Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 193


__ADS_3

Akhirnya mobil yang dikendarai pak Jhoni yaitu supir kepercayaan keluarga Wiradmadja berjalan menuju bandara. Selama diperjalanan Ana bersandar di bahu Dion sambil menggenggam tangan Dion dengan erat, sungguh rasanya berat berpisah dengan Dion walau hanya dalam waktu singkat.


"Mas apa Gio tidak ikut??"


" Ikut sayang dia sudah menunggu di bandara"


" Ngomong ngomong mas, apa Gio sudah menikah???"


" Belum sayang!!"


"O.... pantas saja" kata Ana sambil tersenyum


" Emangnya kenapa???jangan bilang.....??" kata Dion dengan tatapan curiga,rasa cemburu tiba tiba menyergap di dadanya.


" Ya ampun mas, pantas saja kalau Gio melihat kita bermesraan wajahnya langsung tak karuan, seperti wajah orang yang penasaran gitu!!"


" Oh ya??? aku tidak pernah memperhatikan nya!!"


"Makanya kalau di hadapan Gio kamu harus bisa menjaga sikap, kasihan dia!!"


" Itu derita dia sayang, siapa suruh dia tak bisa cari istri atau sekedar cari pacar" sungut Dion


" Mungkin dia terlalu kaku atau mungkin dia tidak berani mendekati wanita"


"Aduh sayang ngapain kita bahas si Gio, mending kita bicarain yang lain saja"


" Ih...dasar kamu dasar boss ngakk peka!!"


" Terus kamu mau aku ngapain sayang??"


" Gimana kalau kamu cariin dia jodoh???"


" Benar nih??? kamu ngakk cemburu kalau aku yang cariin Gio gadis???"


Pembicaraan akhirnya terhenti karena mobil yang dikemudikan oleh pak Jhoni akhirnya sampai di bandara.


Ana menatap Dion dengan rasa sedih, dia menangkupkan wajahnya di dada Dion dan memeluk nya dengan sangat erat.


" pak Jhoni duluan saja" kata Dion dan supir setia itu pun segera maksud tahu dari majikannya, dia pun keluar dan membiarkan dua sejoli itu di dalam mobil.


" Hikkkksss"


Ana menangis di pelukan suaminya, padahal sebelum Ana hamil ia tak pernah menangis jika Dion pergi ke luar kota atau bahkan ke luar negeri sekalipun.


" Sayang jangan menangis terus, mas kan ngakk akan lama"


" Entahlah mas, kali ini aku sangat sedih berpisah denganmu kali ini"

__ADS_1


Dion bisa memaklumi keadaan Ana yang sedang hamil saat ini, karena menurut dokter Elisa hormon ibu hamil bisa saja berubah setiap saat dan dia harus siap dengan keadaan tersebut.


" Sayang kamu jaga anak kita baik baik ya!!"kata Dion sambil memegang perut Ana dan mengelus nya dengan lembut.


" Kamu baik baik saja ya sayang, kamu jagain mama jangan nakal nakal ya!" kata Dion seolah berbicara dengan bayi dalam kandungan Ana.


" Mas udah boleh pergi??"


Ana mengangguk sambil menghapus airmatanya.


" Mas juga jaga kesehatan, jangan lupa makan dan istirahat. Aku ngakk mau mas Sampai sakit"


" Siap sayang, jangan nangis lagi ya entar mas ngakk jadi berangkat"


Ana menghapus airmatanya dan mencoba untuk tersenyum. Melihat senyuman Ana, Dion pun langsung mencium bibir Ana selama beberapa saat. Selama beberapa menit mereka larut dalam ciuman perpisahan itu, bak dua sejoli yang tidak ingin berpisah.


" Mas pergi ya sayang, begitu sampai di Bali mas akan segera hubungi kamu" kata Dion setelah mengakhiri ciuman nya


" Iya mas"


Cup...Dion mencium kening dan bibir Ana sekali lagi sebelum keluar dari mobil.


" Kamu langsung diantar pak Jhoni pulang ya" kata Dion sambil menutup pintu mobil.


" Pak langsung bawa Ana pulang ya" kata Dion pada Jhoni yang menunggu mereka di luar mobil.


