Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 168


__ADS_3

" Sayang, I Love u" kata Dion sambil mencium bibir Ana dengan lembut.


" Udah ah mas Ana mau pulang dulu, trus Ana mau ke toko, udah beberapa hari ini Ana ngakk kesana"


" Ngakk kamu ngakk boleh kemana mana, ingat kamu sedang hamil ngakk boleh capek


capek"


" Tapi mas, Ana mau kesana lagian Ana ngakk bakalan capek kok"


Ana beranjak dari pangkuan Dion yang dari tadi memeluknya dengan erat.


" Kamu ini memang keras kepala, dibilangin tapi tetap aja... Kata Dion yang tak mau melepaskan Ana.


" mas Ana sesak nih dipeluk terus"


" Oh ya..." Dion kemudian mengendur kan pelukannya.


" Apa kamu ngakk suka mas peluk??" tanya Dion


" Entahlah mas, beberapa hari ini Ana ngakk suka dekat dekat mas Dion,Ana juga bingung"


" Ini pasti gara gara si dedek suka cemburuan sama papanya kata Dion sambil mengelus perut Ana yang masih rata dan ia menciuminya beberapa kali.


" Udah...mas Ana geli"


" Oh ya bagaimana kalau kita pulang dan beritahukan kabar gembira ini pada semua keluarga sekalian kita Adain makan malam bersama keluarga malam ini"

__ADS_1


" Hmmm apa itu ngakk berlebihan mas??"


" Ya enggak dong sayang, tunggu sebentar mas akan pesan restauran untuk dinner kita nanti malam"


" Mas bagaimana pas dinner baru kita kasih tau kejutannya" Ana memberi ide


" Wah mas setuju,kamu memang pintar sayang" kata Dion sambil mencium kening Ana.


" Aku janji aku menjagamu dan anak kita, aku pastikan kejadian yang dulu tidak akan terulang lagi" Kata Dion sambil menatap mata Ana dengan sungguh sungguh.


" Aku percaya mas bisa menjaga aku dan calon anak kita"


" Oh ya bagaimana kalau kita cek ke dokter kandungan sekarang, mas ngakk sabar mau lihat bayinya...laki laki apa perempuan ya??"


" Ih....mas ini masih semeter pertama mana mungkin kelihatan. Emang mas maunya laki atau perempuan??"


" Ya udah ayo sekarang kita pergi dan kita siap siap untuk dinner malam ini"


______________________________


Akhirnya Dion dan Ana tiba dirumah sakit langganan Wiradmadja, dokter kandungan terbaik yaitu dokter Elisa langsung menangani Ana.


" Selamat pak Dion, Bu Ana benar benar telah hamil saat ini"


Dion langsung memeluk Ana dan mencium pipi nya berulang kali, dia benar benar mengabaikan keberapa dokter Elisa


" Apa ibu Ana merasa mual, pusing atau keluhan lain. Nanti saya akan resepkan obat yang sesuai dengan ibu"

__ADS_1


" Seperti nya tidak terlalu parah dok, saya hanya kadang merasa pusing dan mudah sekali lelah"kata Ana menjelaskan


" Tapi dok istri saya belakangan ini sangat aneh loh dok" kata Dion


" Memangnya kenapa??" tanya dokter Elisa


" Dia tidak mau saya peluk dan saya cium dok, itu membuat saya sangat tersiksa"


Seketika wajah Ana dan dokter Elisa langsung merona merah, Dokter Elisa terlihat sangat menahan tawa.


Ana yang meras malu langsung menginjak kaki suaminya dengan keras, Ana sungguh merasa sangat malu.


" Apa sih sayang, hal ini bisa kita konsultasi kan pada dokter Elisa siapa tau dia punya obat agar mood kamu tidak berubah ubah" kata Dion tanpa merasa sungkan dan hal ini membuat Ana semakin malu, ingin rasanya Ana melenyapkan Dion saat itu.


" Begini pak Dion, Hormon ibu hamil memang sangat mempengaruhi mood dari sang ibu, jadi anda diharapkan bisa memaklumi sifat ibu Ana, itu hal biasa apalagi saat kehamilan di semester pertama"


" Tapi hal itu sangat menggangu saya Dokter, apa tidak obat untuk itu"


" Itulah pak Dion, ini langkah awal sebagai suami dan ayah siaga, saya rasa pak Dion akan siap dengan situasi seperti ini. Yang penting Pak Dion harus lebih peka dan perhatian pada ibu Ana selama kehamilan agar ibu dan Anak dalam keadaan sehat selalu"


" Saya siap dok, saya akan jadi suami dan ayah yang siaga untuk keluarga saya" Kata Dion dengan penuh semangat.


" Saya akan jadi suami dan ayah yang baik untukmu dan anak saya sayang" kata Dion sambil menggenggam tangan Ana, dan lagi lagi dia mencium pipi Ana. Dokter Elisa yang melihat perlakuan Dion sungguh malu sekaligus terharu namun ia merasa bahagia melihat Dion yang begitu perhatian dengan Istrinya yang sedang hamil.


" Ah.... seandainya para suami bersikap seperti ini pasti semua ibu hamil akan melewati masa kehamilan Dengan bahagia"


*Terimakasih untuk semua dukungan dari kalian.Yang udah like,komen dan vote author terimakasih banyak ya beb..😁😁😁😁😁😁

__ADS_1


See u to the next chapter*


__ADS_2