ucapkan,kamu sudah melukai perasaan istrimu"


****Terimakasih untuk semua dukungan dari kalian.Yang udah like,komen dan vote author terimakasih banyak ya beb..😁😁😁😁😁😁


See u to the next chapter****

__ADS_1


__ADS_2