" Baik pak"


"Apa kami tidak menunggu sampai pesawat bapak berangkat??"


" Tidak usah, kalian langsung pulang saja ke rumah dan pastikan Ana sampai dirumah dengan selamat"


" Baik pak"


Akhirnya Pak Jhoni dan Ana pun segera pergi dari Bandara menuju kediaman Wiradmadja meninggalkan Dion yang masih menatap kepergian mereka.


Setelah mobil pak Jhoni pergi, mata Dion jelalatan mencari sosok Gio, ia mengambil ponselnya untuk menghubungi sekretaris tersebut.namun belum lagi Dion menekan ponselnya tiba tiba saja Gio muncul


dihadapan nya.


" Selamat pagi pak" kata Gio dengan hormat namun Dion sangat terkejut melihat kehadiran Gio yang tiba tiba.


" Ya Tuhan, kamu membuat ku terkejut Gio"


" Eh... maaf pak" kata Gio sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Kamu dari mana saja??apa kamu baru sampai??"

__ADS_1


" Tidak pak aku menunggu di ujung sana!!"kata Gio sambil menunjuk bagian luar bandara


" kenapa??"


" Karena tadi pasti terjadi drama perpisahan!!" kata Gio sambil nyengir


"Sialan kamu Gio"


" Eh... maaf pak" kata Gio lagi


" Tapi ngomong ngomong istri ku menyuruh ku untuk mencarikanmu jodoh!!"


" hah..??"


" Wajahmu biasa saja, kata Ana wajahmu selalu tegang kalau melihat kami bermesraan,jadi sebaiknya ku segera cari istri agar kamu bisa merasakan yang namanya cinta"


" Wah...aku tidak menyangka pak, ibu Ana memperhatikan aku sampai segitunya" kata Gio dengan sedikit nada kebanggaan


" Sialan kamu,Makanya kamu cari jodoh secepatnya, atau apa aku saja yang mencari??"


" Ah ...bapak yang benar saja, untuk saat ini saya belum berencana menikah pak, dan bapak tidak perlu mencarikan saya jodoh, saya bisa cari sendiri??"


" Apa saat ini kamu sudah punya calon??atau sekedar pacar??"


" Belum sih pak" kata Gio sambil nyengir dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Dengar ya, masalahnya istri saya terganggu. Tapi ya sudahlah lebih baik kita segera cek- in, kita bicarakan ini didalam pesawat seperti nya hal ini akan jadi hal yang menarik.


Begitu sampai di dalam pesawat, Dion kembali melanjutkan pembicaraan mereka yang tertunda tadi.


" Mengapa hal ini menjadi masalah untuk anda dan ibu Ana, saya merasa baik baik saja dengan kondisi saya saat ini, sungguh pak saya sangat menikmatinya"


" Apakah kamu punya kelainan Gio??Apa mungkin kamu tidak tertarik pada wanita!!"


Gio yang mendengar hal tersebut menjadi geram dan kemudian ia berniat untuk mengerjai boss besarnya itu.


" Iya pak, saya punya kelainan" kata Gio dengan mimik serius, dia menatap Dion dengan tatapan yang sulit diartikan sehingga Dion hampir muntah melihatmu.


" Jangan bilang...." kata Dion penuh selidik, bulu kuduknya sampai berdiri jika hal yang ia bayangkan benar benar terjadi.


" Iya begitulah keadaannya pak, saya tertarik pada orang seperti bapak, bagiku laku laki itu jauh lebih menarik dari pada wanita ya contohnya seperti bapak ini"


"Hah????kamu jangan bercanda Gio" kata Dion dengan mulut menganga dan mata terbelalak kaget melihat ekspresi Dion seperti itu Gio tidak bisa menahan tawanya.


" Ha....ha....bapak terlalu serius, saya ini masih normal pak, dari pada sama bapak lebih baik saya jomblo seumur hidup saya" kata Gio sambil terpingkal-pingkal.


" Sialan kamu Gio"

__ADS_1


*Terimakasih untuk semua dukungan dari kalian.Yang udah like,komen dan vote author terimakasih banyak ya beb..😁😁😁😁😁😁


See u to the next chapter*


__ADS_2